alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Minimalisir Jatuh Korban, BPBD Gelar Simulasi Penanganan Bencana

NEGARA – Bencana hidrometeorologi diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Terutama bencana yang disebabkan oleh musim hujan yang berpotensi terjadi hingga bulan Februari 2022 mendatang.

Untuk itu, guna mengantisipasi dan mengurangi resiko jatuhnya korban, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, melakukan simulasi dan pengecekan sarana prasarana menghadapi bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, simulasi penanganan bencana melibatkan seluruh personil tim relasi cepat BPBD Jembrana.

Dalam simulasi, difokuskan penangangan bencana banjir dan longsor, karena potensi masih terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

“Karena masih berpotensi terjadi hujan, masih rawan terjadi banjir dan longsor,” ungkapnya, usai simulasi Jumat kemarin (17/12).

Baca Juga:  Duh Gusti, Dilarang Mandi di Sungai, Nekat, Pelajar SD Tewas Tenggelam

Simulasi digelar, lanjutnya, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani bencana.

- Advertisement -

Simulasi untuk cek kesiapan sarana dan prasarana, sehingga sewaktu waktu bisa digunakan.

Dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, selain meningkatkan kesiapsiagaan personil BPBD Jembrana, pihaknya berkoodinasi dengan instansi terkait dan meminta perangkat desa agar selalu waspada menghadapi terjadinya bencana. 

- Advertisement -

NEGARA – Bencana hidrometeorologi diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Terutama bencana yang disebabkan oleh musim hujan yang berpotensi terjadi hingga bulan Februari 2022 mendatang.

Untuk itu, guna mengantisipasi dan mengurangi resiko jatuhnya korban, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, melakukan simulasi dan pengecekan sarana prasarana menghadapi bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, simulasi penanganan bencana melibatkan seluruh personil tim relasi cepat BPBD Jembrana.

Dalam simulasi, difokuskan penangangan bencana banjir dan longsor, karena potensi masih terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

“Karena masih berpotensi terjadi hujan, masih rawan terjadi banjir dan longsor,” ungkapnya, usai simulasi Jumat kemarin (17/12).

Baca Juga:  Bapak dan Anak Kompak Jadi Pengedar Narkoba

Simulasi digelar, lanjutnya, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani bencana.

Simulasi untuk cek kesiapan sarana dan prasarana, sehingga sewaktu waktu bisa digunakan.

Dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, selain meningkatkan kesiapsiagaan personil BPBD Jembrana, pihaknya berkoodinasi dengan instansi terkait dan meminta perangkat desa agar selalu waspada menghadapi terjadinya bencana. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/