alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Proyek Irigasi Tak Kunjung Selesai, Petani Merugi

GIANYAR – Gara-gara proyek irigasi, petani di subak Desa Tegal Tugu Kecamatan Gianyar merugi.

 

Penyebabnya karena akibat proyek, air irigasi yang semestinya mengalir saat musim kemarau kini kering kerontang.

 

Akibatnya, tidak sedikit tanaman milik petani yang mati akibat kekeringan.

 

Salah satu petani, I Dewa Putu Murta, mengaku kekeringan ini sudah berlangsung sekitar empat bulan lebih.

 

“Saya menanam kacang tanah, tidak bisa menghasilkan biji kacang seperti biasa. Rumpun kacang tidak berisi biji,” keluh Murta, Jumat (19/10).

 

Menurut petani 56 tahun itu, kacang yang ditanam di atas pekarangannya itu rusak lantaran sama sekali tidak mendapat air.

 

“Ini sudah tidak bisa diapa-apakan, ini hitungannya rugi,” jelasnnya.

Baca Juga:  RS Pratama Jadi RS Isolasi, Buleleng Siapkan Rp 15 M Tangani Covid-19

 

Dia pun mengeluhkan adanya proyek saluran irigasi yang berlangsung cukup lama.

 

“Kalau sekarang ini kebetulan ada proyek saluran irigasi. Air yang semestinya sampai ke lahan saya ini tidak sampai,” ujarnya.

 

Sementara terkait keluhan warga, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Made Raka mengaku proyek saluran irigasi di Desa Tegal Tugu sedang dalam perbaikan.

 

Pengerjaan itu ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 

“Kami sudah koordinasikan.

Perkiraan perbaikan paling cepat selesai bulan November,” ujarnya.

 

 



GIANYAR – Gara-gara proyek irigasi, petani di subak Desa Tegal Tugu Kecamatan Gianyar merugi.

 

Penyebabnya karena akibat proyek, air irigasi yang semestinya mengalir saat musim kemarau kini kering kerontang.

 

Akibatnya, tidak sedikit tanaman milik petani yang mati akibat kekeringan.

 

Salah satu petani, I Dewa Putu Murta, mengaku kekeringan ini sudah berlangsung sekitar empat bulan lebih.

 

“Saya menanam kacang tanah, tidak bisa menghasilkan biji kacang seperti biasa. Rumpun kacang tidak berisi biji,” keluh Murta, Jumat (19/10).

 

Menurut petani 56 tahun itu, kacang yang ditanam di atas pekarangannya itu rusak lantaran sama sekali tidak mendapat air.

 

“Ini sudah tidak bisa diapa-apakan, ini hitungannya rugi,” jelasnnya.

Baca Juga:  RS Pratama Jadi RS Isolasi, Buleleng Siapkan Rp 15 M Tangani Covid-19

 

Dia pun mengeluhkan adanya proyek saluran irigasi yang berlangsung cukup lama.

 

“Kalau sekarang ini kebetulan ada proyek saluran irigasi. Air yang semestinya sampai ke lahan saya ini tidak sampai,” ujarnya.

 

Sementara terkait keluhan warga, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Made Raka mengaku proyek saluran irigasi di Desa Tegal Tugu sedang dalam perbaikan.

 

Pengerjaan itu ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 

“Kami sudah koordinasikan.

Perkiraan perbaikan paling cepat selesai bulan November,” ujarnya.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/