alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Jelang Nataru, Koster Batasi Operasional Warung sampai Pukul 10 Malam

DENPASAR – Menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 20 Tahun 2021. Surat edaran ini tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) tertanggal 18 Desember 2021.

 

Koster menyampaikan adanya SE Gubernur Nomor 20 tahun 2021 ini di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Sabtu (18/12/2021). Dian menjelaskan, penularan Covid-19 di Bali harus terus dikendalikan. Ini demi melindungi kesehatan dan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

 

Nataru, aku dia, diyakini mobilitas masyarakat akan meningkat di Bali sehingga berpotensi meningkatkan penularan Covid-19. Untuk itu, kata Koster, perlu dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat.

 

Ia pun telah menerbitkan SE Gubernur Nomor 20 taahun 2021 yang berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Dalam SE tersebut, Gubernur meminta fungsi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di masing-masing lingkungan ditingkatkan.

 

“Baik pada tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa dan desa adat mulai 20 Desember 2021,” kata dia.

 

Lebih lanjut, dia juga meminta penerapan protokol kesehatan (prokes) lebih ketat lagi dengan pendekatan 6M. Yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan. Dia juga meminta 3T (testing, tracing, treatment) terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor ventilasi, udara, durasi, dan jarak interaksi untuk mengurangi risiko penularan dalam beraktivitas.

Baca Juga:  Soal Rekomendasi Pembekuan Tiga Ormas di Bali, Ini Jawaban Sekda..

 

Soal vaksinasi juga dicantumkan dalam SE Gubernur ini. Koster meminta dilakukan percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Bahkan, di hari libur sekolah, vaksinasi anak harus tetap dilakukan.

 

Dia pun menyebutkan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten/Kota dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan.

 

Dalam SE ini, Koster minta dilakukan pengetatan, pengawasan prokes, dan memperbanyak penggunaan aplikasi PeduliLindungi pada tempat kegiatan publik seperti fasilitas umum, fasilitas hiburan, mall/ pusat perbelanjaan, restoran/rumah makan, tempat wisata, tempat ibadah, dan fasilitas publik lainnya.

 

Koster juga menekankan pemangku kepentingan di pintu masuk Bali, baik bandara maupun pelabuhan, dan Terminal Tipe Agar mengaktifkan posko terpadu.

 

Berikutnya yang menjadi perhatian SE tersebut adalah pada perayaan Tahun Baru 2022 perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin dilakukan bersama keluarga di tempat masing-masing, mencegah/ menghindari kerumunan, dan menghindari perjalanan jauh.

Baca Juga:  Antisipasi Kerumunan Tahun Baru, Kapolres Tabanan Larang Kembang Api

 

“Melarang kegiatan pawai, karnaval, arak-arakan, pesta perayaan, dan kegiatan perayaan Tahun Baru lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” kata Gubernur Koster dalam SE-nya.

Jam operasional mall/pusat perbelanjaan dan rumah makan/restoran, lanjut SE Gubernur itu, diberlakukan jam operasional. Yakni mulai pukul 09.00 WITA sampai pukul 22.00 WITA. Juga ada pembatasan jumlah pengunjung maksimal 75 persen dari kapasitas.

 

“Serta penerapan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

 

Hal ini juga berlaku bagi jumlah pengunjung di tempat wisata yang dibatasi maksimal 75 persen dari kapasitas total, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

 

Di luar ketentuan Nataru, juga mengatur kegiatan pementasan/ pagelaran seni budaya dan pertandingan olah raga, dapat dilaksanakan tanpa penonton. Sedangkan kegiatan Iain yang tak terkait Nataru lainnya dapat dilaksanakan dengan prokes ketat dengan maksimal 50 orang.

 

Kepada Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kasatpol PP Bali, dan pecalang desa adat, Koster meminta agar melakukan operasi penegakan disiplin yang lebih intensif, masif, dan tegas untuk memastikan terlaksananya edaran ini secara efektif.


DENPASAR – Menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 20 Tahun 2021. Surat edaran ini tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) tertanggal 18 Desember 2021.

 

Koster menyampaikan adanya SE Gubernur Nomor 20 tahun 2021 ini di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Sabtu (18/12/2021). Dian menjelaskan, penularan Covid-19 di Bali harus terus dikendalikan. Ini demi melindungi kesehatan dan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

 

Nataru, aku dia, diyakini mobilitas masyarakat akan meningkat di Bali sehingga berpotensi meningkatkan penularan Covid-19. Untuk itu, kata Koster, perlu dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat.

 

Ia pun telah menerbitkan SE Gubernur Nomor 20 taahun 2021 yang berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Dalam SE tersebut, Gubernur meminta fungsi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di masing-masing lingkungan ditingkatkan.

 

“Baik pada tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa dan desa adat mulai 20 Desember 2021,” kata dia.

 

Lebih lanjut, dia juga meminta penerapan protokol kesehatan (prokes) lebih ketat lagi dengan pendekatan 6M. Yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan. Dia juga meminta 3T (testing, tracing, treatment) terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor ventilasi, udara, durasi, dan jarak interaksi untuk mengurangi risiko penularan dalam beraktivitas.

Baca Juga:  Setahun Dibiarkan Mangkrak, Pembangunan MPP Jembrana Dilanjutkan

 

Soal vaksinasi juga dicantumkan dalam SE Gubernur ini. Koster meminta dilakukan percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Bahkan, di hari libur sekolah, vaksinasi anak harus tetap dilakukan.

 

Dia pun menyebutkan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten/Kota dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan.

 

Dalam SE ini, Koster minta dilakukan pengetatan, pengawasan prokes, dan memperbanyak penggunaan aplikasi PeduliLindungi pada tempat kegiatan publik seperti fasilitas umum, fasilitas hiburan, mall/ pusat perbelanjaan, restoran/rumah makan, tempat wisata, tempat ibadah, dan fasilitas publik lainnya.

 

Koster juga menekankan pemangku kepentingan di pintu masuk Bali, baik bandara maupun pelabuhan, dan Terminal Tipe Agar mengaktifkan posko terpadu.

 

Berikutnya yang menjadi perhatian SE tersebut adalah pada perayaan Tahun Baru 2022 perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin dilakukan bersama keluarga di tempat masing-masing, mencegah/ menghindari kerumunan, dan menghindari perjalanan jauh.

Baca Juga:  Kutu Loncat? Tinggalkan Golkar saat Baru Masuk, Ini Kata Artha Dipa

 

“Melarang kegiatan pawai, karnaval, arak-arakan, pesta perayaan, dan kegiatan perayaan Tahun Baru lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” kata Gubernur Koster dalam SE-nya.

Jam operasional mall/pusat perbelanjaan dan rumah makan/restoran, lanjut SE Gubernur itu, diberlakukan jam operasional. Yakni mulai pukul 09.00 WITA sampai pukul 22.00 WITA. Juga ada pembatasan jumlah pengunjung maksimal 75 persen dari kapasitas.

 

“Serta penerapan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

 

Hal ini juga berlaku bagi jumlah pengunjung di tempat wisata yang dibatasi maksimal 75 persen dari kapasitas total, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

 

Di luar ketentuan Nataru, juga mengatur kegiatan pementasan/ pagelaran seni budaya dan pertandingan olah raga, dapat dilaksanakan tanpa penonton. Sedangkan kegiatan Iain yang tak terkait Nataru lainnya dapat dilaksanakan dengan prokes ketat dengan maksimal 50 orang.

 

Kepada Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kasatpol PP Bali, dan pecalang desa adat, Koster meminta agar melakukan operasi penegakan disiplin yang lebih intensif, masif, dan tegas untuk memastikan terlaksananya edaran ini secara efektif.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/