alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

RSUD Klungkung Relakan Ruang VIP Jadi Sal Isolasi Pasien Covid-19

SEMARAPURA – Pasien suspect dan positif terpapar virus  corona (Covid-19) masih terus bertambah di Kabupaten Klungkung hingga saat ini.

RSUD Klungkung mencatat ada sebanyak 26 pasien suspect dan 51 terkonfirmasi positif yang masih dirawat hingga kemarin.

Dengan jumlah pasien sebanyak itu, pasalnya 8 pasien suspect Covid-19 belum mendapat ruangan isolasi. Bahkan, dua di antaranya membutuhkan perawatan di ruang ICU.

Melihat kondisi itu dan tren kasus Covid-19 yang masih terus meningkat di Klungkung, Direktur RSUD Klungkung dr Nyoman Kesuma berdasar persetujuan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta

akhirnya memutuskan untuk menggunakan ruang paviliun atau VIP sebagai ruang isolasi pasien Covid-19.

Meski sebenarnya ruang VIP tersebut merupakan sumber penting pendapatan RSUD Klungkung.

Baca Juga:  MIMIH! ODGJ Bakar Sampah, Rumah Barang Antik Ludes Terbakar

“Manajemen dengan berat hati memutuskan akan menutup ruangan paviliun/VIP untuk dijadikan ruang isolasi Covid-19. Keputusan ini diambil karena tidak ada lagi alternatif lain,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang harus mendapat penanganan di ruang ICU, dia juga memutuskan untuk mengalihkan ruang ICU biasa menjadi ruangan ICU Covid-19.

Sehingga akan menambah kapasitas total ICU Covid-19. Saat ini ICU Covid-19 hanya bisa menampung tujuh tempat tidur saja.

“Apabila semuanya siap maka RSUD Klungkung memiliki kapasitas 92 tempat tidur ruang isolasi biasa, 14 tempat tidur ICU Covid-19 dewasa dan 6 tempat tidur

isolasi bayi covid-19. Dengan kapasitas total yang mencapai 112 tempat tidur bagi pasien covid-19 semoga dalam waktu dekat kami tidak perlu rapat kembali untuk membahas masalah pasien Covid-19,” katanya.

Baca Juga:  Positif Usai Sebulan Karantina, Bupati Suwirta Ingatkan PMI Tak Bandel

Pihaknya berharap masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Yaitu memakai masker, menjaga jarak aman, dan sering cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

“Semoga tempat tidur yang kami sediakan tidak sampai terpakai semuanya karena kasus yang menurun,” tandasnya.



SEMARAPURA – Pasien suspect dan positif terpapar virus  corona (Covid-19) masih terus bertambah di Kabupaten Klungkung hingga saat ini.

RSUD Klungkung mencatat ada sebanyak 26 pasien suspect dan 51 terkonfirmasi positif yang masih dirawat hingga kemarin.

Dengan jumlah pasien sebanyak itu, pasalnya 8 pasien suspect Covid-19 belum mendapat ruangan isolasi. Bahkan, dua di antaranya membutuhkan perawatan di ruang ICU.

Melihat kondisi itu dan tren kasus Covid-19 yang masih terus meningkat di Klungkung, Direktur RSUD Klungkung dr Nyoman Kesuma berdasar persetujuan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta

akhirnya memutuskan untuk menggunakan ruang paviliun atau VIP sebagai ruang isolasi pasien Covid-19.

Meski sebenarnya ruang VIP tersebut merupakan sumber penting pendapatan RSUD Klungkung.

Baca Juga:  Tambah 4 Pasien Positif, Mayoritas Imported Case, Indra: Masih Bandel

“Manajemen dengan berat hati memutuskan akan menutup ruangan paviliun/VIP untuk dijadikan ruang isolasi Covid-19. Keputusan ini diambil karena tidak ada lagi alternatif lain,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang harus mendapat penanganan di ruang ICU, dia juga memutuskan untuk mengalihkan ruang ICU biasa menjadi ruangan ICU Covid-19.

Sehingga akan menambah kapasitas total ICU Covid-19. Saat ini ICU Covid-19 hanya bisa menampung tujuh tempat tidur saja.

“Apabila semuanya siap maka RSUD Klungkung memiliki kapasitas 92 tempat tidur ruang isolasi biasa, 14 tempat tidur ICU Covid-19 dewasa dan 6 tempat tidur

isolasi bayi covid-19. Dengan kapasitas total yang mencapai 112 tempat tidur bagi pasien covid-19 semoga dalam waktu dekat kami tidak perlu rapat kembali untuk membahas masalah pasien Covid-19,” katanya.

Baca Juga:  Empat PMI Positif Covid-19, Karantina PMI di Jembrana Diperpanjang

Pihaknya berharap masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Yaitu memakai masker, menjaga jarak aman, dan sering cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

“Semoga tempat tidur yang kami sediakan tidak sampai terpakai semuanya karena kasus yang menurun,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/