alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Bangkai Paus Sperma Terdampar di Perkampungan, Tebar Bau Busuk

BUNGKULAN – Bangkai seekor paus sperma, terdampar di perkampungan nelayan di wilayah Banjar Dinas Sema, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan.

Warga sempat dibuat kelabakan dengan terdamparnya bangkai mamalia laut itu, karena bangkai sudah membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Bangkai hewan itu dilaporkan terdampar di areal pantai, sekitar pukul 23.00 Minggu malam. Salah seorang warga, Made Sutama menyebutkan, bangkai paus itu terlihat mengapung dari arah utara.

Lama kelamaan bangkai terbawa ombak dan terdampar di pantai. Awalnya warga mengira onggokan sampah gabus yang terdampar.

Tapi setelah didekati, ternyata bangkai hewan yang mulai menebarkan bau tidak sedap.

“Kebetulan jam segitu saya masih duduk-duduk dengan keluarga di depan rumah, ngobrol. Ternyata bangkai pausnya ini terdampar.

Baca Juga:  Cegah Orang Asing Naik Pelinggih, Kapolres Minta Keamanan Diperketat

Saya sama warga sudah berusaha mendorong ke tengah laut pakai bambu, tapi tidak bisa. Padahal sudah 20 orang yang mendorong,” kata Sutama kemarin. 



BUNGKULAN – Bangkai seekor paus sperma, terdampar di perkampungan nelayan di wilayah Banjar Dinas Sema, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan.

Warga sempat dibuat kelabakan dengan terdamparnya bangkai mamalia laut itu, karena bangkai sudah membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Bangkai hewan itu dilaporkan terdampar di areal pantai, sekitar pukul 23.00 Minggu malam. Salah seorang warga, Made Sutama menyebutkan, bangkai paus itu terlihat mengapung dari arah utara.

Lama kelamaan bangkai terbawa ombak dan terdampar di pantai. Awalnya warga mengira onggokan sampah gabus yang terdampar.

Tapi setelah didekati, ternyata bangkai hewan yang mulai menebarkan bau tidak sedap.

“Kebetulan jam segitu saya masih duduk-duduk dengan keluarga di depan rumah, ngobrol. Ternyata bangkai pausnya ini terdampar.

Baca Juga:  Kuasai Parlemen, Paslon Kembang–Sugiasa Target Menang Tanpa Persentase

Saya sama warga sudah berusaha mendorong ke tengah laut pakai bambu, tapi tidak bisa. Padahal sudah 20 orang yang mendorong,” kata Sutama kemarin. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/