alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Muncul Klaster saat Seleksi Mahasiswa, Undiksha Tiadakan Tes Komputer

SINGARAJA – Rektorat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali melakukan penyesuaian kebijakan.

Seiring dengan munculnya klaster penularan baru di lembaga pendidikan tinggi tersebut. Setelah menerapkan bekerja dari rumah, kini pihak rektorat meniadakan tes komputer pada proses penerimaan mahasiswa baru.

Semula pihak rektorat berencana melangsungkan tes komputer untuk penerimaan mahasiswa baru, pada 26-29 Agustus mendatang.

Namun sejak pekan lalu, pihak rektorat memberlakukan kebijakan bekerja dan belajar dari rumah. Kebijakan itu berlaku hingga Jumat (28/8) pekan depan.

Wakil Rektor Bidang Akademik Undiksha Gede Rasben Dantes mengatakan, sejak awal pihaknya sudah menyiapkan dua alternatif.

Alternatif pertama, peserta melakukan proses seleksi secara konvensional. Artinya peserta tetap melakukan tes melalui komputer.

Sedangkan alternatif kedua, seleksi dilaksanakan melalui portofolio. “Ini sebenarnya sama dengan jalur undangan. Jadi menggunakan nilai rapor, prestasi akademis, dan non akademis.

Seluruh peserta sudah input daftar prestasi mereka. Jadi kami sudah punya datanya,” kata Gede Rasben Dantes kemarin.

Menurut Rasben, pihak rektorat terpaksa mengambil kebijakan tersebut. Menyusul kemunculan klaster penyebaran di areal kampus.

“Dengan kondisi Undiksha seperti ini, kami putuskan melalui rapat pimpinan untuk melaksanakan seleksi berbasis portofolio. Nanti kami lakukan penilaian dengan melibatkan prodi dan tim,” imbuhnya.

Terkait perubahan mekanisme seleksi itu, Rasben menegaskan telah menyampaikan hal itu pada calon mahasiswa. Pengumuman telah disampaikan secara langsung, maupun melalui media sosial milik Undiksha.

“Ini sudah kami sampaikan pada seluruh peserta terkait tidak adanya tes berbasis komputer ini. Jadi pimpinan, Bapak Rektor,

meminta bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Sehingga kami tidak mau mengambil resiko yang lebih jauh dari itu,” tegas Rasben.

Khusus untuk jalur SMBJM, rektorat berharap dapat menerima 800 hingga 1.000 orang mahasiswa. Sebab pada proses sebelumnya, seperti SNMPTN dan SBMPTN, Undiksha telah menerima sekitar 2.000 orang mahasiswa. 



SINGARAJA – Rektorat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali melakukan penyesuaian kebijakan.

Seiring dengan munculnya klaster penularan baru di lembaga pendidikan tinggi tersebut. Setelah menerapkan bekerja dari rumah, kini pihak rektorat meniadakan tes komputer pada proses penerimaan mahasiswa baru.

Semula pihak rektorat berencana melangsungkan tes komputer untuk penerimaan mahasiswa baru, pada 26-29 Agustus mendatang.

Namun sejak pekan lalu, pihak rektorat memberlakukan kebijakan bekerja dan belajar dari rumah. Kebijakan itu berlaku hingga Jumat (28/8) pekan depan.

Wakil Rektor Bidang Akademik Undiksha Gede Rasben Dantes mengatakan, sejak awal pihaknya sudah menyiapkan dua alternatif.

Alternatif pertama, peserta melakukan proses seleksi secara konvensional. Artinya peserta tetap melakukan tes melalui komputer.

Sedangkan alternatif kedua, seleksi dilaksanakan melalui portofolio. “Ini sebenarnya sama dengan jalur undangan. Jadi menggunakan nilai rapor, prestasi akademis, dan non akademis.

Seluruh peserta sudah input daftar prestasi mereka. Jadi kami sudah punya datanya,” kata Gede Rasben Dantes kemarin.

Menurut Rasben, pihak rektorat terpaksa mengambil kebijakan tersebut. Menyusul kemunculan klaster penyebaran di areal kampus.

“Dengan kondisi Undiksha seperti ini, kami putuskan melalui rapat pimpinan untuk melaksanakan seleksi berbasis portofolio. Nanti kami lakukan penilaian dengan melibatkan prodi dan tim,” imbuhnya.

Terkait perubahan mekanisme seleksi itu, Rasben menegaskan telah menyampaikan hal itu pada calon mahasiswa. Pengumuman telah disampaikan secara langsung, maupun melalui media sosial milik Undiksha.

“Ini sudah kami sampaikan pada seluruh peserta terkait tidak adanya tes berbasis komputer ini. Jadi pimpinan, Bapak Rektor,

meminta bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Sehingga kami tidak mau mengambil resiko yang lebih jauh dari itu,” tegas Rasben.

Khusus untuk jalur SMBJM, rektorat berharap dapat menerima 800 hingga 1.000 orang mahasiswa. Sebab pada proses sebelumnya, seperti SNMPTN dan SBMPTN, Undiksha telah menerima sekitar 2.000 orang mahasiswa. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/