alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Rektorat Didesak Beri Sanksi bagi Fungsionaris BEM Berotak Mesum

SINGARAJA – Presiden BEM Undiksha Kadek Andra Karisma Dewantara meminta pihak rektorat memberikan sanksi tegas terhadap fungsionaris BEM Undiksha berinisial Komang SA yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswi.

 

“Secara internal kami sudah memecat yang bersangkutan dari fungsionaris BEM. Kami juga sudah sampaikan hal ini pada rektorat. Kami harap ada sanksi secara akademik, agar ada efek jera,” kata Andra.

 

Desakan ini dilakukan lantaran setelah menerima aduan dari mahasiswi korban pelecehan seksual itu pada November 2021, BEM Undiksha telah melakukan klarifikasi terhadap Komang SA.

 

Kata Andra, saat di hadapan forum, Komang SA mengakui perbuatannya. Terhadap hal tersebut, BEM langsung mengambil langkah tegas memecat dari kepengurusan.

Baca Juga:  Undiksha Terima Kunjungan Pejabat Kemendikbudristek
- Advertisement -

 

Andra mengatakan, perbuatan pelaku sudah mengarah pada pelecehan secara fisik.

 

“Sudah ada inisiatif ke arah itu. Karena memaksa menginap di indekos korban. Korban sudah speak up (bicara terbuka, Red) pada kami,” kata Andre saat dihubungi kemarin (18/12).

 

Andra menjelaskan, peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada 4 Agustus silam. Namun mahasiswa yang menjadi korban baru berani mengadukan masalah tersebut pada BEM Undiksha pada akhir November lalu.

 

Peristiwa bermula saat korban baru saja tiba di Bali. Saat itu KS menghubungi korban dan meminta alamat rumah kost korban. Di sana, korban menyambut KS di teras rumah kost. Konon KS meminta mengobrol di kamar korban. Korban pun merasa hal itu aneh, karena korban dan pelaku baru pertama kali bertemu hari itu.

Baca Juga:  Alamak…Puluhan Siswa di Buleleng Terancam DO

 

Obrolan berlangsung hingga pukul 23.00 malam. Belakangan pelaku meminta menginap di kamar kost korban. Saat itu korban sudah menolak, namun pelaku bersikeras menginap di sana. Singkat cerita pelaku beringsut ke tempat tidur korban.

 

Dalam laporan pada pihak BEM, korban mengaku sempat ditepuk pelaku yang fungsionaris BEM berotak mesum. Pelaku juga sempat bersinggungan badan dengan korban. Namun pelaku beralasan hanya menepuk nyamuk dan tempat tidurnya terlalu sempit.

 

Korban akhirnya memilih keluar kamar dan menghubungi 4 orang rekan prianya. Mereka akhirnya terjaga hingga pukul 06.00 pagi.

- Advertisement -

- Advertisement -

SINGARAJA – Presiden BEM Undiksha Kadek Andra Karisma Dewantara meminta pihak rektorat memberikan sanksi tegas terhadap fungsionaris BEM Undiksha berinisial Komang SA yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswi.

 

“Secara internal kami sudah memecat yang bersangkutan dari fungsionaris BEM. Kami juga sudah sampaikan hal ini pada rektorat. Kami harap ada sanksi secara akademik, agar ada efek jera,” kata Andra.


 

Desakan ini dilakukan lantaran setelah menerima aduan dari mahasiswi korban pelecehan seksual itu pada November 2021, BEM Undiksha telah melakukan klarifikasi terhadap Komang SA.

 

Kata Andra, saat di hadapan forum, Komang SA mengakui perbuatannya. Terhadap hal tersebut, BEM langsung mengambil langkah tegas memecat dari kepengurusan.

Baca Juga:  Hoaks Vaksin Ikut Sumbang Rendahnya Vaksinasi di Kecamatan Negara

 

Andra mengatakan, perbuatan pelaku sudah mengarah pada pelecehan secara fisik.

 

“Sudah ada inisiatif ke arah itu. Karena memaksa menginap di indekos korban. Korban sudah speak up (bicara terbuka, Red) pada kami,” kata Andre saat dihubungi kemarin (18/12).

 

Andra menjelaskan, peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada 4 Agustus silam. Namun mahasiswa yang menjadi korban baru berani mengadukan masalah tersebut pada BEM Undiksha pada akhir November lalu.

 

Peristiwa bermula saat korban baru saja tiba di Bali. Saat itu KS menghubungi korban dan meminta alamat rumah kost korban. Di sana, korban menyambut KS di teras rumah kost. Konon KS meminta mengobrol di kamar korban. Korban pun merasa hal itu aneh, karena korban dan pelaku baru pertama kali bertemu hari itu.

Baca Juga:  Mimih…Rumah Dua Bersaudara Penyandang Gangguan Mental Terbakar

 

Obrolan berlangsung hingga pukul 23.00 malam. Belakangan pelaku meminta menginap di kamar kost korban. Saat itu korban sudah menolak, namun pelaku bersikeras menginap di sana. Singkat cerita pelaku beringsut ke tempat tidur korban.

 

Dalam laporan pada pihak BEM, korban mengaku sempat ditepuk pelaku yang fungsionaris BEM berotak mesum. Pelaku juga sempat bersinggungan badan dengan korban. Namun pelaku beralasan hanya menepuk nyamuk dan tempat tidurnya terlalu sempit.

 

Korban akhirnya memilih keluar kamar dan menghubungi 4 orang rekan prianya. Mereka akhirnya terjaga hingga pukul 06.00 pagi.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/