alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Terharu dengan Semangat Suharsono, Ini Kata Danramil…

RadarBali.com – Meski aksi nekat Suharsono, 40, bersepeda menjelajahi Indonesia banyak yang mencibir, namun banyak juga  yang mengapresiasi.

Apalagi, perjalanannya membawa misi untuk menyebarkan virus nasionalisme, cinta pancasila demi keutuhan NKRI.

Apresiasi disampaikan Danramil Mendoyo Lettu Inf Muhammad Zainul Eksan pada pria asal Sidoarjo, Jawa Timur itu yang mampir untuk beristirahat di Koramil Mendoyo, Rabu (19/7) siang.

Dalam kesempatan itu, Suharsono juga menceritakan pengalaman-pengalamannya selama perjalanan. “Hebat ! misinya mulia, ” kata Danramil.

Menurut Lettu Zainul, di tengah isu dan kekhawatiran perpecahan keutuhan NKRI saat ini, perjalanan panjang dari Sabang sampai Meraoke dengan membawa pesan moral keutuhan NKRI dan cinta pancasila harus diapresiasi.

” Mungkin bagi orang lain itu aneh, tapi pesannya itu harus diapresiasi. Karena apa yang dia lakukan demi Indonesia agar tidak terpecah belah,” ucapnya.

Pesan moral yang dibawa Suharso tertulis dalam kertas yang diletakkan di depan dan belakang sepedanya.

“Walaupun kita beda, tapi kita satu dalam naungan pancasila untuk pemerasatu bangsa”.



RadarBali.com – Meski aksi nekat Suharsono, 40, bersepeda menjelajahi Indonesia banyak yang mencibir, namun banyak juga  yang mengapresiasi.

Apalagi, perjalanannya membawa misi untuk menyebarkan virus nasionalisme, cinta pancasila demi keutuhan NKRI.

Apresiasi disampaikan Danramil Mendoyo Lettu Inf Muhammad Zainul Eksan pada pria asal Sidoarjo, Jawa Timur itu yang mampir untuk beristirahat di Koramil Mendoyo, Rabu (19/7) siang.

Dalam kesempatan itu, Suharsono juga menceritakan pengalaman-pengalamannya selama perjalanan. “Hebat ! misinya mulia, ” kata Danramil.

Menurut Lettu Zainul, di tengah isu dan kekhawatiran perpecahan keutuhan NKRI saat ini, perjalanan panjang dari Sabang sampai Meraoke dengan membawa pesan moral keutuhan NKRI dan cinta pancasila harus diapresiasi.

” Mungkin bagi orang lain itu aneh, tapi pesannya itu harus diapresiasi. Karena apa yang dia lakukan demi Indonesia agar tidak terpecah belah,” ucapnya.

Pesan moral yang dibawa Suharso tertulis dalam kertas yang diletakkan di depan dan belakang sepedanya.

“Walaupun kita beda, tapi kita satu dalam naungan pancasila untuk pemerasatu bangsa”.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/