alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Dana Rp900 M untuk Penataan Besakih, Megawati Letakkan Batu Pertama

KARANGASEM – Renovasi atau penataan fisik Pura terbesar di Bali, yakni Pura Agung Besakih, di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, mulai dikerjakan.

 

Peletakan batu pertama pun dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri secara virtual pada Rabu (18/8).

 

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan, untuk renovasi, pemerintah telah mengganggarkan dana sebesar 900 miliar.

 

 “Anggaran tersebut bersumber dari APBN Kementrian PUPR sebesar Rp 500 millar dan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali senilai 400 miliar,” ujar Gubernur Wayan Koster dalam pidatonya yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Pemprov Bali.

 

 

Lebih lanjut, renovasi atau yang disebut Koster sebagai pembangunan pelindungan kawasan suci Pura Agung Besakih ini sudah melewati tahap pertama pada tahun 2020.

 

Pada tahap pertama, pemprov Bali melalui APBD Bali telah menganggarkan dana sebesar Rp 170 miliar untuk pembebasan lahan.

Baca Juga:  Pemilik Hotel Ketar-Ketir, Promo Wisata Akhir Tahun Sepi Peminat

 

“Nah, tahun 2021-2022 ini dilakukan pembangunan fisik dengan anggara Rp 730 Milliar dari APBN dan APBD. Diharapkan pembangunan selesai tahun 2022,” ungkap Koster.

 

Yang menarik, peletakan batu pertama pembangunan dilakukan oleh Presiden kelima RI, Prof Megawati Soekarnoputri.

 

Hal ini pun menjadi tandatanya besar. Mengapa Megawati? Hal ini pun lansung dijawab Megawati.

 

“Saya seorang yang beragama Islam. Tetapi karena nenek saya orang Bali, saya pun bagian dari orang Bali. Nenek saya adalah ibunya bung Karno,” ujarnya.

 

Selain itu, dikatakan Megawati, juga karena kekuatan Ideologi Pancasila. Pun dalam UUD 1945 juga disebut, setiap warga negara memiliki hak yang sama. Artinya tidak membedakan suku, adat dan agama. Juga ada Bhineka Tunggal Ika.

 

“Meletakkan batu pertama ini hal yang luar biasa,” ujarnya sambari bercerita masa kecilnya hidup di Bali bersama keluarganya.

Baca Juga:  Pariwisata Tak Lagi Jadi Andalan, Ini Rencana Besar Gubernur Koster

 

“Kami dari kecil sudah diajak ke Pulau Bali, dikenalkan dengan budaya, seni dan agamanya. Sehingga saya dapat mengetahui betapa luar biasanya orang Bali ini,” sebut. 

Dalam kenangan indahnya di Bali, Megawati bercerita ketika ia masih kecil atau masih duduk di Sekolah Dasar, Megawati mengaku ikut membantu dan sering diajak membuat sesajen untuk diaturkan.

 

“Jadi dulu ada seorang Bali itu di Tampak Siring, namanya Sang Ayu Made, dia ditugasi oleh bapak saya untuk selalu memberikan sajen. Jadi saya suka ikut, ikut merangkai, meletakkan,” kenangnya.

 

“Meskipun saya beragama Islam, saya tidak canggung mengikuti acara (membuat sesajen) di Bali. Terimakasih rakyat Bali sudah menugasi saya untuk menaruh batu pertama,” pungkas Megawati.

- Advertisement -
- Advertisement -

KARANGASEM – Renovasi atau penataan fisik Pura terbesar di Bali, yakni Pura Agung Besakih, di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, mulai dikerjakan.

 

Peletakan batu pertama pun dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri secara virtual pada Rabu (18/8).


 

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan, untuk renovasi, pemerintah telah mengganggarkan dana sebesar 900 miliar.

 

 “Anggaran tersebut bersumber dari APBN Kementrian PUPR sebesar Rp 500 millar dan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali senilai 400 miliar,” ujar Gubernur Wayan Koster dalam pidatonya yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Pemprov Bali.

 

 

Lebih lanjut, renovasi atau yang disebut Koster sebagai pembangunan pelindungan kawasan suci Pura Agung Besakih ini sudah melewati tahap pertama pada tahun 2020.

 

Pada tahap pertama, pemprov Bali melalui APBD Bali telah menganggarkan dana sebesar Rp 170 miliar untuk pembebasan lahan.

Baca Juga:  Uji Swab Negatif, Ini Kata Bendesa Serokadan saat Banjarnya Diisolasi

 

“Nah, tahun 2021-2022 ini dilakukan pembangunan fisik dengan anggara Rp 730 Milliar dari APBN dan APBD. Diharapkan pembangunan selesai tahun 2022,” ungkap Koster.

 

Yang menarik, peletakan batu pertama pembangunan dilakukan oleh Presiden kelima RI, Prof Megawati Soekarnoputri.

 

Hal ini pun menjadi tandatanya besar. Mengapa Megawati? Hal ini pun lansung dijawab Megawati.

 

“Saya seorang yang beragama Islam. Tetapi karena nenek saya orang Bali, saya pun bagian dari orang Bali. Nenek saya adalah ibunya bung Karno,” ujarnya.

 

Selain itu, dikatakan Megawati, juga karena kekuatan Ideologi Pancasila. Pun dalam UUD 1945 juga disebut, setiap warga negara memiliki hak yang sama. Artinya tidak membedakan suku, adat dan agama. Juga ada Bhineka Tunggal Ika.

 

“Meletakkan batu pertama ini hal yang luar biasa,” ujarnya sambari bercerita masa kecilnya hidup di Bali bersama keluarganya.

Baca Juga:  RTH Bung Karno Dikebut, Ditarget Tuntas Lebih Cepat

 

“Kami dari kecil sudah diajak ke Pulau Bali, dikenalkan dengan budaya, seni dan agamanya. Sehingga saya dapat mengetahui betapa luar biasanya orang Bali ini,” sebut. 

Dalam kenangan indahnya di Bali, Megawati bercerita ketika ia masih kecil atau masih duduk di Sekolah Dasar, Megawati mengaku ikut membantu dan sering diajak membuat sesajen untuk diaturkan.

 

“Jadi dulu ada seorang Bali itu di Tampak Siring, namanya Sang Ayu Made, dia ditugasi oleh bapak saya untuk selalu memberikan sajen. Jadi saya suka ikut, ikut merangkai, meletakkan,” kenangnya.

 

“Meskipun saya beragama Islam, saya tidak canggung mengikuti acara (membuat sesajen) di Bali. Terimakasih rakyat Bali sudah menugasi saya untuk menaruh batu pertama,” pungkas Megawati.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/