alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Dampak Corona, Angkutan Penumpang Via Selat Bali Turun 50 Persen Lebih

NEGARA– Sejak pemerintah pusat memberikan imbauan pada masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah, jumlah pengguna penyeberangan, khususnya angkutan penumpang di Pelabuhan Selat Bali mengalami penurunan signifikan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk Fahmi Alweni mengatakan, sejak imbauan dari pusat berdampak pada pelabuhan penyeberangan Selat Bali dari Pelabuhan Ketapang- Gilimanuk dan sebaliknya.

Bahkan, dampak penurunan angkutan penumpang dari imbauan itu, mencapai 56 persen.

Selain angkutan penumpang, penurunan juga terjadi pada  kendaraan roda dua sebanyak 38 persen dan kendaraan roda empat pribadi sebesar 26 persen.

“Sedangkan untuk kendaraan yang membawa barang ke Pulau Bali justru ada kecenderungan naik,” ujarnya.

Fahmi menegaskan, terkait dengan kabar adanya penutupan pelabuhan penyeberangan sejak dua hari terakhir, dipastikan tidak benar.

 Kabar penutupan pelabuhan karena merebaknya penyebaran virus korona dari sumber yang tidak benar. “Itu kabar hoax,” tegasnya.

Penutupan pelabuhan penyeberangan sementara, hanya dilakukan pada saat Hari Raya Nyepi.

Penutupan sementara diawali dari Pelabuhan Ketapang pada 24 Maret pukul 23.00 wita, sedangkan untuk pelabuhan Gilimanuk penutupan sementara 25 Maret pukul 04.00 wita.

Pelabuhan penyeberangan akan dibuka kembali pada 26 Maret. Pelabuhan Ketapang buka lagi pada pukul 06.00 wita. “Penutupan sementara sekitar 28-29 jam,” jelasnya. 



NEGARA– Sejak pemerintah pusat memberikan imbauan pada masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah, jumlah pengguna penyeberangan, khususnya angkutan penumpang di Pelabuhan Selat Bali mengalami penurunan signifikan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk Fahmi Alweni mengatakan, sejak imbauan dari pusat berdampak pada pelabuhan penyeberangan Selat Bali dari Pelabuhan Ketapang- Gilimanuk dan sebaliknya.

Bahkan, dampak penurunan angkutan penumpang dari imbauan itu, mencapai 56 persen.

Selain angkutan penumpang, penurunan juga terjadi pada  kendaraan roda dua sebanyak 38 persen dan kendaraan roda empat pribadi sebesar 26 persen.

“Sedangkan untuk kendaraan yang membawa barang ke Pulau Bali justru ada kecenderungan naik,” ujarnya.

Fahmi menegaskan, terkait dengan kabar adanya penutupan pelabuhan penyeberangan sejak dua hari terakhir, dipastikan tidak benar.

 Kabar penutupan pelabuhan karena merebaknya penyebaran virus korona dari sumber yang tidak benar. “Itu kabar hoax,” tegasnya.

Penutupan pelabuhan penyeberangan sementara, hanya dilakukan pada saat Hari Raya Nyepi.

Penutupan sementara diawali dari Pelabuhan Ketapang pada 24 Maret pukul 23.00 wita, sedangkan untuk pelabuhan Gilimanuk penutupan sementara 25 Maret pukul 04.00 wita.

Pelabuhan penyeberangan akan dibuka kembali pada 26 Maret. Pelabuhan Ketapang buka lagi pada pukul 06.00 wita. “Penutupan sementara sekitar 28-29 jam,” jelasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/