alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Apes, Parkir di Tepi Jalan, Mesin Traktor Lenyap Tanpa Bekas

TABANAN – Pencurian di empat toko di Jalan Ahmad Yani, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri Jumat (15/12) lalu belum terungkap pelakunya.

Namun, pencurian kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tabanan.  Minggu pagi (17/12) pencurian terjadi di Banjar Delod Peken, Desa Timpag, Kerambitan.

Satu mesin traktor milik I Nyoman Sumadia, 51, asal BanjarDelod Peken lenyap dimutilasi pencuri.

“Traktornya diparkir di pinggir Jalan Umum Meliling-Jegu, masuk Subak Timpag, di wilayah Banjar Delod Peken, Desa Timpag,” kata Kapolsek Kerambitan Kompol Wayan Suana.

Dia menjelaskan, usai digunakan menggarap sawah di areal Subak Timpag, traktor dalam kondisi utuh diparkir dan ditutupi terpal.

Selama beberapa hari, traktor itu menginap di lokasi tersebut. Barulah di hari Minggu (17/12) sekitar Pukul 06.00 korban yang juga bekerja sebagai petani ini hendak mengambil dan memindahkan traktor ke rumah.

Baca Juga:  Parkir Pinggir Jalan, Mobil Pikap Angkut Kardus Tiba-tiba Terbakar

Saat didekati, dia melihat terpal penutup traktor terbuka. Setelah dicek, mesin traktor merek Yanmar sudah hilang sehingga korban dirugikan Rp13 juta.

“Kejadian tersebut dilaporkan ke kadus dan Polsek Kerambitan,” jelasnya. Suana mengatakan, saat ini perkara tersebut ditangani Unit Reskrim Polsek Kerambitan.

Mengenai pelaku, dia belum berhasil mengungkapnya. “Masih lidik,” jelasnya. Suana mengatakan, mesin traktor memang mudah dicuri.

Sebab, dengan melepas dua baut saja, mesin sudah bisa dilepas dari rangkanya. “Kemungkinan diangkut pakai mobil,” kata dia.

Selama bertugas di Polsek Kerambitan, Suana mengaku kasus pencurian mesin traktor merupakan yang pertama. Namun, ini sudah berkali-kali terjadi di beberapa tempat lain.

Untuk itu, dia mengimbau kepada petani untuk tetap waspada pada barang berharga. Selain traktor, juga hasil bumi, contoh gabah, jangan ditinggal di sembarang tempat.

Baca Juga:  Salut! Polsek Kediri Razia Prokes sambil Bagikan Sayuran Gratis

“Padahal kami sudah sering mengimbau. Namun, sering disepelekan,” pungkasnya. 



TABANAN – Pencurian di empat toko di Jalan Ahmad Yani, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri Jumat (15/12) lalu belum terungkap pelakunya.

Namun, pencurian kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tabanan.  Minggu pagi (17/12) pencurian terjadi di Banjar Delod Peken, Desa Timpag, Kerambitan.

Satu mesin traktor milik I Nyoman Sumadia, 51, asal BanjarDelod Peken lenyap dimutilasi pencuri.

“Traktornya diparkir di pinggir Jalan Umum Meliling-Jegu, masuk Subak Timpag, di wilayah Banjar Delod Peken, Desa Timpag,” kata Kapolsek Kerambitan Kompol Wayan Suana.

Dia menjelaskan, usai digunakan menggarap sawah di areal Subak Timpag, traktor dalam kondisi utuh diparkir dan ditutupi terpal.

Selama beberapa hari, traktor itu menginap di lokasi tersebut. Barulah di hari Minggu (17/12) sekitar Pukul 06.00 korban yang juga bekerja sebagai petani ini hendak mengambil dan memindahkan traktor ke rumah.

Baca Juga:  Rental Mobil Avanza, Digadaikan, Warga Pupuan Diciduk Polsek Kediri

Saat didekati, dia melihat terpal penutup traktor terbuka. Setelah dicek, mesin traktor merek Yanmar sudah hilang sehingga korban dirugikan Rp13 juta.

“Kejadian tersebut dilaporkan ke kadus dan Polsek Kerambitan,” jelasnya. Suana mengatakan, saat ini perkara tersebut ditangani Unit Reskrim Polsek Kerambitan.

Mengenai pelaku, dia belum berhasil mengungkapnya. “Masih lidik,” jelasnya. Suana mengatakan, mesin traktor memang mudah dicuri.

Sebab, dengan melepas dua baut saja, mesin sudah bisa dilepas dari rangkanya. “Kemungkinan diangkut pakai mobil,” kata dia.

Selama bertugas di Polsek Kerambitan, Suana mengaku kasus pencurian mesin traktor merupakan yang pertama. Namun, ini sudah berkali-kali terjadi di beberapa tempat lain.

Untuk itu, dia mengimbau kepada petani untuk tetap waspada pada barang berharga. Selain traktor, juga hasil bumi, contoh gabah, jangan ditinggal di sembarang tempat.

Baca Juga:  Hujan Deras, Pohon Bunut Tua dan Angker Tumbang Timpa Pelinggih

“Padahal kami sudah sering mengimbau. Namun, sering disepelekan,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/