alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Dialihkan untuk Penanganan Covid, Dana Ogoh-Ogoh Rp 12 M Batal Cair

 

MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memastikan dana untuk kreativitas pembuatan ogoh-ogoh saat Nyepi batal dicairkan. Sebagai gantinya anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.

 

Padahal, sebelumnya dana untuk kreativitas Sekaha Teruna-Teruni (STT) di Badung sudah dianggarkan Rp 12 miliar.

 

“Anggaran (untuk ogoh-ogoh) sudah di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Salah satunya seperti pembelian vaksin,” beber Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha, Jumat (19/2).

 

Ditegaskan, dana ogoh-ogoh tidak disalurkan lantaran tahun ini masih dalam konsisi pandemi. Bahkan di Bali dan secara nasional masih dalam kondisi darurat kesehatan. Masyarakat diminta menjaga kesehatan dengan tidak berkerumun.

 

“Sekarang tidak boleh ada pengarakan ogoh-ogoh. Semua itu sesuai dengan Surat Edaran Bersama dari Provinsi Bali,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut dijelaskan, sejatinya anggaran yang sudah disiapkan sebesar Rp 12 miliar. Namun, karena tidak ada kegiatan ogoh-ogoh, dana sudah dikembalikan lagi ke kas daerah.

 

Mantan Camat Petang itu mengaku apa yang dilakukan menindaklanjuti pimpinan. Bisa saja ada perubahan kebijakan menyangkut kreativitas STT.

 

“Bisa saja dilaksanakan pagelaran (ogoh-ogoh) secara online, anggaranya pada APBD perubahan,” bebernya.

 

Sudarwitha menyebut kondisi pandemi seperti saat ini perlu konsep matang kalaupun menggelar parade ogoh-ogoh secara online.

 

“Kalaupun dibentuk dalam olah gerak harus tetap menaati pembatasan jumlah peserta dan melakukan jaga jarak,”tukasnya.



 

MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memastikan dana untuk kreativitas pembuatan ogoh-ogoh saat Nyepi batal dicairkan. Sebagai gantinya anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.

 

Padahal, sebelumnya dana untuk kreativitas Sekaha Teruna-Teruni (STT) di Badung sudah dianggarkan Rp 12 miliar.

 

“Anggaran (untuk ogoh-ogoh) sudah di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Salah satunya seperti pembelian vaksin,” beber Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha, Jumat (19/2).

 

Ditegaskan, dana ogoh-ogoh tidak disalurkan lantaran tahun ini masih dalam konsisi pandemi. Bahkan di Bali dan secara nasional masih dalam kondisi darurat kesehatan. Masyarakat diminta menjaga kesehatan dengan tidak berkerumun.

 

“Sekarang tidak boleh ada pengarakan ogoh-ogoh. Semua itu sesuai dengan Surat Edaran Bersama dari Provinsi Bali,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut dijelaskan, sejatinya anggaran yang sudah disiapkan sebesar Rp 12 miliar. Namun, karena tidak ada kegiatan ogoh-ogoh, dana sudah dikembalikan lagi ke kas daerah.

 

Mantan Camat Petang itu mengaku apa yang dilakukan menindaklanjuti pimpinan. Bisa saja ada perubahan kebijakan menyangkut kreativitas STT.

 

“Bisa saja dilaksanakan pagelaran (ogoh-ogoh) secara online, anggaranya pada APBD perubahan,” bebernya.

 

Sudarwitha menyebut kondisi pandemi seperti saat ini perlu konsep matang kalaupun menggelar parade ogoh-ogoh secara online.

 

“Kalaupun dibentuk dalam olah gerak harus tetap menaati pembatasan jumlah peserta dan melakukan jaga jarak,”tukasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/