alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Tidur di Kandang Sapi, Pertapa “Dipaksa” Keluar dari Hutan Negara

RadarBali.com – Seorang warga yang diketahui bernama Mahaguru Aertrya Narayana di evakuasi dari Hutan Negara di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Jumat pagi kemarin.

Evakuasi terhadap Mahaguru Aertrya Narayana yang mengaku dari berasal dari Puri Kesiman, Denpasar tersebut dilakukan Sekdes Tambakan bersama Tim KRPH Bali, Petugas Kehutanan Bali utara, Limas Desa Tambakan, Bhabinkamtibmas, dan Bhabinsa desa Tambakan.

Kapolsek Kubutambahan Komang Sura Maryantika menerangkan, Mahaguru Aertrya  Narayana diketahui memasuki hutan negara sejak 6 Juli lalu tanpa ijin dari instansi terkait.

“Sebelum dilakukan evakuasi, tim telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga. Kami membujuk agar Mahaguru keluar dari hutan negara, namun beliau tidak mau. Apabila ini dibiarkan dikhawatirkan akan jadi contoh sehingga nanti warga ikut menguasai hutan negara tersebut,” ungkapnya kemarin.

Baca Juga:  Angkut Kayu dari Hutan Negara Dini Hari, Pelaku Ilegal Logging Dibekuk

Namun, setelah kerjasama para pihak, Mahaguru dapat dibujuk dan mau meninggalkan hutan untuk kembali bergabung dengan keluarganya dalam keadaan sehat.

“Ada aturan – aturan tentang memasuki atau menempati kawasan hutan yang harus ada ijin dari instansi terkait,” ujarnya.

Setelah mengikuti saran, pihaknya bersama tim kemudian membawa barang barang milik Mahaguru termasuk patung Dewa Betangan Delapan. Tim juga membongkar pelinggih yang terbuat dari kayu dan tenda tempat berteduh. 



RadarBali.com – Seorang warga yang diketahui bernama Mahaguru Aertrya Narayana di evakuasi dari Hutan Negara di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Jumat pagi kemarin.

Evakuasi terhadap Mahaguru Aertrya Narayana yang mengaku dari berasal dari Puri Kesiman, Denpasar tersebut dilakukan Sekdes Tambakan bersama Tim KRPH Bali, Petugas Kehutanan Bali utara, Limas Desa Tambakan, Bhabinkamtibmas, dan Bhabinsa desa Tambakan.

Kapolsek Kubutambahan Komang Sura Maryantika menerangkan, Mahaguru Aertrya  Narayana diketahui memasuki hutan negara sejak 6 Juli lalu tanpa ijin dari instansi terkait.

“Sebelum dilakukan evakuasi, tim telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga. Kami membujuk agar Mahaguru keluar dari hutan negara, namun beliau tidak mau. Apabila ini dibiarkan dikhawatirkan akan jadi contoh sehingga nanti warga ikut menguasai hutan negara tersebut,” ungkapnya kemarin.

Baca Juga:  Ini Jawaban Bupati PAS Terkait Tuntutan Krama Sanih…

Namun, setelah kerjasama para pihak, Mahaguru dapat dibujuk dan mau meninggalkan hutan untuk kembali bergabung dengan keluarganya dalam keadaan sehat.

“Ada aturan – aturan tentang memasuki atau menempati kawasan hutan yang harus ada ijin dari instansi terkait,” ujarnya.

Setelah mengikuti saran, pihaknya bersama tim kemudian membawa barang barang milik Mahaguru termasuk patung Dewa Betangan Delapan. Tim juga membongkar pelinggih yang terbuat dari kayu dan tenda tempat berteduh. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/