alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Atap Rangka Ambruk, Kejari Badung Ambil Sampel Proyek GMM

MANGUPURA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung mulai melakukan penyelidikan terhadap ambruknya rangka baja pada bagian atap proyek gedung balai budaya Graha Mangu Mandala (GMM).

Hal itu dilakukan lantaran proyek senilai Rp 317 miliar itu belum kelar, namun rangka atap yang baru dipasang bermasalah.

Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Bali, Kejari Badung sudah turun ke lokasi untuk mengambil sampel bahan rangka atap baja yang roboh.

“Nanti sampel rangka atap baja ini akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Hasilnya akan keluar seminggu lagi,” ungkap Kasi Intel Kejari Badung, Waher Tarihoran, kemarin (17/12).

Hasil dari laboratorium ini juga akan mengungkap ada tidaknya pengurangan spek dalam pengerjaan Balai Budaya ini.

Terkait temuan-temuan seperti dugaan kelalaian dan pengurangan spesifikasi bahan yang digunakan dalam proyek, Waher enggan berkomentar lebih jauh.

Selain menunggu hasil laboratorium, pihaknya juga mengevaluasi metode pengerjaan. “Untuk saat ini kami akan menunggu hasil lab dulu,” tukasnya.

Ditambahkan, tim TP4D Kejari Badung sebagai pendamping sudah memberikan laporan lengkap terkait robohnya rangka atap.

Pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan tim terkait diantaranya Dinas PU Badung sebagai pemilik proyek. Pertemuan itu dilakukan beberapa hari setelah kejadian.

Di lain sisi, Polsek Mengwi dan Polres Badung juga terus bekerja keras mengungkap misteri di balik peristiwa yang membuat empat pekerja mengalami luka berat itu.

Olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi juga telah dilakukan. Mulai dari para buruh (saksi mata) hingga penanggungjawab proyek.

Untuk diketahui, proyek ini senilai Rp 317 miliar berlokasi di Puspem Badung tepatnya menggunakan lahan bekas gedung Balai Diklat seluas 1,8 hektare.

Pemenang tender adalah PT Tunas Jaya Sanur. Gedung yang dirancang bertaraf internasional ini jika jadi diperkirakan mampu menampung 2.600 penonton dilengkapi panggung terbuka dan dua balkon.

Proyek yang dikerjakan pada Januari 2018 ini ditarget selesai 2019



MANGUPURA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung mulai melakukan penyelidikan terhadap ambruknya rangka baja pada bagian atap proyek gedung balai budaya Graha Mangu Mandala (GMM).

Hal itu dilakukan lantaran proyek senilai Rp 317 miliar itu belum kelar, namun rangka atap yang baru dipasang bermasalah.

Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Bali, Kejari Badung sudah turun ke lokasi untuk mengambil sampel bahan rangka atap baja yang roboh.

“Nanti sampel rangka atap baja ini akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Hasilnya akan keluar seminggu lagi,” ungkap Kasi Intel Kejari Badung, Waher Tarihoran, kemarin (17/12).

Hasil dari laboratorium ini juga akan mengungkap ada tidaknya pengurangan spek dalam pengerjaan Balai Budaya ini.

Terkait temuan-temuan seperti dugaan kelalaian dan pengurangan spesifikasi bahan yang digunakan dalam proyek, Waher enggan berkomentar lebih jauh.

Selain menunggu hasil laboratorium, pihaknya juga mengevaluasi metode pengerjaan. “Untuk saat ini kami akan menunggu hasil lab dulu,” tukasnya.

Ditambahkan, tim TP4D Kejari Badung sebagai pendamping sudah memberikan laporan lengkap terkait robohnya rangka atap.

Pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan tim terkait diantaranya Dinas PU Badung sebagai pemilik proyek. Pertemuan itu dilakukan beberapa hari setelah kejadian.

Di lain sisi, Polsek Mengwi dan Polres Badung juga terus bekerja keras mengungkap misteri di balik peristiwa yang membuat empat pekerja mengalami luka berat itu.

Olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi juga telah dilakukan. Mulai dari para buruh (saksi mata) hingga penanggungjawab proyek.

Untuk diketahui, proyek ini senilai Rp 317 miliar berlokasi di Puspem Badung tepatnya menggunakan lahan bekas gedung Balai Diklat seluas 1,8 hektare.

Pemenang tender adalah PT Tunas Jaya Sanur. Gedung yang dirancang bertaraf internasional ini jika jadi diperkirakan mampu menampung 2.600 penonton dilengkapi panggung terbuka dan dua balkon.

Proyek yang dikerjakan pada Januari 2018 ini ditarget selesai 2019



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/