alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Diterjang Angin Ngelinus, Bale Pura Pengubengan Besakih Roboh

AMLAPURA – Bali memasuki musim pancaroba dari kemarau ke hujan. Hal itu ditandai dengan munculnya angina kencang di sejumlah titik di Bali.

Seperti yang terjadi Sabtu (19/10) sore sekitar pukul 16.15 Wita di kawasan Besakih, Rendang, Karangasem. Tanpa diawali tanda alarm, mendadak muncul angin kencang.

Akibatnya, bale pesandekan Pura Pengubengan, Besakih, roboh. Angin ngelinus itu juga menerbangkan atap rumah penduduk dan plang balai banjar.

“Ya, ada beberapa bangunan rusak pada bagian atapnya. Paling parah dialami Bale Pesandekan yang roboh diterjang angin,” ujar Perbekel Besakih I Wayan Benya, Sabtu petang.

Belum ada laporan resmi berapa rumah penduduk yang rusak akibat angin ngelinus ini. BPBD Karangasem baru akan melakukan pendataan, Minggu (20/10).

Baca Juga:  Catat 7 ODP Baru, 4 Calon Perwira Jalani Isolasi di SPN Singaraja

“Pendataan baru Minggu besok,” kata Camat Rendang I Wayan Mastra. Yang jelas, angin kencang ini membuat warga setempat panik.

Apalagi selain memicu suara gemuruh yang menakutkan, angin itu juga menerbangkan debu ke udara. Angin kencang juga menerbangkan debu di lereng Gunung Agung.

Bahkan, tiupan angin dari gunung sampai mengarah ke rumah warga. “Anginnya kencang sekali,” beber warga Besakih Jro Mangku Ketut Sumendra.

Pasca kerusakan bagian Pura Pengubengan, pihaknya akan segera mengusulkan digelar guru piduka.

Sementara itu, Kepala BPBD Karangasem Ide Ketut Arimbawa mengakui terjadi angin kencang di lereng Gunung Agung.

Angin kencang itu kemudian berembus sampai ke Besakih utamanya di Pura Pengubengan. Karena itu pihaknya langsung berkordinasi dengan para kepala wilayah untuk menyiapkan masker. Sebab debu yang diterbangkan angina itu cukup tebal. 

Baca Juga:  Genjot Distribusi Logistik, Per Hari Warga Dijatah Beras Telur dan Mie


AMLAPURA – Bali memasuki musim pancaroba dari kemarau ke hujan. Hal itu ditandai dengan munculnya angina kencang di sejumlah titik di Bali.

Seperti yang terjadi Sabtu (19/10) sore sekitar pukul 16.15 Wita di kawasan Besakih, Rendang, Karangasem. Tanpa diawali tanda alarm, mendadak muncul angin kencang.

Akibatnya, bale pesandekan Pura Pengubengan, Besakih, roboh. Angin ngelinus itu juga menerbangkan atap rumah penduduk dan plang balai banjar.

“Ya, ada beberapa bangunan rusak pada bagian atapnya. Paling parah dialami Bale Pesandekan yang roboh diterjang angin,” ujar Perbekel Besakih I Wayan Benya, Sabtu petang.

Belum ada laporan resmi berapa rumah penduduk yang rusak akibat angin ngelinus ini. BPBD Karangasem baru akan melakukan pendataan, Minggu (20/10).

Baca Juga:  Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang

“Pendataan baru Minggu besok,” kata Camat Rendang I Wayan Mastra. Yang jelas, angin kencang ini membuat warga setempat panik.

Apalagi selain memicu suara gemuruh yang menakutkan, angin itu juga menerbangkan debu ke udara. Angin kencang juga menerbangkan debu di lereng Gunung Agung.

Bahkan, tiupan angin dari gunung sampai mengarah ke rumah warga. “Anginnya kencang sekali,” beber warga Besakih Jro Mangku Ketut Sumendra.

Pasca kerusakan bagian Pura Pengubengan, pihaknya akan segera mengusulkan digelar guru piduka.

Sementara itu, Kepala BPBD Karangasem Ide Ketut Arimbawa mengakui terjadi angin kencang di lereng Gunung Agung.

Angin kencang itu kemudian berembus sampai ke Besakih utamanya di Pura Pengubengan. Karena itu pihaknya langsung berkordinasi dengan para kepala wilayah untuk menyiapkan masker. Sebab debu yang diterbangkan angina itu cukup tebal. 

Baca Juga:  Diguyur Hujan Sehari, Pohon di Sejumlah Titik di Karangasem Tumbang

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/