alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Dampak Cuaca Buruk, Ribuan Telur Penyu di Pantai Watu Klotok Membusuk

SEMARAPURA-Ribuan telur penyu di area penangkaran Pantai Watu Klotok, Klungkung rusak dan membusuk.

Ribuan telur penyu itu rusak dan membusuk akibat cuaca buruk. Selain akibat diterjang ombak besar, rusaknya telur juga disebabkan karena genangan air hujan.  

Ketua Kelompok Pelestari Penyu Watu Klotok (KPPWK), I Wayan Gede Suiwibawa, Kamis (19/8) menuturkan, ada ribuan telur penyu lekang dan hijau yang berhasil diselamatkan para relawan yang tergabung dalam KPPWK tahun ini.

Sejak bulan April, mereka menelusuri pesisir pantai di wilayah Kabupaten Klungkung untuk mencari telur penyu mulai dini hari.

“Karena biasanya penyu bertelur di jam-jam tersebut. Musim penyu bertelur itu mulai bulan April,”ujar Suiwibawa.

Baca Juga:  Nelayan Terdampar, Nakhoda; Mesin Mati Dihantam Gelombang Tinggi

Hanya saja akibat ombak besar yang menerjang tempat pendederan telur penyu membuat sekitar 3 ribu telur terendam air laut.

Bahkan kondisinya makin parah setelah telur penyu terkena air hujan. “Telur penyu itu sangat rentan dengan air. Terutama air hujan,” imbuhnya.

Akibat terkena ombak dan air hujan, dari total 3000 butir, hanya 500 telur yang berhasil menetas. Sementara sisanya membusuk.

Untuk itu, guna mencegah kembali masuknya air laut ke pendederan saat ombak pasang, KPPWK telah membuat tanggul darurat.

Mengingat pelestarian itu dilakukan secara sukarela. Sehingga pendanananya selain dari donasi para pengunjung, juga dari urunan para anggota.

“Kami dapat sumbangan karung yang kemudian kami isi pasir. Itu kami tumpuk-tumpuk untuk membuat tanggul darurat. Mudah-mudahan bisa terwujud dibuatkan tanggul permanen,” ujarnya.

Baca Juga:  Ditarik dari Kedalaman Berjam-jam, Begini Nasib Perahu Tenggalam Itu..

Adapun hingga saat ini sudah ada 1.294 telur menetas menjadi tukik yang sehat. Yang mana sudah ada ratusan ekor tukik yang dilepasliarkan.

“Sehingga yang tersisa di pendederan sekitar 700 ekor tukik dan akan kembali kami lepas liarkan,” bebernya. 


SEMARAPURA-Ribuan telur penyu di area penangkaran Pantai Watu Klotok, Klungkung rusak dan membusuk.

Ribuan telur penyu itu rusak dan membusuk akibat cuaca buruk. Selain akibat diterjang ombak besar, rusaknya telur juga disebabkan karena genangan air hujan.  

Ketua Kelompok Pelestari Penyu Watu Klotok (KPPWK), I Wayan Gede Suiwibawa, Kamis (19/8) menuturkan, ada ribuan telur penyu lekang dan hijau yang berhasil diselamatkan para relawan yang tergabung dalam KPPWK tahun ini.

Sejak bulan April, mereka menelusuri pesisir pantai di wilayah Kabupaten Klungkung untuk mencari telur penyu mulai dini hari.

“Karena biasanya penyu bertelur di jam-jam tersebut. Musim penyu bertelur itu mulai bulan April,”ujar Suiwibawa.

Baca Juga:  [OMG] Sebanyak 78 Desa di Karangasem Sudah Pernah Terpapar Covid-19

Hanya saja akibat ombak besar yang menerjang tempat pendederan telur penyu membuat sekitar 3 ribu telur terendam air laut.

Bahkan kondisinya makin parah setelah telur penyu terkena air hujan. “Telur penyu itu sangat rentan dengan air. Terutama air hujan,” imbuhnya.

Akibat terkena ombak dan air hujan, dari total 3000 butir, hanya 500 telur yang berhasil menetas. Sementara sisanya membusuk.

Untuk itu, guna mencegah kembali masuknya air laut ke pendederan saat ombak pasang, KPPWK telah membuat tanggul darurat.

Mengingat pelestarian itu dilakukan secara sukarela. Sehingga pendanananya selain dari donasi para pengunjung, juga dari urunan para anggota.

“Kami dapat sumbangan karung yang kemudian kami isi pasir. Itu kami tumpuk-tumpuk untuk membuat tanggul darurat. Mudah-mudahan bisa terwujud dibuatkan tanggul permanen,” ujarnya.

Baca Juga:  ANEH! Odalan, Pohon Legirang di Pura Batu Keluar Air Seperti Air Hujan

Adapun hingga saat ini sudah ada 1.294 telur menetas menjadi tukik yang sehat. Yang mana sudah ada ratusan ekor tukik yang dilepasliarkan.

“Sehingga yang tersisa di pendederan sekitar 700 ekor tukik dan akan kembali kami lepas liarkan,” bebernya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/