26.5 C
Denpasar
Saturday, April 1, 2023

Pemprov Bali Pastikan Tak Ada Pembatasan Wisatawan Saat Nataru

DENPASAR– Kekhawatiran sejumlah pihak dengan adanya pembatasan kedatangan saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) akhirnya terjawab.

 

Pemerintah provinsi (Pemprov) Bali melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali memastikan, tidak ada pembatasan bagi wisatawan yang akan datang berlibur saat Nataru mendatang.

 

Meski demikian, pemerintah hanya akan memperketat dan mengimbau bagi para wisatawan yang akan datang ke Bali saat Nataru untuk tetap menerapkan protocol kesehatan (prokes) secara ketat.

 

Tujuan memperketat penerapan prokes itu, yakni untuk mengantisipasi adanya ledakan dan paparan gelombang baru paparan Covid-19.

 

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin saat dikonformasi, Rabu (17/11) kemarin. 

Baca Juga:  Pasien Sembuh Naik, Koster Pede Buka Pariwisata untuk Turis Domestik

 

 

“Arahan satgas nasional demikian. Tidak ada pembatasan kunjungan orang atau wisatawan ke Bali. Tetapi yang ada hanya pengetatan prokes,” jelas Rentin. 

 

Tujuannya, imbuh Made Rentin, yakni supaya wisatawan percaya datang ke daerah tujuan wisata yang ada di Bali.

 

Selain itu, para wisatawan juga diharapkan benar-benar menerapkan standar operasional prosedur di masa pandemi saat ini.

 

Terlebih lagi, sebagian besar daerah tujuan wisata telah terseleksi dan memiliki sertifikat CHSE. 

 

Dengan demikian pengetatan prokes bagi wisatawan yang datang dapat diatensi dengan  baik.

 

 

Sementara dikonfirmasi terpisah Plt Kadispar Bali, Tjok Bagus Pemayun  juga mengatakan yang sama.

Baca Juga:  Wisman Australia, Korea, Irlandia, Swiss Dukung Kebijakan Gubernur Bali

 

Menurutnya, pemerintah tidak melakukan pembatasan wisatawan yang akan datang ke Bali.

 

“Wisatawan hanya tinggal menjalankan SOP CHSE yang telah berjalan. Tidak ada batasan untuk kedatangan wisatawan. SOP CHSE kan sudah ada sebelumnya, tinggal jalankan SOP itu saja,” paparnya.

 

Sebagai bentuk persiapan, pemantauan penyebaran Covid-19 di Bali telah menggunakan sistem digital Aplikasi Pedili Lindungi.

 

Tercatat Aplikasi PeduliLindungi terdaftar dan terinstal di 737 hotel, 241 restoran, 125 tempat wisata, dan 92 mall atau supermarket.



DENPASAR– Kekhawatiran sejumlah pihak dengan adanya pembatasan kedatangan saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) akhirnya terjawab.

 

Pemerintah provinsi (Pemprov) Bali melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali memastikan, tidak ada pembatasan bagi wisatawan yang akan datang berlibur saat Nataru mendatang.

 

Meski demikian, pemerintah hanya akan memperketat dan mengimbau bagi para wisatawan yang akan datang ke Bali saat Nataru untuk tetap menerapkan protocol kesehatan (prokes) secara ketat.

 

Tujuan memperketat penerapan prokes itu, yakni untuk mengantisipasi adanya ledakan dan paparan gelombang baru paparan Covid-19.

 

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin saat dikonformasi, Rabu (17/11) kemarin. 

Baca Juga:  Awas! Lagi Ambil Uang, Kaca Mobil Dikepruk, Begini Persis Kejadiannya

 

 

“Arahan satgas nasional demikian. Tidak ada pembatasan kunjungan orang atau wisatawan ke Bali. Tetapi yang ada hanya pengetatan prokes,” jelas Rentin. 

 

Tujuannya, imbuh Made Rentin, yakni supaya wisatawan percaya datang ke daerah tujuan wisata yang ada di Bali.

 

Selain itu, para wisatawan juga diharapkan benar-benar menerapkan standar operasional prosedur di masa pandemi saat ini.

 

Terlebih lagi, sebagian besar daerah tujuan wisata telah terseleksi dan memiliki sertifikat CHSE. 

 

Dengan demikian pengetatan prokes bagi wisatawan yang datang dapat diatensi dengan  baik.

 

 

Sementara dikonfirmasi terpisah Plt Kadispar Bali, Tjok Bagus Pemayun  juga mengatakan yang sama.

Baca Juga:  OTT Dugaan Pungli Desa Adat, Ngurah Harta: Mari Duduk Bersama!

 

Menurutnya, pemerintah tidak melakukan pembatasan wisatawan yang akan datang ke Bali.

 

“Wisatawan hanya tinggal menjalankan SOP CHSE yang telah berjalan. Tidak ada batasan untuk kedatangan wisatawan. SOP CHSE kan sudah ada sebelumnya, tinggal jalankan SOP itu saja,” paparnya.

 

Sebagai bentuk persiapan, pemantauan penyebaran Covid-19 di Bali telah menggunakan sistem digital Aplikasi Pedili Lindungi.

 

Tercatat Aplikasi PeduliLindungi terdaftar dan terinstal di 737 hotel, 241 restoran, 125 tempat wisata, dan 92 mall atau supermarket.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru