alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Bupati Karangasem Siap Bangun Shelter Pengungsi Gunung Agung

AMLAPURA – Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri  terus berupaya memberikan pelayanan kepada pengungsi Gunung Agung.

Disela sela peluncuran Radio Komunikasi Bebasis Masyarakat di Posko Pasebaya Gunung Agung, Desa Duda Timur, Mas Sumatri mengatakan akan menyiapkan shelter untuk pengungsi Karangasem.

Hanya saja selter tersebut baru akan digarap jika ada permintaan dari masyarakat atau pengungsi. Semantara itu, saat ini juga sudah dibagun beberapa selter.

Di antaranya di Desa Pakraman Asak. Rencana juga dibangun di Desa Bungaya dan Desa Seraya. Bahkan untuk pengungsi Gunung Agung yang selama ini mengungsi di luar Karangasem kalau mau pulang ke Karangasem juga akan disiapkan selter.

Pihaknya meminta masyarakat atau pengungsi yang memerlukan agar mengajukan. Sehingga pemerintah bisa mencarikan tempat dan untuk berapa KK.

Nantinya akan disesuaikan dengan luas lahan yang ada. Selter yang dibagun tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas seperti MCK, air dan listrik. “Jika ada yang minta kami akan siapkan,” ujarnya.

Baca Juga:  STIT Jembrana Diusulkan Menjadi Perguruan Tinggi Negeri

Untuk itu Pemkab Karangasem juga tengah mendata tanah Negara yang ada di Karangasem yang nantinya bisa dipergunakan untuk pembaungan selter untuk menampung penngungsi.

Selaian itu tanah milik Desa adat juga diupayakan untuk bisa dipergunakan untuk keperluan kemanusiaan.

Karena itu pihaknya akan berkordinasi juga dengan Desa ada di Karangasem yang memiliki lahan kosong untuk bisa dibagun selter atau penampungan untuk pengungsi.

Ditanya berapa anggaran yang dibutuhkan? Bupati mengakui anggaran akan dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan.

Yang jelas pembagunan nanti akan dilakukan secara bersama sama dan gotong royong. “Pengungsi yang punya bamboo agar di sumbangkan dan nantinya dikerjakan bersama sama,” bebernya.

Shelter ini disiapkan untuk jangka panjang ketimbamng menggunakan Balai Banjar yang tak bisa menampung orang jumlah sangat banyak.

Baca Juga:  27 Desa KRB Bisa Contoh Aksi Warga Bhuana Giri Bikin Jalan Evakuasi

Sementara itu Sekretaris Pesebaya Gunung Agung, Wayan Suara Arsana mengakui sempat ada keluhan dari beberapa pengungsi merasa tidak enak tinggal di balai banjar terlalu lama.

Terlebih lagi bulan Maret mendatang mulai banyak kegiatan adat di beberapa banjar. Seperti persiapan Nyepi di antaranya untuk membuat ogoh ogoh dan yang lainya.

 “Secara langsung belum ada banjar yang keberatan, namun ada selentingan warga banjar yang mengatakan dan berbicara secara lisan dengan pengungsi,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Suara, pemerintah memang perlu mencarikan solusi salah satunya dengan pembuatan shelter. Shelter sendiri nantinya agar dibuat di lokasi yang zona aman diluar KRB. 



AMLAPURA – Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri  terus berupaya memberikan pelayanan kepada pengungsi Gunung Agung.

Disela sela peluncuran Radio Komunikasi Bebasis Masyarakat di Posko Pasebaya Gunung Agung, Desa Duda Timur, Mas Sumatri mengatakan akan menyiapkan shelter untuk pengungsi Karangasem.

Hanya saja selter tersebut baru akan digarap jika ada permintaan dari masyarakat atau pengungsi. Semantara itu, saat ini juga sudah dibagun beberapa selter.

Di antaranya di Desa Pakraman Asak. Rencana juga dibangun di Desa Bungaya dan Desa Seraya. Bahkan untuk pengungsi Gunung Agung yang selama ini mengungsi di luar Karangasem kalau mau pulang ke Karangasem juga akan disiapkan selter.

Pihaknya meminta masyarakat atau pengungsi yang memerlukan agar mengajukan. Sehingga pemerintah bisa mencarikan tempat dan untuk berapa KK.

Nantinya akan disesuaikan dengan luas lahan yang ada. Selter yang dibagun tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas seperti MCK, air dan listrik. “Jika ada yang minta kami akan siapkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Peredaran Upal Marak, Buru Pembuat, Ini Hasilnya…

Untuk itu Pemkab Karangasem juga tengah mendata tanah Negara yang ada di Karangasem yang nantinya bisa dipergunakan untuk pembaungan selter untuk menampung penngungsi.

Selaian itu tanah milik Desa adat juga diupayakan untuk bisa dipergunakan untuk keperluan kemanusiaan.

Karena itu pihaknya akan berkordinasi juga dengan Desa ada di Karangasem yang memiliki lahan kosong untuk bisa dibagun selter atau penampungan untuk pengungsi.

Ditanya berapa anggaran yang dibutuhkan? Bupati mengakui anggaran akan dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan.

Yang jelas pembagunan nanti akan dilakukan secara bersama sama dan gotong royong. “Pengungsi yang punya bamboo agar di sumbangkan dan nantinya dikerjakan bersama sama,” bebernya.

Shelter ini disiapkan untuk jangka panjang ketimbamng menggunakan Balai Banjar yang tak bisa menampung orang jumlah sangat banyak.

Baca Juga:  Gubernur Pastika Pastikan Berkantor di Bandara Jika Kembali Tutup

Sementara itu Sekretaris Pesebaya Gunung Agung, Wayan Suara Arsana mengakui sempat ada keluhan dari beberapa pengungsi merasa tidak enak tinggal di balai banjar terlalu lama.

Terlebih lagi bulan Maret mendatang mulai banyak kegiatan adat di beberapa banjar. Seperti persiapan Nyepi di antaranya untuk membuat ogoh ogoh dan yang lainya.

 “Secara langsung belum ada banjar yang keberatan, namun ada selentingan warga banjar yang mengatakan dan berbicara secara lisan dengan pengungsi,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Suara, pemerintah memang perlu mencarikan solusi salah satunya dengan pembuatan shelter. Shelter sendiri nantinya agar dibuat di lokasi yang zona aman diluar KRB. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/