alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Gencar Razia Prokes, Bupati Agus: Masyarakat Tak Peduli Bahaya Covid

SINGARAJA – Tim Yustisi dari petugas gabungan Satpol PP Buleleng, Dishub Buleleng, anggota TNI dan Satgas Aman Nusa Polres Buleleng, menggelar razia protokol kesehatan dengan sasaran pelanggar masker secara serentak kemarin (17/9).

Mereka menggelar razia masker di kecamatan yang masuk zona merah penularan Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Yakni di Kecamatan Sukasada, Sawan, Kubutambahan, dan Kecamatan Buleleng, termasuk ke desa-desa di empat kecamatan tersebut.

Sejumlah titik yang menjadi pusat keramaian juga menjadi sasaran tim penegak hukum Pergub No. 46 Tahun 2020 dan Perbup No. 41 Tahun 2020.

Sebelum Tim Yustisi turun ke lapangan, seluruh petugas gabungan dikumpulkan untuk diberikan pengarahan dalam apel konsolidasi Tim Yustisi Penegakan protokol kesehatan (Prokes) yang digelar di Mapolres Buleleng.

Turut hadir memberikan pengarahan Ketua GTPP Covid-19 yang juga Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Sekertaris GTPP Covid-19 Gede Suyasa,

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa dan Kasat Pol PP Buleleng I Putu Artawan.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana usai apel konsolidasi mengaku, penerapan Pergub No. 46 Tahun 2020 dan Perbup No. 41 tahun 2020 protokol kesehatan masih sebatas di permukaan saja.

Karena masih ditemui sejumlah pelanggaran prokes oleh masyarakat terutama di desa-desa. “Kami minta tim yustisi gabungan lebih banyak turun melakukan operasi gabungan prokes khususnya

di desa-desa. Agar bisa di desa-desa mengurangi kegiatan acara keagamaan dan kegiatan lain yang sifatnya kerumunan. Termasuk kegiatan judi tajen,” kata pria yang juga Ketua DPC PDIP Buleleng.

Bupati Agus menyebut, di desa-desa kendati ada pararem penggunaan masker, namun kenyataan belum maksimal diberlakukan.

Menurutnya, di masa new normal ini seolah-olah masyarakat di desa sudah bebas dan sudah boleh melakukan aktivitas tanpa mengikuti prokes kesehatan.

Dampaknya, angka kasus Covid-19 di Buleleng justru meningkat. Masyarakat seperti tidak khawatir sama sekali.

Padahal, klaster keluarga dan petugas medis (nakes) sudah banyak terjadi dan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Khususnya pada zona-zona merah yang masih penularan Covid-19,” papar Bupati Agus.



SINGARAJA – Tim Yustisi dari petugas gabungan Satpol PP Buleleng, Dishub Buleleng, anggota TNI dan Satgas Aman Nusa Polres Buleleng, menggelar razia protokol kesehatan dengan sasaran pelanggar masker secara serentak kemarin (17/9).

Mereka menggelar razia masker di kecamatan yang masuk zona merah penularan Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Yakni di Kecamatan Sukasada, Sawan, Kubutambahan, dan Kecamatan Buleleng, termasuk ke desa-desa di empat kecamatan tersebut.

Sejumlah titik yang menjadi pusat keramaian juga menjadi sasaran tim penegak hukum Pergub No. 46 Tahun 2020 dan Perbup No. 41 Tahun 2020.

Sebelum Tim Yustisi turun ke lapangan, seluruh petugas gabungan dikumpulkan untuk diberikan pengarahan dalam apel konsolidasi Tim Yustisi Penegakan protokol kesehatan (Prokes) yang digelar di Mapolres Buleleng.

Turut hadir memberikan pengarahan Ketua GTPP Covid-19 yang juga Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Sekertaris GTPP Covid-19 Gede Suyasa,

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa dan Kasat Pol PP Buleleng I Putu Artawan.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana usai apel konsolidasi mengaku, penerapan Pergub No. 46 Tahun 2020 dan Perbup No. 41 tahun 2020 protokol kesehatan masih sebatas di permukaan saja.

Karena masih ditemui sejumlah pelanggaran prokes oleh masyarakat terutama di desa-desa. “Kami minta tim yustisi gabungan lebih banyak turun melakukan operasi gabungan prokes khususnya

di desa-desa. Agar bisa di desa-desa mengurangi kegiatan acara keagamaan dan kegiatan lain yang sifatnya kerumunan. Termasuk kegiatan judi tajen,” kata pria yang juga Ketua DPC PDIP Buleleng.

Bupati Agus menyebut, di desa-desa kendati ada pararem penggunaan masker, namun kenyataan belum maksimal diberlakukan.

Menurutnya, di masa new normal ini seolah-olah masyarakat di desa sudah bebas dan sudah boleh melakukan aktivitas tanpa mengikuti prokes kesehatan.

Dampaknya, angka kasus Covid-19 di Buleleng justru meningkat. Masyarakat seperti tidak khawatir sama sekali.

Padahal, klaster keluarga dan petugas medis (nakes) sudah banyak terjadi dan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Khususnya pada zona-zona merah yang masih penularan Covid-19,” papar Bupati Agus.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/