alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Satu Pendaki Asal Denpasar Jatuh di Gunung Catur Pura Puncak Mangu

MANGUPURA-Martin, 47, salah seorang pendaki asal Kota Denpasar terpaksa dievakuasi dari puncak usai terjauh saat menuruni Gunung Catur Pura Puncak Mangu, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Minggu (17/10) sekitar pukul 13.00 WITA kemarin.

 

Korban dievakuasi dengan cara ditandu dari atas puncak oleh tim SAR gabungan.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, Senin (18/20) membenarkan dengan insiden yang dialami pendaki asal Denpasar.

 

Dijelaskan, kronologi hingga musibah menimpa korban, berawal saat Korban bersama lima orang rekannya, yakni Iwan 51, Silviana 45, Yeni 44, Cleef 22, Celsy, 20 mendaki Gunung Catur Pura Puncak Mangu pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WITA.

Baca Juga:  Beri Rasa Aman ke Wisatawan, Basarnas Siagakan Personil di Selat Bali
- Advertisement -

 

Namun saat hendak menuruni gunung salah satu pendaki, bernama Cleef tiba – tiba terpeleset.

 

Saat terpeleset itulah, Cleef tak sengaja ikut menarik korban Martin hingga jatuh dan menyebabkan korban mengalami cedera. 

 

“Benar satu orang pendaki mengalami dislokasi di bagian lutut, dan kami menerima laporan informasi dari salah satu rekan pendaki (Saksi Iwan) pada pukul 14.35 WITA” terang Gede Darmada.

 

Selanjutnya, usai mendapat laporan, tim rescue Basarnas Bali tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WITA dan langsung bergabung dengan Tim SAR Gabungan melakukan pendakian dari jalur Desa Baturiti, Tabanan.

 

Usai melakukan pendakian, sekitar pukul 19.15 WITA, tim SAR Gabungan menemukan lokasi korban pada ketinggian 1960 Mdpl dan selanjutnya dievakuasi menuju jalur pendakian beratan bedugul. 

Baca Juga:  Resmi Dihentikan, Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan KMP Yunicee

 

“Target tidak bisa berjalan, evakuasi dilakukan dengan menggunakan tandu, kendati medan sulit dan licin tim rescue harus tetap berhati-hati,” ungkap Darmada. 

 

Setelah dievakuasi korban tiba di Pos 1 pada Senin (18/10) sekitar pukul 06.30 WITA dan selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Bali Med Denpasar menggunakan ambulance Potensi SAR 115. 

 

“Proses evakuasi turut melibatkan unsur SAR Gabungan yang meliputi tim dari Basarnas Bali, Polsek Baturiti, BPBD Kabupaten Tabanan, PMI Tabanan, Potensi SAR Radio 115, SAI Rescue, serta keluarga korban dan masyarakat setempat,” tukas Darmada.

- Advertisement -

MANGUPURA-Martin, 47, salah seorang pendaki asal Kota Denpasar terpaksa dievakuasi dari puncak usai terjauh saat menuruni Gunung Catur Pura Puncak Mangu, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Minggu (17/10) sekitar pukul 13.00 WITA kemarin.

 

Korban dievakuasi dengan cara ditandu dari atas puncak oleh tim SAR gabungan.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, Senin (18/20) membenarkan dengan insiden yang dialami pendaki asal Denpasar.

 

Dijelaskan, kronologi hingga musibah menimpa korban, berawal saat Korban bersama lima orang rekannya, yakni Iwan 51, Silviana 45, Yeni 44, Cleef 22, Celsy, 20 mendaki Gunung Catur Pura Puncak Mangu pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WITA.

Baca Juga:  Kegiatan Sekolah Diliburkan, Buleleng Anggarkan Rp 10 M untuk Corona

 

Namun saat hendak menuruni gunung salah satu pendaki, bernama Cleef tiba – tiba terpeleset.

 

Saat terpeleset itulah, Cleef tak sengaja ikut menarik korban Martin hingga jatuh dan menyebabkan korban mengalami cedera. 

 

“Benar satu orang pendaki mengalami dislokasi di bagian lutut, dan kami menerima laporan informasi dari salah satu rekan pendaki (Saksi Iwan) pada pukul 14.35 WITA” terang Gede Darmada.

 

Selanjutnya, usai mendapat laporan, tim rescue Basarnas Bali tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WITA dan langsung bergabung dengan Tim SAR Gabungan melakukan pendakian dari jalur Desa Baturiti, Tabanan.

 

Usai melakukan pendakian, sekitar pukul 19.15 WITA, tim SAR Gabungan menemukan lokasi korban pada ketinggian 1960 Mdpl dan selanjutnya dievakuasi menuju jalur pendakian beratan bedugul. 

Baca Juga:  HI...NGERI! Lagi Mancing, Syok Temukan Mayat Misterius di Pantai Geger

 

“Target tidak bisa berjalan, evakuasi dilakukan dengan menggunakan tandu, kendati medan sulit dan licin tim rescue harus tetap berhati-hati,” ungkap Darmada. 

 

Setelah dievakuasi korban tiba di Pos 1 pada Senin (18/10) sekitar pukul 06.30 WITA dan selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Bali Med Denpasar menggunakan ambulance Potensi SAR 115. 

 

“Proses evakuasi turut melibatkan unsur SAR Gabungan yang meliputi tim dari Basarnas Bali, Polsek Baturiti, BPBD Kabupaten Tabanan, PMI Tabanan, Potensi SAR Radio 115, SAI Rescue, serta keluarga korban dan masyarakat setempat,” tukas Darmada.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/