alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

NGERI! Hindari Jurang, Bus Hantam Mahasiswa Poltekkes Hingga Tewas

SINGARAJA – Kecelakaan maut terjadi di KM 12 Jalan Raya Singaraja-Denpasar, sekitar pukul 13.00 siang kemarin (17/12).

Seorang mahasiswi jurusan gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Denpasar, tewas seketika setelah ditabrak bus pariwisata.

Selain itu puluhan penumpang bus dalam kondisi luka-luka sehingga harus dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan perawatan intensif.

Peristiwa berawal ketika bus dengan nomor polisi AB 7267 JN melaju dari arah Bedugul menuju Singaraja.

Bus dilaporkan mengangkut 35 orang siswa kelas XI SMK Nusa Bhakti Semarang. Menurut rencana, mereka akan kembali ke Semarang, setelah sempat liburan di Bali sejak Kamis (14/12) lalu.

Kemarin, rombongan hendak kembali ke Semarang via Singaraja. Sebelum melintas di jalur maut Singaraja – Denpasar, rombongan sempat makan siang dan bermain wahana air di Bedugul.

Rombongan lantas melanjutkan perjalanan menuju Gilimanuk via Singaraja pada pukul 12.00 siang.

Begitu sampai di lokasi kejadian, rem bus yang dikemudikan Budi Mulyono, 40, warga Klaten, Jawa Tengah itu disebut dalam kondisi blong.

Akibatnya sopir berusaha mengarahkan bus ke sisi timur karena ada tebing yang bisa meredam laju kendaraan.

Apesnya saat bus menuju tebing, muncul sepeda motor DK 6602 VL yang dikemudikan Komang Darmiasih, 21, warga Kelurahan Kaliuntu, Singaraja.

Darmiasih datang dari arah Singaraja hendak menuju Denpasar. Rencananya ia akan kembali ke kos, karena hari ini masih mengikuti perkuliahan.

Saat itu Darmiasih sudah berusaha menepi karena bus masuk ke lajur berlawanan. Bus langsung menabrak Darmiasih, hingga badan bus terguling.

Sepeda motor yang dikemudikan korban terpental hingga sepuluh meter. Sementara korban terseret sejauh lima meter dan tergencet tubuh bus, hingga tewas seketika.

Korban baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.00 siang, setelah sebuah truk derek dikerahkan. Warga setempat, Ketut Sumara mengaku saat kejadian ia mendengar suara hantaman keras.

Ia pun langsung menuju arah Gitgit Twin Waterfall, karena mengira ada kecelakaan. Dugaan itu tepat. Saat itu, ia melihat bus sudah dalam posisi terguling di sisi timur jalan.

Warga pun berusaha membantu mengevakuasi seluruh penumpang yang ada di dalam bus. “Kaca belakangnya pecah, jadi semua dikeluarkan lewat belakang. Ada yang luka-luka, patah tulang, kebanyakan nangis dan syok,” kata Sumara.

Warga pun baru mengetahui ada korban tergencet, setelah 30 menit melakukan evakuasi.



SINGARAJA – Kecelakaan maut terjadi di KM 12 Jalan Raya Singaraja-Denpasar, sekitar pukul 13.00 siang kemarin (17/12).

Seorang mahasiswi jurusan gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Denpasar, tewas seketika setelah ditabrak bus pariwisata.

Selain itu puluhan penumpang bus dalam kondisi luka-luka sehingga harus dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan perawatan intensif.

Peristiwa berawal ketika bus dengan nomor polisi AB 7267 JN melaju dari arah Bedugul menuju Singaraja.

Bus dilaporkan mengangkut 35 orang siswa kelas XI SMK Nusa Bhakti Semarang. Menurut rencana, mereka akan kembali ke Semarang, setelah sempat liburan di Bali sejak Kamis (14/12) lalu.

Kemarin, rombongan hendak kembali ke Semarang via Singaraja. Sebelum melintas di jalur maut Singaraja – Denpasar, rombongan sempat makan siang dan bermain wahana air di Bedugul.

Rombongan lantas melanjutkan perjalanan menuju Gilimanuk via Singaraja pada pukul 12.00 siang.

Begitu sampai di lokasi kejadian, rem bus yang dikemudikan Budi Mulyono, 40, warga Klaten, Jawa Tengah itu disebut dalam kondisi blong.

Akibatnya sopir berusaha mengarahkan bus ke sisi timur karena ada tebing yang bisa meredam laju kendaraan.

Apesnya saat bus menuju tebing, muncul sepeda motor DK 6602 VL yang dikemudikan Komang Darmiasih, 21, warga Kelurahan Kaliuntu, Singaraja.

Darmiasih datang dari arah Singaraja hendak menuju Denpasar. Rencananya ia akan kembali ke kos, karena hari ini masih mengikuti perkuliahan.

Saat itu Darmiasih sudah berusaha menepi karena bus masuk ke lajur berlawanan. Bus langsung menabrak Darmiasih, hingga badan bus terguling.

Sepeda motor yang dikemudikan korban terpental hingga sepuluh meter. Sementara korban terseret sejauh lima meter dan tergencet tubuh bus, hingga tewas seketika.

Korban baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.00 siang, setelah sebuah truk derek dikerahkan. Warga setempat, Ketut Sumara mengaku saat kejadian ia mendengar suara hantaman keras.

Ia pun langsung menuju arah Gitgit Twin Waterfall, karena mengira ada kecelakaan. Dugaan itu tepat. Saat itu, ia melihat bus sudah dalam posisi terguling di sisi timur jalan.

Warga pun berusaha membantu mengevakuasi seluruh penumpang yang ada di dalam bus. “Kaca belakangnya pecah, jadi semua dikeluarkan lewat belakang. Ada yang luka-luka, patah tulang, kebanyakan nangis dan syok,” kata Sumara.

Warga pun baru mengetahui ada korban tergencet, setelah 30 menit melakukan evakuasi.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/