alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Diduga Derita Tumor Jaringan Lunak, Jika Terbukti Kaki Akan Diamputasi

KONDISI Gusti Nyoman Juniani, 34, benar-benar memprihatinkan. Ibu muda asal Desa Joanyar, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini menderita kaki bengkak.

 

Hanya saja, pembekakan pada kaki hingga pangkal paha Juniani itu tidak wajar.

 

Tidak lazim karena hanya dalam hitungan beberapa bulan terakhir, kakinya membengkak hingga sebesar guling.

 

Segala upaya telah dilakukan suami dan keluarganya untuk mencari kesembuhan baik usaha secara skala dan niskala. Namun, kesembuhan belum juga didapat Juniani.

 

 

EKA PRASETYA, Buleleng

 

Di TENGAH nyaris keputusasannya dengan berkeliling dari balian satu ke balian lain di Buleleng,  keluarga Gusti Nyoman Juniani akhirnya setengah mendapat jalan untuk mencari kesembuhan.

 

Nyaris lelah dengan mendatangi 19 balian di seantero Buleleng, Juniani akhirnya dibawa ke RSUD Buleleng untuk menjalani pemeriksaan medis.

 

Ditemani sang suami, Kadek Mertayasa, 38, dan relawan dari Yayasan Angel Hearts dan Yayasan Sesama, Juniani akhirnya diboyong ke RSUD Buleleng.

Baca Juga:  TPA Liar di Desa Sidan Rata Dengan Tanah, Dirancang Jadi Taman Kota

 

Rencananya, selama berada di RSUD Buleleng, Juniani akan mendapat pendampingan dari sejumlah dokter spesialis.

 

Sejumlah dokter spesialis, itu yakni dokter penyakit dalam, spesialis ortopedi, hingga spesialis onkologi.

 

Pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyakit yang dialami Juniani selama beberapa bulan terakhir.

 

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, tim medis masih berusaha melakukan diagnosis medis terhadap penyakit yang dialami Juniani.

 

Yang mengejutkan, dari pengamatan sepintas, dr Arya Nugraha menduga Gusti Nyoman Juniani menderita kanker tulang atau tumor jaringan lunak.

 

“Kemungkinannya ke sana (kanker). Tapi itu masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Kalau tim kami tidak mampu menangani, kami akan rujuk ke RSUP Sanglah Denpasar,” kata Arya.

Baca Juga:  Kakek dan Ayah Meninggal, Ibu Nikah Lagi, Masih Terbebani Urusan Adat

 

Apabila penyakit itu terbukti kanker atau tumor, kemungkinan tim medis akan merekomendasikan tindakan operasi amputasi.

 

Selain itu pasien juga harus menjalani kemoterapi secara rutin.

 

Apabila keluarga menolak rekomendasi tim medis, maka pihaknya hanya akan memberikan pengobatan rutin.

 

“Kalau misalnya ada nyeri, kami akan berikan pereda nyeri. Kalau kurang nafsu makan, kami berikan vitamin. Semuanya keputusan ada pada keluarga, kami hanya memberikan rekomendasi dari sisi medis,” ujarnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Gusti Nyoman Juniani mengalami pembengkakan pada bagian kaki kiri.

 

Saat hamil kakinya tiba-tiba membengkak. Tadinya keluarga menduga hal itu pengaruh kehamilan.

 

Namun setelah melahirkan anak ketiga, justru pembengkakan menjadi makin parah. Dampaknya selama 6 bulan terakhir Juniani hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur.


KONDISI Gusti Nyoman Juniani, 34, benar-benar memprihatinkan. Ibu muda asal Desa Joanyar, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini menderita kaki bengkak.

 

Hanya saja, pembekakan pada kaki hingga pangkal paha Juniani itu tidak wajar.

 

Tidak lazim karena hanya dalam hitungan beberapa bulan terakhir, kakinya membengkak hingga sebesar guling.

 

Segala upaya telah dilakukan suami dan keluarganya untuk mencari kesembuhan baik usaha secara skala dan niskala. Namun, kesembuhan belum juga didapat Juniani.

 

 

EKA PRASETYA, Buleleng

 

Di TENGAH nyaris keputusasannya dengan berkeliling dari balian satu ke balian lain di Buleleng,  keluarga Gusti Nyoman Juniani akhirnya setengah mendapat jalan untuk mencari kesembuhan.

 

Nyaris lelah dengan mendatangi 19 balian di seantero Buleleng, Juniani akhirnya dibawa ke RSUD Buleleng untuk menjalani pemeriksaan medis.

 

Ditemani sang suami, Kadek Mertayasa, 38, dan relawan dari Yayasan Angel Hearts dan Yayasan Sesama, Juniani akhirnya diboyong ke RSUD Buleleng.

Baca Juga:  Tabrak Kabel Listrik Putus Ditabrak Truk, Pengendara Motor Klenger

 

Rencananya, selama berada di RSUD Buleleng, Juniani akan mendapat pendampingan dari sejumlah dokter spesialis.

 

Sejumlah dokter spesialis, itu yakni dokter penyakit dalam, spesialis ortopedi, hingga spesialis onkologi.

 

Pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyakit yang dialami Juniani selama beberapa bulan terakhir.

 

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, tim medis masih berusaha melakukan diagnosis medis terhadap penyakit yang dialami Juniani.

 

Yang mengejutkan, dari pengamatan sepintas, dr Arya Nugraha menduga Gusti Nyoman Juniani menderita kanker tulang atau tumor jaringan lunak.

 

“Kemungkinannya ke sana (kanker). Tapi itu masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Kalau tim kami tidak mampu menangani, kami akan rujuk ke RSUP Sanglah Denpasar,” kata Arya.

Baca Juga:  Pulang dari Amerika Terpapar Covid-19, ABK Kapal Pesiar Dikarantina

 

Apabila penyakit itu terbukti kanker atau tumor, kemungkinan tim medis akan merekomendasikan tindakan operasi amputasi.

 

Selain itu pasien juga harus menjalani kemoterapi secara rutin.

 

Apabila keluarga menolak rekomendasi tim medis, maka pihaknya hanya akan memberikan pengobatan rutin.

 

“Kalau misalnya ada nyeri, kami akan berikan pereda nyeri. Kalau kurang nafsu makan, kami berikan vitamin. Semuanya keputusan ada pada keluarga, kami hanya memberikan rekomendasi dari sisi medis,” ujarnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Gusti Nyoman Juniani mengalami pembengkakan pada bagian kaki kiri.

 

Saat hamil kakinya tiba-tiba membengkak. Tadinya keluarga menduga hal itu pengaruh kehamilan.

 

Namun setelah melahirkan anak ketiga, justru pembengkakan menjadi makin parah. Dampaknya selama 6 bulan terakhir Juniani hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/