alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Gelombang Laut Kembali Normal, Buruh Angkut Pelabuhan Semringah

SEMARAPURA – Buruh angkut barang di Pelabuhan Tradisional Tribuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan akhirnya bisa tersenyum setelah gelombang laut di perairan tersebut kembali normal.

Akibat gelombang tinggi yang terjadi hampir satu minggu terakhir, membuat aktivitas penyeberangan barang di pelabuhan tradisional itu terganggu dan berdampak pada penghasilan mereka.

Salah seorang burung angkut barang, Putu Sayantika, asal Banjar Rame, Desa Kusamba saat ditemui di Pelabuhan Tradisional Tribuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan,

mengungkapkan, akibat gelombang tinggi, aktivitas penyeberangan baik barang maupun orang di pelabuhan tradisional itu terganggu sejak seminggu terakhir.

Barang-barang yang seharusnya dikirim ke Kecamatan Nusa Penida pun akhirnya tertahan dan tertumpuk di pelabuhan itu. “Hampir seminggu seperti itu. Jadi barang-barang banyak yang tertumpuk,” ujarnya.

Baca Juga:  Ratusan Pengempon Stop Proyek di Area Pura Sad Kahyangan Nusa Penida

Akibat gelombang laut yang tidak bersahabat itu pasalnya sangat berpengaruh terhadap pendapatannya.

Hampir seminggu itu, ia mengaku tidak bekerja dan hanya diam di rumah sambil berharap gelombang kembali normal.

“Saya tidak punya sawah atau perkebunan. Jadi selama tidak ada penyeberangan barang, saya diam di rumah saja,” terangnya.

Sejak Minggu (16/6) lalu, menurutnya, gelombang laut kembali normal. Aktivitas penyeberangan barang akhirnya bisa dilakukan kembali.

Bahkan, lebih banyak dibandingkan hari biasanya lantaran banyak barang yang tertumpuk. “Biasanya sehari itu hanya satu penyeberangan per hari.

Tadi saya melayani dua penyeberangan. Jadi penghasilannya juga bertambah dari biasanya sekitar Rp 50 ribu, tadi sekitar Rp 150 ribu,” katanya.

Baca Juga:  Manfaatkan Nuklir, Batan Sukses Persingkat Masa Panen Padi Beras Merah

Pihaknya pun berharap gelombang tinggi tidak kembali terjadi sehingga pendapatannya bisa terus normal. 



SEMARAPURA – Buruh angkut barang di Pelabuhan Tradisional Tribuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan akhirnya bisa tersenyum setelah gelombang laut di perairan tersebut kembali normal.

Akibat gelombang tinggi yang terjadi hampir satu minggu terakhir, membuat aktivitas penyeberangan barang di pelabuhan tradisional itu terganggu dan berdampak pada penghasilan mereka.

Salah seorang burung angkut barang, Putu Sayantika, asal Banjar Rame, Desa Kusamba saat ditemui di Pelabuhan Tradisional Tribuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan,

mengungkapkan, akibat gelombang tinggi, aktivitas penyeberangan baik barang maupun orang di pelabuhan tradisional itu terganggu sejak seminggu terakhir.

Barang-barang yang seharusnya dikirim ke Kecamatan Nusa Penida pun akhirnya tertahan dan tertumpuk di pelabuhan itu. “Hampir seminggu seperti itu. Jadi barang-barang banyak yang tertumpuk,” ujarnya.

Baca Juga:  Hasil Menggiurkan, Profesi Buruh Angkut Pelabuhan Dilirik Emak-emak

Akibat gelombang laut yang tidak bersahabat itu pasalnya sangat berpengaruh terhadap pendapatannya.

Hampir seminggu itu, ia mengaku tidak bekerja dan hanya diam di rumah sambil berharap gelombang kembali normal.

“Saya tidak punya sawah atau perkebunan. Jadi selama tidak ada penyeberangan barang, saya diam di rumah saja,” terangnya.

Sejak Minggu (16/6) lalu, menurutnya, gelombang laut kembali normal. Aktivitas penyeberangan barang akhirnya bisa dilakukan kembali.

Bahkan, lebih banyak dibandingkan hari biasanya lantaran banyak barang yang tertumpuk. “Biasanya sehari itu hanya satu penyeberangan per hari.

Tadi saya melayani dua penyeberangan. Jadi penghasilannya juga bertambah dari biasanya sekitar Rp 50 ribu, tadi sekitar Rp 150 ribu,” katanya.

Baca Juga:  BBMKG Denpasar Imbau Warga Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem Akhir Tahun

Pihaknya pun berharap gelombang tinggi tidak kembali terjadi sehingga pendapatannya bisa terus normal. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/