alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Periksa Sampel Otak Anjing Gigit Empat Warga, Distan Siap Eliminasi

SEMARAPURA – Seekor anjing liar di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung yang dikenal jinak mendadak berubah agresif, Sabtu (17/4) lalu.

Anjing itu mendadak menggigit empat orang warga. Dicurigai anjing tersebut terpapar rabies. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Perbekel Tihingan I Wayan Sugiarta, melaporkan kasus tersebut ke Dinas Pertanian Klungkung.

Tim dari Dinas Pertanian akhirnya turun tangan memburu anjing tersebut. Setelah dilumpuhkan, petugas mengambil sampel otak anjing yang menggigit warga itu untuk dicek ke laboratorium.

Bila positif rabies, tentunya warganya yang terkena gigitan anjing itu harus mendapat VAR lanjutan.

Begitu juga dengan anjing-anjing dicurigai sempat melakukan kontak dengan anjing tersebut perlu mendapatkan penanganan.

Baca Juga:  Anjing Buduh Gigit Sembilan Warga Desa Tihingan Klungkung

“Saat anjingnya kecil dipelihara, tetapi sudah besar dibiarkan begitu saja. Ini yang jadi masalah,” beber Perbekel Sugiarta.

Kadis Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Gede Juanida mengungkapkan, sampel otak anjing yang menggigit empat orang warga Desa Tihingan itu baru dikirim ke laboratorium kemarin pagi.

Kemungkinan Senin hari ini (19/4), hasil pemeriksaan otak anjing itu akan keluar. “Besok rencananya kami akan melakukan vaksinasi.

Bila ada yang memohon untuk dilakukan eliminasi, maka akan dilakukan eliminasi,” tandasIda Bagus Gede Juanida. 

SEMARAPURA – Seekor anjing liar di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung yang dikenal jinak mendadak berubah agresif, Sabtu (17/4) lalu.

Anjing itu mendadak menggigit empat orang warga. Dicurigai anjing tersebut terpapar rabies. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Perbekel Tihingan I Wayan Sugiarta, melaporkan kasus tersebut ke Dinas Pertanian Klungkung.

Tim dari Dinas Pertanian akhirnya turun tangan memburu anjing tersebut. Setelah dilumpuhkan, petugas mengambil sampel otak anjing yang menggigit warga itu untuk dicek ke laboratorium.

Bila positif rabies, tentunya warganya yang terkena gigitan anjing itu harus mendapat VAR lanjutan.

Begitu juga dengan anjing-anjing dicurigai sempat melakukan kontak dengan anjing tersebut perlu mendapatkan penanganan.

Baca Juga:  Debit Air Mengecil, Warga Gelogor Antre 8 Jam Hanya Dapat 2 Ember Air

“Saat anjingnya kecil dipelihara, tetapi sudah besar dibiarkan begitu saja. Ini yang jadi masalah,” beber Perbekel Sugiarta.

Kadis Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Gede Juanida mengungkapkan, sampel otak anjing yang menggigit empat orang warga Desa Tihingan itu baru dikirim ke laboratorium kemarin pagi.

Kemungkinan Senin hari ini (19/4), hasil pemeriksaan otak anjing itu akan keluar. “Besok rencananya kami akan melakukan vaksinasi.

Bila ada yang memohon untuk dilakukan eliminasi, maka akan dilakukan eliminasi,” tandasIda Bagus Gede Juanida. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/