alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Petani Bakar Rumput, Dua Bangunan Warung Laklak di Klungkung Terbakar

SEMARAPURA – Dua bangunan Warung Laklak Pengangon di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali ludes terbakar, Minggu (20/2) sekitar pukul 16.00. Peristiwa kebakaran itu diduga dipicu dari bara api pembakaran sampah pembersihan lahan persawahan yang terbang mengenai atap bangunan terbuat dari alang-alang.

Perbekel Desa Bakas, Wayan Murdana saat dikonfirmasi menuturkan peristiwa itu bermula ketika ada salah seorang petani yang sedang membakar sampah rerumputan setelah bersih-bersih lahan pertanian tidak jauh dari Warung Laklak Pengangon.

Naas, angin kencang berhembus saat kegiatan bakar sampah itu dilakukan. Yang mana bara api pembakaran sampah terbang ke atap dua bangunan Warung Laklak Pengangon yang terbuat dari alang-alang.

Baca Juga:  Genjot Vaksinasi, Bupati Suwirta Kumpulkan Perbekel se- Nusa Penida

“Atapnya alang-alang dengan meja yang terbuat dari tripleks,” ujarnya.

Saat peristiwa kebakaran terjadi, pemilik dan pembeli yang melihat tidak bisa berbuat apa. Sebab di sekitar lokasi tidak ada sumber air yang dapat digunakan untuk memadamkan api. Selain itu, bangunan yang terbuat dari material mudah terbakar mempercepat api melalap bangunan tersebut.

“Pemilik warung masih dalam kondisi syok. Untungnya pembeli berada di bangunan warung sebelah timur. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 60 juta,” jelasnya.

Atas peristiwa itu, pihaknya mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat membakar sampah. Sebab tidak sedikit bangunan yang terbuat dari atap mudah terbakar seperti ijuk pada bangunan pura. Apalagi akhir-akhir ini cuaca tidak menentu, terkadang panas terik dan terkadang hujan deras.

Baca Juga:  Pohon Pule Tumbang Timpa Pura Penataran, Pengempon Rugi Rp 400 Juta

“Sudah saya seriang sampaikan saat pertamuan di desa,” tandasnya. 



SEMARAPURA – Dua bangunan Warung Laklak Pengangon di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali ludes terbakar, Minggu (20/2) sekitar pukul 16.00. Peristiwa kebakaran itu diduga dipicu dari bara api pembakaran sampah pembersihan lahan persawahan yang terbang mengenai atap bangunan terbuat dari alang-alang.

Perbekel Desa Bakas, Wayan Murdana saat dikonfirmasi menuturkan peristiwa itu bermula ketika ada salah seorang petani yang sedang membakar sampah rerumputan setelah bersih-bersih lahan pertanian tidak jauh dari Warung Laklak Pengangon.

Naas, angin kencang berhembus saat kegiatan bakar sampah itu dilakukan. Yang mana bara api pembakaran sampah terbang ke atap dua bangunan Warung Laklak Pengangon yang terbuat dari alang-alang.

Baca Juga:  Warga Adat Peminge Minta Manajemen Kempinski Tak Permainkan Kuota

“Atapnya alang-alang dengan meja yang terbuat dari tripleks,” ujarnya.

Saat peristiwa kebakaran terjadi, pemilik dan pembeli yang melihat tidak bisa berbuat apa. Sebab di sekitar lokasi tidak ada sumber air yang dapat digunakan untuk memadamkan api. Selain itu, bangunan yang terbuat dari material mudah terbakar mempercepat api melalap bangunan tersebut.

“Pemilik warung masih dalam kondisi syok. Untungnya pembeli berada di bangunan warung sebelah timur. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 60 juta,” jelasnya.

Atas peristiwa itu, pihaknya mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat membakar sampah. Sebab tidak sedikit bangunan yang terbuat dari atap mudah terbakar seperti ijuk pada bangunan pura. Apalagi akhir-akhir ini cuaca tidak menentu, terkadang panas terik dan terkadang hujan deras.

Baca Juga:  Tim Yustisi Banyak Temukan Warga Bawa Masker Tapi Tak Dipakai

“Sudah saya seriang sampaikan saat pertamuan di desa,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/