alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Warga Pangkung Paruk Krisis Air Bersih

RadarBali.com – Musim kemarau yang jatuh sejak sebulan lalu, mulai menunjukkan dampak. Warga di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, mengalami krisis air bersih.

Mereka hanya mendapatkan air tiap dua hari sekali. Tak pelak warga harus mengantre guna memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Masalah kekeringan di desa ini sebenarnya masalah klasik yang tak kunjung terselesaikan. Kekeringan selalu melanda warga di Banajr Dinas Kembang Sari dan Laba Sari.

Penyebabnya, debit air yang dikelola PAM Desa semakin kecil. Keran-keran air di rumah warga pun tak bisa mengeluarkan air.

Sejak beberapa pekan terakhir, warga mengaku mendapatkan air setiap dua hari sekali. Itu pun masih belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Operasi Preman, Polres Jembrana Bubarkan Pemuda Kongkow-Kongkow

Warga terpaksa keluar rumah dan membawa wadah-wadah penampungan air ke tepi jalan raya. Biasanya keran-keran umum yang ada di pinggir jalan masih mengeluarkan air bersih.

“Airnya digilir dua hari sekali. Ini kami antre untuk di rumah saja. Untuk makan, minum. Kalau untuk mandi dan lain-lain, itu di sungai,” kata Gede Dana, salah seorang warga.

Warga mengaku tak memiliki sumber air minum lain, selain yang dikelola oleh PAM Desa. Pilihan mereka hanya menggunakan air sungai.

Membuat sumur bor juga bukan pilihan yang bisa diambil, karena membutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah.

Sementara itu, Camat Seririt Nyoman Riang Pustaka mengatakan, pemerintah tahun ini telah berupaya menuntaskan masalah air bersih di Desa Pangkung Paruk.

Baca Juga:  Sempat Melandai, Tabanan Kembali Konfirmasi Kasus Positif Covid-19

Caranya, pemerintah memfasilitasi pembangunan sumur bor di desa ini, agar debit air bisa meningkat.

Riang mengakui sumber air bersih warga sangat terbatas. Warga juga tak bisa membuat sumur bor karena butuh biaya yang cukup besar.

Perlu kedalaman yang cukup ekstrem dan pompa air dengan kekuatan cukup besar untuk mengalirkan air.

Untuk pembangunan pompa itu, pemerintah disebut telah melakukan pembebasan lahan dan akan melakukan pembangunan pompa tahun ini juga.

“Rencananya pertengahan tahun ini dah akan mulai pembangunan sumur bornya. Kalau Bendungan Titab sudah beroperasi penuh tahun 2019, masalah air bersih di Pangkung Paruk bisa tertangani,” kata Riang.



RadarBali.com – Musim kemarau yang jatuh sejak sebulan lalu, mulai menunjukkan dampak. Warga di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, mengalami krisis air bersih.

Mereka hanya mendapatkan air tiap dua hari sekali. Tak pelak warga harus mengantre guna memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Masalah kekeringan di desa ini sebenarnya masalah klasik yang tak kunjung terselesaikan. Kekeringan selalu melanda warga di Banajr Dinas Kembang Sari dan Laba Sari.

Penyebabnya, debit air yang dikelola PAM Desa semakin kecil. Keran-keran air di rumah warga pun tak bisa mengeluarkan air.

Sejak beberapa pekan terakhir, warga mengaku mendapatkan air setiap dua hari sekali. Itu pun masih belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Sempat Melandai, Tabanan Kembali Konfirmasi Kasus Positif Covid-19

Warga terpaksa keluar rumah dan membawa wadah-wadah penampungan air ke tepi jalan raya. Biasanya keran-keran umum yang ada di pinggir jalan masih mengeluarkan air bersih.

“Airnya digilir dua hari sekali. Ini kami antre untuk di rumah saja. Untuk makan, minum. Kalau untuk mandi dan lain-lain, itu di sungai,” kata Gede Dana, salah seorang warga.

Warga mengaku tak memiliki sumber air minum lain, selain yang dikelola oleh PAM Desa. Pilihan mereka hanya menggunakan air sungai.

Membuat sumur bor juga bukan pilihan yang bisa diambil, karena membutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah.

Sementara itu, Camat Seririt Nyoman Riang Pustaka mengatakan, pemerintah tahun ini telah berupaya menuntaskan masalah air bersih di Desa Pangkung Paruk.

Baca Juga:  Jejak Nelayan Hilang Misterius, Pencarian Diperluas Hingga ke Tejakula

Caranya, pemerintah memfasilitasi pembangunan sumur bor di desa ini, agar debit air bisa meningkat.

Riang mengakui sumber air bersih warga sangat terbatas. Warga juga tak bisa membuat sumur bor karena butuh biaya yang cukup besar.

Perlu kedalaman yang cukup ekstrem dan pompa air dengan kekuatan cukup besar untuk mengalirkan air.

Untuk pembangunan pompa itu, pemerintah disebut telah melakukan pembebasan lahan dan akan melakukan pembangunan pompa tahun ini juga.

“Rencananya pertengahan tahun ini dah akan mulai pembangunan sumur bornya. Kalau Bendungan Titab sudah beroperasi penuh tahun 2019, masalah air bersih di Pangkung Paruk bisa tertangani,” kata Riang.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/