alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Dua Pelinggih Pura Paibon Pasek Gelgel Hangus Terbakar

SEMARAPURA– Dua pelinggih Pura Paibon Pasek Gelgel, Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh, Selasa sore (18/6) sekitar pukul 15.30 terbakar.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kebakaran dua pelinggih itu terjadi setelah percikan api dari pembakaran sampah di sebuah kebun yang lokasinya tidak jauh dari pura.

Menurut Putu Febrianti, 18, hingga terbakarnya dua pelinggihdi sebelah tembok rumahnya bermula dari saksi yang juga tetangganya bernama Ni Ketit Warniti, 46.

Kata Febri, tetangganya itu menggedor-gedor pintunya dan memanggil-manggil kalau pelinggih terbakar.

Mendengar suara gedoran pintu itu, Febri langsung bergegas membukakan pintu. Warniti pun langsung memberi tahu kepada Febrianti jika atap pelinggih pura paibon yang hanya terpisah oleh tembok pekarangan dengan rumahnya terbakar.

Baca Juga:  Bangun Tower Baru, Problem Blankspot di Nusa Penida Mulai Teratasi

“Dikasi tahu kalau atap pelinggih pura paibonnya terbakar. Saya panik karena waktu itu cuma bertiga di rumah. Langsung saya minta tolong dengan tetangga lainnya,” terangnya.

Menurutnya, kebakaran tersebut terjadi akibat percikan api dari proses pembakaran sampah yang dilakukan Warniti di sebuah kebun tidak jauh dari pura terbang dan mengenai atap pura yang terbuat dari ijuk tersebut. “Pura ini diempon lima kepala keluarga (KK),” tandasnya.

Sementara itu, terkait kebakaran, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung, I Putu Suarta saat dikonfirmasi terpisah mengungkapkan jika saat proses pemadaman, pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam. Setelah menerjunkan personel dan unit mobil pemadam, api akhirnya berhasil “dijinakkan”satu jam kemudian.

Baca Juga:  Bobol Kulkas Warung, Hasil Curian untuk Minum-minum, 4 Remaja Diciduk

Sedangkan Kapolsek Klungkung Kompol, I Wayan Sarjana menambahkan penglingsir Pura Paibon Pasek Gegel tersebut, Nengah Sadra, 55 tidak melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Klungkung lantaran akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Adapun kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta. 



SEMARAPURA– Dua pelinggih Pura Paibon Pasek Gelgel, Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh, Selasa sore (18/6) sekitar pukul 15.30 terbakar.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kebakaran dua pelinggih itu terjadi setelah percikan api dari pembakaran sampah di sebuah kebun yang lokasinya tidak jauh dari pura.

Menurut Putu Febrianti, 18, hingga terbakarnya dua pelinggihdi sebelah tembok rumahnya bermula dari saksi yang juga tetangganya bernama Ni Ketit Warniti, 46.

Kata Febri, tetangganya itu menggedor-gedor pintunya dan memanggil-manggil kalau pelinggih terbakar.

Mendengar suara gedoran pintu itu, Febri langsung bergegas membukakan pintu. Warniti pun langsung memberi tahu kepada Febrianti jika atap pelinggih pura paibon yang hanya terpisah oleh tembok pekarangan dengan rumahnya terbakar.

Baca Juga:  Pengerukan Pasir di Desa Pejarakan Rusak Hutan Bakau, Ini Temuan DLH

“Dikasi tahu kalau atap pelinggih pura paibonnya terbakar. Saya panik karena waktu itu cuma bertiga di rumah. Langsung saya minta tolong dengan tetangga lainnya,” terangnya.

Menurutnya, kebakaran tersebut terjadi akibat percikan api dari proses pembakaran sampah yang dilakukan Warniti di sebuah kebun tidak jauh dari pura terbang dan mengenai atap pura yang terbuat dari ijuk tersebut. “Pura ini diempon lima kepala keluarga (KK),” tandasnya.

Sementara itu, terkait kebakaran, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung, I Putu Suarta saat dikonfirmasi terpisah mengungkapkan jika saat proses pemadaman, pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam. Setelah menerjunkan personel dan unit mobil pemadam, api akhirnya berhasil “dijinakkan”satu jam kemudian.

Baca Juga:  Ancam Sebar Video Mesum, Peras Pelajar, Dua Preman Kampung Diciduk

Sedangkan Kapolsek Klungkung Kompol, I Wayan Sarjana menambahkan penglingsir Pura Paibon Pasek Gegel tersebut, Nengah Sadra, 55 tidak melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Klungkung lantaran akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Adapun kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/