alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Libur 2 Minggu, Disidak, Guru Malah Temukan Banyak Rumah Siswa Kosong

NEGARA– Surat Edaran pemerintah untuk mengantisipasi penularan covid 19 dengan meniadakan kegiatan belajar bagi peserta didik dan membebankan siswa untuk belajar di rumah ternyata tak berjalan maksimal.

Bahkan, meski ada imbauan agar pentingnya peran dan pengawasan orang tua untuk memantau anaknya selama masa belajar dirumah. Namun tidak sedikit justru malah disalahgunakan.

Banyak siswa dan orang tua maupun keluarga yang justru memanfaatkan “libur” ini bukan dipakai untuk belajar di rumah. Namun siswa justru banyak yang tidak belajar di rumah dan menggunakan masa belajar di rumah ini dengan main, berlibur bersama keluarga.

Dugaan penyalahgunaan masa belajar di rumah itu terungkap saat pihak sekolah melalui guru melakukan kunjungan atau inspeksi mendadak (sidak) ke rumah-rumah siswa.

Baca Juga:  Bidan Puskesmas 4 Densel Positif Corona, 50 Tenaga Medis Diisolasi

Dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Bali, banyak guru menemukan rumah siswanya dalam keadaan kosong.

“Kenyataannya, setiap mendatangi rumah siswa, kami selalu temukan rumah dalam keadaan kosong. Siswa tidak ada belajar di rumah, semua main,” kata salah seorang guru, Jumat (20/3).

Bahkan senada dengan guru, kondisi ini juga dibenarkan salah satu komite sekolah.

Sementara itu, terkait terkait temuan banyaknya siswa yang tidak belajar di rumah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jembrana I Nyoman Wenten mengatakan, pihaknya sudah melakukan monitoring ke sekolah-sekolah untuk memastikan tugas yang diberikan pada siswa yang saat ini belajar di rumah.

Menurutnya, sekolah harus melaporkan pada dinas, karena bukan libur tapi jam kerja.

Baca Juga:  Hilangkan Stres di Tengah Pandemi, Lansia di Tabanan Bermain Gateball

Meski saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai siswa yang tidak belajar di rumah.

Namun, selaku Kadisdikpora, pihaknya mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anaknya.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam menjalankan edaran mengenai belajar di rumah ini.

“Sekolah sudah kami minta untuk buat edaran pada orang tua siswa agar orang tua juga mengawasi anak-anaknya sesuai edaran,” tukasnya. 



NEGARA– Surat Edaran pemerintah untuk mengantisipasi penularan covid 19 dengan meniadakan kegiatan belajar bagi peserta didik dan membebankan siswa untuk belajar di rumah ternyata tak berjalan maksimal.

Bahkan, meski ada imbauan agar pentingnya peran dan pengawasan orang tua untuk memantau anaknya selama masa belajar dirumah. Namun tidak sedikit justru malah disalahgunakan.

Banyak siswa dan orang tua maupun keluarga yang justru memanfaatkan “libur” ini bukan dipakai untuk belajar di rumah. Namun siswa justru banyak yang tidak belajar di rumah dan menggunakan masa belajar di rumah ini dengan main, berlibur bersama keluarga.

Dugaan penyalahgunaan masa belajar di rumah itu terungkap saat pihak sekolah melalui guru melakukan kunjungan atau inspeksi mendadak (sidak) ke rumah-rumah siswa.

Baca Juga:  Jadi Komoditi Bantuan Sembako, Harga Telur Ayam Merangkak Naik

Dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Bali, banyak guru menemukan rumah siswanya dalam keadaan kosong.

“Kenyataannya, setiap mendatangi rumah siswa, kami selalu temukan rumah dalam keadaan kosong. Siswa tidak ada belajar di rumah, semua main,” kata salah seorang guru, Jumat (20/3).

Bahkan senada dengan guru, kondisi ini juga dibenarkan salah satu komite sekolah.

Sementara itu, terkait terkait temuan banyaknya siswa yang tidak belajar di rumah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jembrana I Nyoman Wenten mengatakan, pihaknya sudah melakukan monitoring ke sekolah-sekolah untuk memastikan tugas yang diberikan pada siswa yang saat ini belajar di rumah.

Menurutnya, sekolah harus melaporkan pada dinas, karena bukan libur tapi jam kerja.

Baca Juga:  Terkena Dampak Covid-19, 11 Paket Pekerjaan Dalam Proses Tender Batal

Meski saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai siswa yang tidak belajar di rumah.

Namun, selaku Kadisdikpora, pihaknya mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anaknya.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam menjalankan edaran mengenai belajar di rumah ini.

“Sekolah sudah kami minta untuk buat edaran pada orang tua siswa agar orang tua juga mengawasi anak-anaknya sesuai edaran,” tukasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/