alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Tim Peneliti FT Unmas Ubah Masker Medis Jadi CovCrete-19

DENPASAR, Radar Bali- Penelitian CovCrete 19 bermula dari adanya peningkatan timbulan sampah masker medis dari kegiatan domestik selama masa pandemi Covid-19. Penanganan yang belum optimal dan tercampurnya sampah masker medis dengan sampah domestik menyebabkan resiko pencemaran lingkungan akibat sampah masker medis meningkat. Sampah masker medis tergolong sampah yang tidak dapat didegradasi secara alami.

 

Oleh karena itu, Tim Peneliti dari Fakultas Teknik Unmas Denpasar berinisiatif untuk meneliti penanganan sampah masker medis dengan metode solidifikasi melalui daur ulang serat dari masker medis menjadi bahan campuran beton dan paving block. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan sampah masker medis dari kegiatan domestik yang tercecer dan mencemari lingkungan.

Baca Juga:  Oli Tumpah di Badan Jalan Sepanjang 200 Meter, Damkar Turun Tangan

 

Sampah masker medis diperoleh dari masyarakat yang sudah mengumpulkan masker medis bekasnya selama beberapa hari dan dikumpulkan ke Tim Peneliti. Sampah masker medis yang telah terkumpul, disterilisasi terlebih dahulu dengan larutan desinfektan untuk memastikan bebas dari virus dan aman digunakan untuk proses pencampuran material beton dan paving block.

 

Kegiatan pengumpulan dan sterilisasi sampah masker medis dilakukan dengan protokol kesehatan guna memastikan keamanan Tim Peneliti. Dengan dukungan pendanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka Riset Kebencanaan Ideathon Bali Kembali, diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi dalam kebijakan terkait pengelolaan sampah masker medis, khususnya yang berasal dari kegiatan domestik.

Baca Juga:  Pemuda Gianyar Sebut Keputusan Gubernur dan Bupati Tak Sinkron

 

Pembuatan CovCrete-19 dilakukan di Laboratorium FT Unmas Denpasar dengan sejumlah tahapan, yakni pengujian material beton dan paving block, pembuatan mix design, pencampuran serat masker ke dalam campuran beton dan pavong block, pemeliharaan dan uji kualitas benda uji (specimen).

 

Hasil sementara yang diperoleh yaitu terjadi perbedaan pola retak antara beton normal dengan beton serat. Keretakan yang terjadi pada benda uji dengan serat masker tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan beton normal. Hal tersebut membuktikan bahwa penambahan serat masker ke dalam campuran beton meningkatkan nilai daktilitas (elastisitas). (rba) 


DENPASAR, Radar Bali- Penelitian CovCrete 19 bermula dari adanya peningkatan timbulan sampah masker medis dari kegiatan domestik selama masa pandemi Covid-19. Penanganan yang belum optimal dan tercampurnya sampah masker medis dengan sampah domestik menyebabkan resiko pencemaran lingkungan akibat sampah masker medis meningkat. Sampah masker medis tergolong sampah yang tidak dapat didegradasi secara alami.

 

Oleh karena itu, Tim Peneliti dari Fakultas Teknik Unmas Denpasar berinisiatif untuk meneliti penanganan sampah masker medis dengan metode solidifikasi melalui daur ulang serat dari masker medis menjadi bahan campuran beton dan paving block. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan sampah masker medis dari kegiatan domestik yang tercecer dan mencemari lingkungan.

Baca Juga:  FEB Unmas Sukses Gelar Mahasaraswati Capital Market Competition

 

Sampah masker medis diperoleh dari masyarakat yang sudah mengumpulkan masker medis bekasnya selama beberapa hari dan dikumpulkan ke Tim Peneliti. Sampah masker medis yang telah terkumpul, disterilisasi terlebih dahulu dengan larutan desinfektan untuk memastikan bebas dari virus dan aman digunakan untuk proses pencampuran material beton dan paving block.

 

Kegiatan pengumpulan dan sterilisasi sampah masker medis dilakukan dengan protokol kesehatan guna memastikan keamanan Tim Peneliti. Dengan dukungan pendanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka Riset Kebencanaan Ideathon Bali Kembali, diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi dalam kebijakan terkait pengelolaan sampah masker medis, khususnya yang berasal dari kegiatan domestik.

Baca Juga:  Jadi Sampah Visual, Baliho Parpol Ikut Diberangus di Gianyar

 

Pembuatan CovCrete-19 dilakukan di Laboratorium FT Unmas Denpasar dengan sejumlah tahapan, yakni pengujian material beton dan paving block, pembuatan mix design, pencampuran serat masker ke dalam campuran beton dan pavong block, pemeliharaan dan uji kualitas benda uji (specimen).

 

Hasil sementara yang diperoleh yaitu terjadi perbedaan pola retak antara beton normal dengan beton serat. Keretakan yang terjadi pada benda uji dengan serat masker tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan beton normal. Hal tersebut membuktikan bahwa penambahan serat masker ke dalam campuran beton meningkatkan nilai daktilitas (elastisitas). (rba) 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/