alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Anyar dan Hendak Diupacarai, Bangunan Atap SDN 1 Batungsel Ambruk

TABANAN– Bangunan atap sekolah dasar (SD) Negeri 1 Batungsel di Banjar Batungsel Kelod, Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan ambruk.

Bangunan atap SD yang terbuat dari kerangka baja ringan ini mendadak ambruk pada Kamis (16/12) lalu.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Pihaknya sekolah telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Tabanan.

Menurut informasi, bangunan atap SDN 1 Batungsel yang ambruk itu baru selesai dilakukan perbaikan.

Perbaikan atap menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. Bahkan pihaknya sekolah berencana akan menggelar upacara, Sabtu besok (18/12) pada bangunan gedung sekolah yang baru saja usai proses perbaikan.

Terkait adanya atap bangunan gedung sekolah yang jebol, Kepala Wilayah Banjar Batungsel Kelod, Ni Wayan Keliasih, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

 “Iya. Bangunan SD 1 Batungsel di wilayah banjar kami. Di Banjar Batungsel Kelod. Kejadiannya sekitar pukul 22.00,” jelasnya, Jumat (17/12).

Baca Juga:  Catat!! Ini Nama Dua Kontraktor yang Di-Black List Pemkab Klungkung
- Advertisement -

Syukurnya, kata Ni Wayan Keliasih, akibat ambruknya atap, tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Terutama siswa. Karena kebetulan jebolnya atap bangunan yang akan diperuntukan sebagai ruang kelas itu terjadi pada malam hari.

“Padahal sesuai rencana, bangunan sekolah tersebut besok akan diupacarai, sebelum digunakan. Namun belum diupacarai sudah jebol,”ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, pihak kontraktor dan pelaksana proyek sudah meninjau kerusakannya.

Dari hasil peninjauan itu, menurut Keliasih, penyebab ambruknya atap SD tersebut dikarenakan rangka atau kap baja di bagian bawah tidak kuat menahan beban.

Hal itu membuat kap baja pada bagian atas yang baru dipasang ikut ambruk. Terlebih kap tersebut mesti menahan beban material genteng yang juga baru dipasang.

“Jadi tidak semuanya baru. Yang kap di bawah lama. Yang kap atas baru. Termasuk gentengnya juga baru,” imbuhnya.

Baca Juga:  Ditinggal Mijat, Rumah Warga Desa Baluk Negara Ludes Terbakar

Dia mengaku tidak mengetahui pasti sumber anggaran perbaikan tersebut. Yang dia ketahui bahwa perbaikan tersebut mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Disisi lain Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan, I Gusti Ngurah Putu Darma Utama, menyebutkan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke tingkat pimpinan.

Selain itu, pihaknya juga sudah sudah menegur pihak pelaksana proyek yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021.

Karena itu, kemarin pihaknya juga telah menugaskan Kepala Bidang Sekolah Dasar untuk melakukan pemeriksaan ke lapangan.

 “Selanjutnya melakukan koordinasi dan melakukan evaluasi di dinas bersama pihak pengawas dan pelaksana kegiatan,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah meminta komitmen pihak rekanan untuk melakukan perbaikan dalam kurun waktu 45 hari kerja.

 “Tentu dengan menandatangani surat pernyataan kesanggupan melakukan perbaikan. Dan pelaksanaannya nanti diawasi secara intensif oleh pihak konsultan, pengawas, dan PPTK,” tandasnya. 

- Advertisement -

TABANAN– Bangunan atap sekolah dasar (SD) Negeri 1 Batungsel di Banjar Batungsel Kelod, Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan ambruk.

Bangunan atap SD yang terbuat dari kerangka baja ringan ini mendadak ambruk pada Kamis (16/12) lalu.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Pihaknya sekolah telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Tabanan.

Menurut informasi, bangunan atap SDN 1 Batungsel yang ambruk itu baru selesai dilakukan perbaikan.

Perbaikan atap menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. Bahkan pihaknya sekolah berencana akan menggelar upacara, Sabtu besok (18/12) pada bangunan gedung sekolah yang baru saja usai proses perbaikan.

Terkait adanya atap bangunan gedung sekolah yang jebol, Kepala Wilayah Banjar Batungsel Kelod, Ni Wayan Keliasih, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

 “Iya. Bangunan SD 1 Batungsel di wilayah banjar kami. Di Banjar Batungsel Kelod. Kejadiannya sekitar pukul 22.00,” jelasnya, Jumat (17/12).

Baca Juga:  Perbaikan Jalan di Tabanan Jadi Skala Prioritas

Syukurnya, kata Ni Wayan Keliasih, akibat ambruknya atap, tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Terutama siswa. Karena kebetulan jebolnya atap bangunan yang akan diperuntukan sebagai ruang kelas itu terjadi pada malam hari.

“Padahal sesuai rencana, bangunan sekolah tersebut besok akan diupacarai, sebelum digunakan. Namun belum diupacarai sudah jebol,”ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, pihak kontraktor dan pelaksana proyek sudah meninjau kerusakannya.

Dari hasil peninjauan itu, menurut Keliasih, penyebab ambruknya atap SD tersebut dikarenakan rangka atau kap baja di bagian bawah tidak kuat menahan beban.

Hal itu membuat kap baja pada bagian atas yang baru dipasang ikut ambruk. Terlebih kap tersebut mesti menahan beban material genteng yang juga baru dipasang.

“Jadi tidak semuanya baru. Yang kap di bawah lama. Yang kap atas baru. Termasuk gentengnya juga baru,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tekan Covid, Satgas Minta Pasangan Calon Pengantin Rapid Antigen

Dia mengaku tidak mengetahui pasti sumber anggaran perbaikan tersebut. Yang dia ketahui bahwa perbaikan tersebut mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Disisi lain Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan, I Gusti Ngurah Putu Darma Utama, menyebutkan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke tingkat pimpinan.

Selain itu, pihaknya juga sudah sudah menegur pihak pelaksana proyek yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021.

Karena itu, kemarin pihaknya juga telah menugaskan Kepala Bidang Sekolah Dasar untuk melakukan pemeriksaan ke lapangan.

 “Selanjutnya melakukan koordinasi dan melakukan evaluasi di dinas bersama pihak pengawas dan pelaksana kegiatan,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah meminta komitmen pihak rekanan untuk melakukan perbaikan dalam kurun waktu 45 hari kerja.

 “Tentu dengan menandatangani surat pernyataan kesanggupan melakukan perbaikan. Dan pelaksanaannya nanti diawasi secara intensif oleh pihak konsultan, pengawas, dan PPTK,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/