25.4 C
Denpasar
Tuesday, November 29, 2022

Gubernur Koster Keluarkan Instruksi tentang Tumpek Wayang

DENPASAR, Radar Bali- Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan instruksi tentang perayaan Rahina Tumpek Wayang dengan Upacara Jagat Kerthi dan atau Atma Kerthi sebagai Pelaksanaan Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru.

Perayaan Tumpek Wayang ini akan jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang, 1 Oktober 2022. Hal ini sesuai dengan upaya mewujudkan Visi Pembangunan Daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, dan oleh karenanya maka Instruksi dan tata cara tersebut dituangkan dalam Instruksi Gubernur Bali No. 11 Tahun 2022 yang ditetapkan pada 10 September 2022, serta mengacu pula pada Surat Edaran Gubernur Bali No. 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sat Kerthi dalam Bali Era Baru.

Baca Juga:  Pikun, Semalaman Menghilang, Pekak Deresta Ditemukan di Sungai

“Mulai dari Pimpinan Lembaga Vertikal di Bali, Walikota/Bupati se-Bali,  Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali,  Bandesa Madya Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali, . Bandesa Alitan Majelis Desa Adat Kecamatan se-Bali, Pimpinan Lembaga Pendidikan se-Bali, Perbekel dan Lurah se-Bali, Bandesa Adat atau sebutan lain se-Bali, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan dan Swasta se-Bali dan seluruh masyarakat Bali,” tegas Gubernur Koster.

Secara rinci dalam Instruksi Gubernur Bali tersebut untuk tingkat Pemprov Bali akan dilaksanakan upacara dan Upakara Jagat Kerthi (Hanganyut Malaning Gumi) yakni 1. Neduh Jagat; 2. Nawung Bayu; 3. Nyehebrahma; atau 4. Ngurip Gumi. Lalu untuk kegiatan Sekala berupa gerakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai (tas kresek, pipet, dan styrofoam), edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber, Sosialisasi dan evaluasi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, pameran kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan pameran hasil pertanian organik.

Baca Juga:  Fenomena Awan Mirip UFO di Gunung Agung, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG

Untuk Niskala pada rahina Soma Kliwon, Wuku Wayang, dihaturkan daksina tyaga di Pura Kantor Gubernur Bali, memohon Tirtha Panglukatan lalu pada Rahina Sukra Wage, Wuku Wayang menghaturkan ke hadapan Kala Paksa berupa daun pandan berisi kapur dengan tanda tapak dara, segehan dan api takep. Sedangkan untuk hari puncak Rahina Saniscara Kliwon, Wuku Wayang melaksanakan salah satu upacara dan upakara. (ken/mar)

 

 



DENPASAR, Radar Bali- Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan instruksi tentang perayaan Rahina Tumpek Wayang dengan Upacara Jagat Kerthi dan atau Atma Kerthi sebagai Pelaksanaan Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru.

Perayaan Tumpek Wayang ini akan jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang, 1 Oktober 2022. Hal ini sesuai dengan upaya mewujudkan Visi Pembangunan Daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, dan oleh karenanya maka Instruksi dan tata cara tersebut dituangkan dalam Instruksi Gubernur Bali No. 11 Tahun 2022 yang ditetapkan pada 10 September 2022, serta mengacu pula pada Surat Edaran Gubernur Bali No. 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sat Kerthi dalam Bali Era Baru.

Baca Juga:  Mimih! Stres, Tertangkap Nyabu, Mantan Dewan Residivis Diciduk

“Mulai dari Pimpinan Lembaga Vertikal di Bali, Walikota/Bupati se-Bali,  Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali,  Bandesa Madya Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali, . Bandesa Alitan Majelis Desa Adat Kecamatan se-Bali, Pimpinan Lembaga Pendidikan se-Bali, Perbekel dan Lurah se-Bali, Bandesa Adat atau sebutan lain se-Bali, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan dan Swasta se-Bali dan seluruh masyarakat Bali,” tegas Gubernur Koster.

Secara rinci dalam Instruksi Gubernur Bali tersebut untuk tingkat Pemprov Bali akan dilaksanakan upacara dan Upakara Jagat Kerthi (Hanganyut Malaning Gumi) yakni 1. Neduh Jagat; 2. Nawung Bayu; 3. Nyehebrahma; atau 4. Ngurip Gumi. Lalu untuk kegiatan Sekala berupa gerakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai (tas kresek, pipet, dan styrofoam), edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber, Sosialisasi dan evaluasi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, pameran kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan pameran hasil pertanian organik.

Baca Juga:  Gubernur Koster Disarankan Tiru Ganjar Pranowo Rajin Turun ke Lapangan

Untuk Niskala pada rahina Soma Kliwon, Wuku Wayang, dihaturkan daksina tyaga di Pura Kantor Gubernur Bali, memohon Tirtha Panglukatan lalu pada Rahina Sukra Wage, Wuku Wayang menghaturkan ke hadapan Kala Paksa berupa daun pandan berisi kapur dengan tanda tapak dara, segehan dan api takep. Sedangkan untuk hari puncak Rahina Saniscara Kliwon, Wuku Wayang melaksanakan salah satu upacara dan upakara. (ken/mar)

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/