alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Badah…Buleleng Rawan Maling, Sehari Toko dan Merajan Dibobol

RadarBali.com – Aksi pencurian di Buleleng kian merajalela. Buktinya, dalam sehari, dua kali tindakan pencurian terjadi di Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Buleleng pada Jumat kemarin (17/11).

Yakni di sebuah toko dan di sebuah bangunan suci milik Merajan Suun. Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami kasus ini serta melakukan pengejaran terhadap pelaku tersebut.

Berdasar keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali kemarin, pemilik toko yang diketahui bernama I Ketut Setiawan,57 mengaku, pagi pukul 05.30 baru saja terbangun dari tidurnya.

“Saya melihat pintu belakang yang tidak terkunci dalam keadaan terbuka,” ujarnya kemarin. Merasa curiga, Setiawan pun kemudian mengecek tempat jualannya yang kebetulan menyatu bersama rumahnya tersebut.

Betapa terkejutnya Setiawan melihat beberapa barangnya hilang. Antaranya dua slop rokok serta uang tunai senilai Rp 1 juta yang disimpan di dalam kotak lenyap.

Tak hanya itu, Setiawan juga kehilangan dua buah handphone merek samsung yang di charger di atas meja kamar tamu.

Total kerugian sekitar Rp 13 juta. Atas kejadian tersebut, Setiawan pun kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian polsek Busungbiu.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP Nyoman Suartika saat dikonfirmasi koran ini.

“Dugaan sementara, pelaku diperkirakan masuk dan keluar lewat pintu belakang. Pelaku masih di lidik Polsek Busungbiu,” ungkapnya kemarin.

Masih di desa yang sama, yakni Desa Sepang, kemarin juga terjadi sebuah pencurian di sebuah bangunan suci milik Mrajan Suun yang berada dekat rumah milik I Ketut Parwata,68.

Ia mendapatkan kabar bahwa ada kotak sesari tergeletak di pinggir sungai pada pukul 06.00. Mendengar kabar tersebut, Parwata pun mengajak Ketut Wastini untuk melihat kotak yang bertuliskan Genah Sesari tersebut.

Betapa terkejutnya Parwata, ternyata kotak sesari tersebut milik Mrajan Suun. “Kotak sesari mestinya disimpan di bangunan suci dekat rumah saya,” ujarnya.

Sepengetahuan Parwata, kotak sesari tersebut berisi uang tunai sebanyak Rp 2,5 juta. “Iya benar, pihak kepolisian pun setelah menerima laporan tersebut,

sudah mendatangi tempat kejadian serta menginterogasi korban dan saksi-saksi,” lanjut Kasubag Humas Polres Buleleng, Suartika kemarin.

Aparat  kepolisian Polres Buleleng saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dua kejadian pencurian yang terjadi di Desa Sepang tersebut.

“Beberapa barang bukti sudah kami amankan. Sementara pelaku masih kami kejar,” tegasnya. 



RadarBali.com – Aksi pencurian di Buleleng kian merajalela. Buktinya, dalam sehari, dua kali tindakan pencurian terjadi di Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Buleleng pada Jumat kemarin (17/11).

Yakni di sebuah toko dan di sebuah bangunan suci milik Merajan Suun. Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami kasus ini serta melakukan pengejaran terhadap pelaku tersebut.

Berdasar keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali kemarin, pemilik toko yang diketahui bernama I Ketut Setiawan,57 mengaku, pagi pukul 05.30 baru saja terbangun dari tidurnya.

“Saya melihat pintu belakang yang tidak terkunci dalam keadaan terbuka,” ujarnya kemarin. Merasa curiga, Setiawan pun kemudian mengecek tempat jualannya yang kebetulan menyatu bersama rumahnya tersebut.

Betapa terkejutnya Setiawan melihat beberapa barangnya hilang. Antaranya dua slop rokok serta uang tunai senilai Rp 1 juta yang disimpan di dalam kotak lenyap.

Tak hanya itu, Setiawan juga kehilangan dua buah handphone merek samsung yang di charger di atas meja kamar tamu.

Total kerugian sekitar Rp 13 juta. Atas kejadian tersebut, Setiawan pun kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian polsek Busungbiu.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP Nyoman Suartika saat dikonfirmasi koran ini.

“Dugaan sementara, pelaku diperkirakan masuk dan keluar lewat pintu belakang. Pelaku masih di lidik Polsek Busungbiu,” ungkapnya kemarin.

Masih di desa yang sama, yakni Desa Sepang, kemarin juga terjadi sebuah pencurian di sebuah bangunan suci milik Mrajan Suun yang berada dekat rumah milik I Ketut Parwata,68.

Ia mendapatkan kabar bahwa ada kotak sesari tergeletak di pinggir sungai pada pukul 06.00. Mendengar kabar tersebut, Parwata pun mengajak Ketut Wastini untuk melihat kotak yang bertuliskan Genah Sesari tersebut.

Betapa terkejutnya Parwata, ternyata kotak sesari tersebut milik Mrajan Suun. “Kotak sesari mestinya disimpan di bangunan suci dekat rumah saya,” ujarnya.

Sepengetahuan Parwata, kotak sesari tersebut berisi uang tunai sebanyak Rp 2,5 juta. “Iya benar, pihak kepolisian pun setelah menerima laporan tersebut,

sudah mendatangi tempat kejadian serta menginterogasi korban dan saksi-saksi,” lanjut Kasubag Humas Polres Buleleng, Suartika kemarin.

Aparat  kepolisian Polres Buleleng saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dua kejadian pencurian yang terjadi di Desa Sepang tersebut.

“Beberapa barang bukti sudah kami amankan. Sementara pelaku masih kami kejar,” tegasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/