alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

WASPADA! Sehari 300 X Gempa, Gunung Agung Naik Status Siaga

RadarBali.com – Aktivitas kegunungapian Gunung Agung, Selat, Karangasem terus meningkat sepanjang hari kemarin.

Bahkan, mesin seismograf kemarin mencatat terjadi 300 kali gempa di gunung tertinggi di Bali ini. Jumlah tersebut naik signifikan.

Berdasar data seismograf di Pos Pemantau Gunung Api Agung di Rendang, Minggu (17/9) pukul 12.00 hingga 00.00 terjadi 143 kali gempa.

Sementara pada Senin (18/9) kemarin pukul 00.00 hingga 12.00 terjadi 156 kali gempa vulkanik dalam.

“Terjadi peningkatan sejak dua hari terkahir,” ujar Kabid Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM Gede Suastika saat ditemui Jawa Pos Radar Bali di Pos Pemantau Rendang.

Menurutnya, sebelum intensitas naik, aktivitas gempa dalam sehari rata-rata 27 kali. “Tapi, hingga tengah hari saja sudah mencapai 156 kali. Jadi, dalam sehari bisa terjadi 300 kali gempa,” katanya.

Baca Juga:  Gas Metana Terakumulasi, TPA Sente Klungkung Kembali Terbakar

Jika aktifitas kegempaan terus naik, maka level Gunung Agung akan naik. Hanya saja untuk menaikkan status tersebut masih akan dilakukan evaluasi dan memantau terus peningkatan kegempaan yang terjadi.

Yang pasti, untuk saat ini status Gunung Agung masih pada level waspada. “Kita akan pantau terus dan akan lakukan evaluasi. Kalau terus meningkat, levelnya akan kita naikkan,” papar Suastika.

Yang menarik, kata dia, meski kegempaan sering terjadi dan meningkat terus, berdasar pengamatan visual belum terlihat asap putih dari puncak gunung.

Gempa yang terus terjadi mulai dirasakan masyarakat. “Ya, pukul 19.00 warga sudah merasakan digoyang gempa,” ujar Perbekel Amerta Bhuana, Selat, Wayan Suara Arsana. 

Baca Juga:  Dramatis! Rumah di Gang Sempit Terbakar, 4 Mobil Damkar Sulit Masuk


RadarBali.com – Aktivitas kegunungapian Gunung Agung, Selat, Karangasem terus meningkat sepanjang hari kemarin.

Bahkan, mesin seismograf kemarin mencatat terjadi 300 kali gempa di gunung tertinggi di Bali ini. Jumlah tersebut naik signifikan.

Berdasar data seismograf di Pos Pemantau Gunung Api Agung di Rendang, Minggu (17/9) pukul 12.00 hingga 00.00 terjadi 143 kali gempa.

Sementara pada Senin (18/9) kemarin pukul 00.00 hingga 12.00 terjadi 156 kali gempa vulkanik dalam.

“Terjadi peningkatan sejak dua hari terkahir,” ujar Kabid Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM Gede Suastika saat ditemui Jawa Pos Radar Bali di Pos Pemantau Rendang.

Menurutnya, sebelum intensitas naik, aktivitas gempa dalam sehari rata-rata 27 kali. “Tapi, hingga tengah hari saja sudah mencapai 156 kali. Jadi, dalam sehari bisa terjadi 300 kali gempa,” katanya.

Baca Juga:  Ribuan Ekor Babi di Badung Diperiksa, Astungkara 100 Persen Layak..

Jika aktifitas kegempaan terus naik, maka level Gunung Agung akan naik. Hanya saja untuk menaikkan status tersebut masih akan dilakukan evaluasi dan memantau terus peningkatan kegempaan yang terjadi.

Yang pasti, untuk saat ini status Gunung Agung masih pada level waspada. “Kita akan pantau terus dan akan lakukan evaluasi. Kalau terus meningkat, levelnya akan kita naikkan,” papar Suastika.

Yang menarik, kata dia, meski kegempaan sering terjadi dan meningkat terus, berdasar pengamatan visual belum terlihat asap putih dari puncak gunung.

Gempa yang terus terjadi mulai dirasakan masyarakat. “Ya, pukul 19.00 warga sudah merasakan digoyang gempa,” ujar Perbekel Amerta Bhuana, Selat, Wayan Suara Arsana. 

Baca Juga:  Heboh, Turis Amerika Tewas Gantung Diri di Vila Gianyar Bali

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/