alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Instruksi KSP Moeldoko Jelas, Tuntaskan Reforma Agraria Sendang Pasir

SINGARAJA – Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Bali mendesak agar pemerintah memprioritaskan Reforma Agraria di Banjar Dinas Sendang Pasir, Desa Pemuteran.

Hal ini dianggap penting, agar para petani memiliki kepastian hak dalam pengelolaan lahan pertanian. Lebih lagi masalah agraria di Sendang Pasir sudah berlangsung sejak lama.

Koordinator KPA Wilayah Bali Ni Wayan Indrawati mengatakan, konflik agraria di Sendang Pasir sudah menjadi perhatian sejak lama.

Tepatnya ejak tahun 1993 lalu. KPA selama selalu mendampingi perjuangan serikat tani di Sendang Pasir, utamanya soal hak lahan.

Terkait aksi yang dilakukan serikat tani beberapa hari lalu, Indrawati tak menampiknya. Sepengetahuan KPA, hampir tiap tahun serikat tani memasang spanduk di kawasan tersebut.

Ia sendiri baru tahu spanduk itu diturunkan Trantib Kecamatan setelah membaca media. “Saya malah baru tahu. Karena kemarin (Kamis, Red) itu kawan-kawan

Baca Juga:  Konservasi Libatkan Nelayan, Jadi Wisata Alternatif di Desa Pemuteran

Sendang Pasir hadir ke Denpasar. Karena ada pertemuan dengan Kepala Staf Presiden Pak Moeldoko soal reforma agrarian ini.

Hanya ketua serikat tani sempat bicara keras di depan Sekda (provinsi), mungkin saja karena itu,” kata Indrawati.

Menurutnya, KPA telah mengusulkan agar Sendang Pasir menjadi Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) pada tahun 2012 ini.

Selain Sendang Pasir, juga ada penyelesaian pengungsi Eks Timor-Timur, dan Hak Guna Usaha (HGU) Sumberklampok. Hanya saja di tingkat daerah, Sendang Pasir belum masuk menjadi prioritas.

Indrawati menyebut sesuai pernyataan pemerintah daerah dan BPN, reforma agraria Sendang Pasir akan ditangani setelah reforma agraria di Sumberklampok tuntas.

“Sebenarnya Sumberklampok, Sendang Pasir, dan Eks Tim-tim itu berdekatan waktunya. Makanya ketiganya kami usulkan untuk ditangani dalam waktu cepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Artefak Bukit Ser Diserahkan ke Desa Dinas, Ini Harapan Disbud...

Merujuk pada pertemuan pada Kamis lalu, Indrawati optimistis ada jalan terang terkait reforma agraria, khususnya I Bali Utara.

“Kalau saya lihat pernyataan dari Kepala Staf Presiden itu jelas, menginstruksikan pada daerah dan jajarannya menindaklanjuti hasil pertemuan organisasi masyarakat sipil dengan presiden.

Saya melihat instruksi Pak Moeldoko itu lebih ke arah eksekusi. Sehingga kami melihat ada jalan terang dan proses positif yang mulai berjalan,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya serikat tani di Sendang Pasir mendesak agar kawasan mereka masuk dalam Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA).

Anggota serikat tani sempat memasang baliho berukuran jumbo pada Rabu (17/3) lalu. Namun pada Kamis (18/3) sore, baliho itu diturunkan oleh Trantib Kecamatan Gerokgak. 

SINGARAJA – Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Bali mendesak agar pemerintah memprioritaskan Reforma Agraria di Banjar Dinas Sendang Pasir, Desa Pemuteran.

Hal ini dianggap penting, agar para petani memiliki kepastian hak dalam pengelolaan lahan pertanian. Lebih lagi masalah agraria di Sendang Pasir sudah berlangsung sejak lama.

Koordinator KPA Wilayah Bali Ni Wayan Indrawati mengatakan, konflik agraria di Sendang Pasir sudah menjadi perhatian sejak lama.

Tepatnya ejak tahun 1993 lalu. KPA selama selalu mendampingi perjuangan serikat tani di Sendang Pasir, utamanya soal hak lahan.

Terkait aksi yang dilakukan serikat tani beberapa hari lalu, Indrawati tak menampiknya. Sepengetahuan KPA, hampir tiap tahun serikat tani memasang spanduk di kawasan tersebut.

Ia sendiri baru tahu spanduk itu diturunkan Trantib Kecamatan setelah membaca media. “Saya malah baru tahu. Karena kemarin (Kamis, Red) itu kawan-kawan

Baca Juga:  Safari Kamtibmas Ke Masjid, Kapolres Minta Jamaah Tak Golput

Sendang Pasir hadir ke Denpasar. Karena ada pertemuan dengan Kepala Staf Presiden Pak Moeldoko soal reforma agrarian ini.

Hanya ketua serikat tani sempat bicara keras di depan Sekda (provinsi), mungkin saja karena itu,” kata Indrawati.

Menurutnya, KPA telah mengusulkan agar Sendang Pasir menjadi Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) pada tahun 2012 ini.

Selain Sendang Pasir, juga ada penyelesaian pengungsi Eks Timor-Timur, dan Hak Guna Usaha (HGU) Sumberklampok. Hanya saja di tingkat daerah, Sendang Pasir belum masuk menjadi prioritas.

Indrawati menyebut sesuai pernyataan pemerintah daerah dan BPN, reforma agraria Sendang Pasir akan ditangani setelah reforma agraria di Sumberklampok tuntas.

“Sebenarnya Sumberklampok, Sendang Pasir, dan Eks Tim-tim itu berdekatan waktunya. Makanya ketiganya kami usulkan untuk ditangani dalam waktu cepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Lebih 20 Tahun Menghuni, Pengungsi Eks Timtim Berhak atas Tanah Hutan

Merujuk pada pertemuan pada Kamis lalu, Indrawati optimistis ada jalan terang terkait reforma agraria, khususnya I Bali Utara.

“Kalau saya lihat pernyataan dari Kepala Staf Presiden itu jelas, menginstruksikan pada daerah dan jajarannya menindaklanjuti hasil pertemuan organisasi masyarakat sipil dengan presiden.

Saya melihat instruksi Pak Moeldoko itu lebih ke arah eksekusi. Sehingga kami melihat ada jalan terang dan proses positif yang mulai berjalan,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya serikat tani di Sendang Pasir mendesak agar kawasan mereka masuk dalam Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA).

Anggota serikat tani sempat memasang baliho berukuran jumbo pada Rabu (17/3) lalu. Namun pada Kamis (18/3) sore, baliho itu diturunkan oleh Trantib Kecamatan Gerokgak. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/