alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Jumlah Wajib Pajak Air Bawah Tanah Menyusut Setengah Lebih

GIANYAR – Pandemi Covid-19 mengakibatkan jumlah Wajib Pajak (WP) Air Bawah Tanah (ABT) di Gianyar menurun. Sebelumnya, jumlahnya sebanyak 55 WP. Kini banyak usaha tutup, dan jumlah WP ABT menyusut menjadi 25 WP.

 

Kepala UPTD Pajak dan Retribusi Samsat Gianyar, Anak Agung Rai Sugiartha, menyatakan selama pandemi ini, jumlah WP terus menurun. “Dari 55, turun jadi 47, turun 28. Dan sekarang yang bertahan hanya 25 WP,” ujarnya, Kamis (17/6).

 

Menurutnya, banyak WP diampuni akibat terdampak pandemi. “Banyak perusahaan diampuni tidak bayar pajak. Mulai dari hotel, kolam pancing. Kalau usahanya jalan, kami kenakan, kalau tidak ya tidak,” ujarnya 

 

WP yang tidak mampu membayar pajak, disebabkan pariwisata tidak jalan. Ada pula usaha yang terdampak aturan Covid-19 yang mengharuskan pengunjung jaga jarak.

Baca Juga:  Biaya Rapid Test Melambung Tinggi, Sopir Logistik Kesal Bukan Main

 

Misalnya usaha kolam pancing. Sehingga, pengusaha yang terdampak diminta membuat surat pernyataan. “Ini saya kasih contoh. Mereka membuat catatan keberatan, lalu disampaikan ke UPTD Samsat Gianyar,” ujarnya sambil memperlihatkan surat pernyataan terdampak pandemi.

 

Misalnya, usaha kolam pancing, sejak covid, kunjungan sepi. “Terlebih ada imbauan Gubernur pada 20 Maret 2020 menyatakan ke bupati dan walikota, menutup objek wisata. Berkaitan dengan itu, usaha mereka alami penurunan, tak dapat melaksanakan pembayaran pajak,” jelasnya.

 

Untuk kolam pancing itu,dari 9 kolam, hanya beroperasi 3 kolam. “Nah, suratnya itu bermaterai 6000,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, dari sejumlah WP yang bertahan, bergerak di bidang hotel, air isi ulang. “Termasuk air Gianyar kami kenakan juga,” terangnya 

Baca Juga:  DJP Bisa Intip Kekayaan Wajib Pajak di Bank, Awas Ketahuan...

 

Adapun target pendapatan pada 2020 sebesar Rp 392.795.681. Saat itu, pendapatan tercapai Rp 443 juta. “Target 2020 terlampaui sebanyak 112 persen,” ujarnya.

 

Namun, pada 2021 ini, target meningkat menjadi 458 juta dengan 25 WP. “Sampai sekarang baru tercapai 33,96 persen,” ujarnya.

 

Pihaknya berharap, target dengan jumlah WP yang minim tetap bisa tercapai. “Kalau tidak ada penambahan target, dan kinerja teman kami di lapangan baik, meski ada penangguhan, berikan keringanan, kami akomodir. Bisa kami tercapai,” jelasnya.

 

Pihaknya berharap, Pandemi bisa cepat selesai. “Corona dumogi gelis metilar (semoga cepat pergi, red). Aktivitas masyarakat bagus, pariwisata berjalan baik. Saya yakin ada peningkatan signifikan,” pungkasnya.


GIANYAR – Pandemi Covid-19 mengakibatkan jumlah Wajib Pajak (WP) Air Bawah Tanah (ABT) di Gianyar menurun. Sebelumnya, jumlahnya sebanyak 55 WP. Kini banyak usaha tutup, dan jumlah WP ABT menyusut menjadi 25 WP.

 

Kepala UPTD Pajak dan Retribusi Samsat Gianyar, Anak Agung Rai Sugiartha, menyatakan selama pandemi ini, jumlah WP terus menurun. “Dari 55, turun jadi 47, turun 28. Dan sekarang yang bertahan hanya 25 WP,” ujarnya, Kamis (17/6).

 

Menurutnya, banyak WP diampuni akibat terdampak pandemi. “Banyak perusahaan diampuni tidak bayar pajak. Mulai dari hotel, kolam pancing. Kalau usahanya jalan, kami kenakan, kalau tidak ya tidak,” ujarnya 

 

WP yang tidak mampu membayar pajak, disebabkan pariwisata tidak jalan. Ada pula usaha yang terdampak aturan Covid-19 yang mengharuskan pengunjung jaga jarak.

Baca Juga:  Duh, Seribuan Pelamar CPNS Gagal

 

Misalnya usaha kolam pancing. Sehingga, pengusaha yang terdampak diminta membuat surat pernyataan. “Ini saya kasih contoh. Mereka membuat catatan keberatan, lalu disampaikan ke UPTD Samsat Gianyar,” ujarnya sambil memperlihatkan surat pernyataan terdampak pandemi.

 

Misalnya, usaha kolam pancing, sejak covid, kunjungan sepi. “Terlebih ada imbauan Gubernur pada 20 Maret 2020 menyatakan ke bupati dan walikota, menutup objek wisata. Berkaitan dengan itu, usaha mereka alami penurunan, tak dapat melaksanakan pembayaran pajak,” jelasnya.

 

Untuk kolam pancing itu,dari 9 kolam, hanya beroperasi 3 kolam. “Nah, suratnya itu bermaterai 6000,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, dari sejumlah WP yang bertahan, bergerak di bidang hotel, air isi ulang. “Termasuk air Gianyar kami kenakan juga,” terangnya 

Baca Juga:  Dana BOS Tak Mampu Tanggulangi Biaya Internet Pembelajaran Online

 

Adapun target pendapatan pada 2020 sebesar Rp 392.795.681. Saat itu, pendapatan tercapai Rp 443 juta. “Target 2020 terlampaui sebanyak 112 persen,” ujarnya.

 

Namun, pada 2021 ini, target meningkat menjadi 458 juta dengan 25 WP. “Sampai sekarang baru tercapai 33,96 persen,” ujarnya.

 

Pihaknya berharap, target dengan jumlah WP yang minim tetap bisa tercapai. “Kalau tidak ada penambahan target, dan kinerja teman kami di lapangan baik, meski ada penangguhan, berikan keringanan, kami akomodir. Bisa kami tercapai,” jelasnya.

 

Pihaknya berharap, Pandemi bisa cepat selesai. “Corona dumogi gelis metilar (semoga cepat pergi, red). Aktivitas masyarakat bagus, pariwisata berjalan baik. Saya yakin ada peningkatan signifikan,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/