alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Terbakar Berjam-jam, Gudang PT Indo Bambu Ludes Tanpa Sisa

SEMARAPURA—Kebakaran hebat menimpa gudang PT Indo Bambu, Banjar Karangdadi, Kusamba, Dawan, Klungkung, Jumat (18/5) kemarin.  

Kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai miliaran rupiah karena ratusan barang kerajinan bambu siap eksport ludes terbakar.

Selain bahan kerajinan terbakar, bangunan gudang serta tempat kerja perusahaan tersebut hangus karena diamuk si jago merah.

Dinas Pemadam Kebakaran Klungkung berjibaku memadamkan api. Mereka dibantu pemadam kebakaran dari Gianyar dan Kota Denpasar.

Isolasi dilakukan agar kebakaran tidak terus meluas. Api cepat menjalar karena angin cukup kencang dan juga bahan yang mudah terbakar.

Menurut Petugas Komandan Damkar Klungkung Dewa Suarbawa, petugas sudah all out melakukan pemadaman api.

Baca Juga:  Janji Bisa Loloskan Jadi CPNS, Oknum Pensiunan di Buleleng Dipolisikan

 “Untung saja kami mendapat bantuan dari Pemadam Gianyar dan Kota Denpasar,” ujarnya.  kebakaran sempat terjadi cukup lama karena sampai pukul 08.00 wita api belum berhasil di padamkan.

Kapolsek Dawan AKP Kadek Suadnyana menyebutkan, bangunan yang terbakar diketahui PT Indo Bambu dengan pemilik usaha Arif Rabbit yang beralamat di Ketewel, Gianyar.

Menurut informasi, pertama kali kebakaran diketahui saksi mata Rahmat asal Bondowoso dan teman-temannya.

Rahmat mengaku bangun sekitar pukul 04.30 untuk melaksanakan sahur. Namun, dia terkejut karena melihat api cukup besar di belakang Gudang Perusahaan Bambu.

Angin kencang bertiup dari arah pantai membuat api semakin berkobar. Mereka bersama dengan security perusahaan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Dawan.

Baca Juga:  Latihan Motor Cross, Warga Banjar Intaran Temukan Tengkorak, Diduga...

Pekerja wanita yang ditemui  Ni Wayan Wartini asal Belatung, Pesinggahan dan Deasy Arianti dilokasi mengaku sedih dengan kejadian ini.

Karena lokasi tempat kerja ini merupakan tumpuan hidupnya. Kalau terbakar seperti ini jelas perusahan akan rugi dan untuk sementara tidak buka.

“Saya benar – benar terpukul, kalau kondisi seperti ini saya harus makan apa,” pungkasnya. 



SEMARAPURA—Kebakaran hebat menimpa gudang PT Indo Bambu, Banjar Karangdadi, Kusamba, Dawan, Klungkung, Jumat (18/5) kemarin.  

Kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai miliaran rupiah karena ratusan barang kerajinan bambu siap eksport ludes terbakar.

Selain bahan kerajinan terbakar, bangunan gudang serta tempat kerja perusahaan tersebut hangus karena diamuk si jago merah.

Dinas Pemadam Kebakaran Klungkung berjibaku memadamkan api. Mereka dibantu pemadam kebakaran dari Gianyar dan Kota Denpasar.

Isolasi dilakukan agar kebakaran tidak terus meluas. Api cepat menjalar karena angin cukup kencang dan juga bahan yang mudah terbakar.

Menurut Petugas Komandan Damkar Klungkung Dewa Suarbawa, petugas sudah all out melakukan pemadaman api.

Baca Juga:  Wayan Sudirta Bakal All Out Perjuangkan Keadilan Fiskal Bagi Bali

 “Untung saja kami mendapat bantuan dari Pemadam Gianyar dan Kota Denpasar,” ujarnya.  kebakaran sempat terjadi cukup lama karena sampai pukul 08.00 wita api belum berhasil di padamkan.

Kapolsek Dawan AKP Kadek Suadnyana menyebutkan, bangunan yang terbakar diketahui PT Indo Bambu dengan pemilik usaha Arif Rabbit yang beralamat di Ketewel, Gianyar.

Menurut informasi, pertama kali kebakaran diketahui saksi mata Rahmat asal Bondowoso dan teman-temannya.

Rahmat mengaku bangun sekitar pukul 04.30 untuk melaksanakan sahur. Namun, dia terkejut karena melihat api cukup besar di belakang Gudang Perusahaan Bambu.

Angin kencang bertiup dari arah pantai membuat api semakin berkobar. Mereka bersama dengan security perusahaan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Dawan.

Baca Juga:  Mimih! Panjat Pohon Kepala, Petani Tewas Terjatuh

Pekerja wanita yang ditemui  Ni Wayan Wartini asal Belatung, Pesinggahan dan Deasy Arianti dilokasi mengaku sedih dengan kejadian ini.

Karena lokasi tempat kerja ini merupakan tumpuan hidupnya. Kalau terbakar seperti ini jelas perusahan akan rugi dan untuk sementara tidak buka.

“Saya benar – benar terpukul, kalau kondisi seperti ini saya harus makan apa,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/