alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Erupsi Makin Sering, Akumulasi Tekanan Magma Ada di Kedalaman 3-4 Km

AMLAPURA—Aktivitas Gunung Agung mengalami peningkatan. Gempa yang terjadi dua kali berturut turut selama kurun waktu 24 jam merupakan salah satu indikasi gunung masih sangat aktif.

Bahkan, diakui sejak awal Juni akumulasi tekanan magma naik dan berada di kedalaman 3-4 Km. Ini juga yang mengakibatkan Gunung Agung semakin sering mengelami embusan dan erupsi.

Menurut Kasubdit Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Dr Devi Kamil Syahbana, peningkatan aktivitas sendiri sebeanrnya sudah terjadi sejak 7 Juni lalu.

Dirinya mengatakan ada akumulasi tekanan yang bisa diikuti oleh erupsi. Hanya saja erupsi yang terjadi masih skala kecil.

Dari rilis PVMBG terkait deformasi Gunung Agung sesuai dengan pengukuran GPS dan Tiltmeter umumnya menunjukan trend jangka panjang (periode 2017 sampai 2018) berupa deflasi.

Baca Juga:  Ancaman Lahar Hujan Masih Mengintai, Warga di Hulu Diminta Waspada

Hanya saja untuk jangka pendek mulai bulan Mei 2018 trend masih inflasi. Ini juga mengindikasikan masih terjadi akumulasi tekanan magma di kedalaman 3 sampai 4 km.

Sementara dari sisi Geokimia, gas SO2 yang diukur dengan menggunakan Doas Scanner menunjukkan fluks pada kisaran 190 sampai 203 ton per harinya.

“Ini juga mengindikasikan masih adanya tekanan dan kontribusi magma dari kedalaman ke permukaan,” bebernya.

Ketika ditanya apakah dengan kondisi seperti itu Gunung Agung akan semakin sering erupsi, menurut Dr Devi, tergantung maunya Gunung Agung itu sendiri.

Jika dibuang sedikit-sedikit dengan itensitas kecil, maka erupsi akan sering terjadi. Jika jarang terjadi erupsi, sementara tekanan tidak dikeluarkan malah akan menimbulkan erupsi besar.

Baca Juga:  Bantah Video Wik-Wik di RS Sanjiwani, Ancam Polisikan Penyebar Video

Menurut Dr Devi, sering atau jarang erupsi tidak terlelu penting. Yang paling penting disadari masyarakat adalah Gunung Agung masih berada di level III atau siaga.

Dan masyarakat juga harus paham dan taat dengan aturan dan ketentuan yang dikeluarkan PVMBG yakni tidak boleh melakukan aktivitas di radius 4 km dari puncak.

“Kalau ini diikuti warga masyarakat sekitar Gunung Agung akan aman,” pungkasnya. 



AMLAPURA—Aktivitas Gunung Agung mengalami peningkatan. Gempa yang terjadi dua kali berturut turut selama kurun waktu 24 jam merupakan salah satu indikasi gunung masih sangat aktif.

Bahkan, diakui sejak awal Juni akumulasi tekanan magma naik dan berada di kedalaman 3-4 Km. Ini juga yang mengakibatkan Gunung Agung semakin sering mengelami embusan dan erupsi.

Menurut Kasubdit Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Dr Devi Kamil Syahbana, peningkatan aktivitas sendiri sebeanrnya sudah terjadi sejak 7 Juni lalu.

Dirinya mengatakan ada akumulasi tekanan yang bisa diikuti oleh erupsi. Hanya saja erupsi yang terjadi masih skala kecil.

Dari rilis PVMBG terkait deformasi Gunung Agung sesuai dengan pengukuran GPS dan Tiltmeter umumnya menunjukan trend jangka panjang (periode 2017 sampai 2018) berupa deflasi.

Baca Juga:  Menyebar ke Sisi Barat, Semua Kecamatan di Gianyar Terkena Hujan Abu

Hanya saja untuk jangka pendek mulai bulan Mei 2018 trend masih inflasi. Ini juga mengindikasikan masih terjadi akumulasi tekanan magma di kedalaman 3 sampai 4 km.

Sementara dari sisi Geokimia, gas SO2 yang diukur dengan menggunakan Doas Scanner menunjukkan fluks pada kisaran 190 sampai 203 ton per harinya.

“Ini juga mengindikasikan masih adanya tekanan dan kontribusi magma dari kedalaman ke permukaan,” bebernya.

Ketika ditanya apakah dengan kondisi seperti itu Gunung Agung akan semakin sering erupsi, menurut Dr Devi, tergantung maunya Gunung Agung itu sendiri.

Jika dibuang sedikit-sedikit dengan itensitas kecil, maka erupsi akan sering terjadi. Jika jarang terjadi erupsi, sementara tekanan tidak dikeluarkan malah akan menimbulkan erupsi besar.

Baca Juga:  Terungkap, Sebelum Tewas, ABG Cantik Itu Sempat Ribut dengan Ibunya

Menurut Dr Devi, sering atau jarang erupsi tidak terlelu penting. Yang paling penting disadari masyarakat adalah Gunung Agung masih berada di level III atau siaga.

Dan masyarakat juga harus paham dan taat dengan aturan dan ketentuan yang dikeluarkan PVMBG yakni tidak boleh melakukan aktivitas di radius 4 km dari puncak.

“Kalau ini diikuti warga masyarakat sekitar Gunung Agung akan aman,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/