alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Terganggu Erupsi, BWS Bali Penida Tunda Proyek Bendungan Telaga Waja

DENPASAR – Pengerjaan proyek Bendungan Telaga Waja di Wilayah Karangasem resmi ditunda. Penundaan proyek ini terpaksa dilakukan karena menghadapi berbagai kendala.

Penundaan ini belum bisa dipastikan batas waktunya. Namun, di tengah penundaan proyek yang rencananya tahun ini masuk tahap lelang, dua proyek bendungan yakni Sidan dan Tamblang dipercepat proses lelangnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida I Ketut Jayada mengungkapkan, penundaan waktu pengerjaan dilatarbelakangi kondisi Gunung Agung yang hingga saat ini belum normal.

Selain itu, adanya keberatan dari para petani karena mengancam lahan pertanian seluas 30 hektare milik mereka. Selain itu karena adanya penolakan dari sebelas perusahaan rafting.

Mereka keberatan dengan proyek tersebut karena akan memotong arus sungai Telaga Waja. Atas dasar penolakan tersebut, amdal pun tak kunjung keluar.

Baca Juga:  8 Pejabat Dispar Korupsi, ORI Ancam Cabut Predikat Kepatuhan Publik

“Tapi kami bersyukur, walaupun itu ditunda, proyek Sidan dan Tamblang dipercepat proses lelangnya,” ujar Ketut Jayada kemarin.

Dua proyek bendungan Sidan (Gianyar) dan Tamblang (Buleleng) ini akan dilakukan pelelangan dalam waktu dekat ini.

Tambalng yang seharusnya dijadwalkan lelang pada 2020 dan Sidan di tahun 2019 bisa dipercepat tahun 2018.

“Proses lelang akan dilakukan dalam waktu tiga bulan, dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2021” katanya.

Nilai proyek bendungan Sidan sendiri mencapai Rp 850 miliar. Bendungan yang diklaim bisa menghasilkan debit air 1.700 liter per detik

dan juga listrik 1,1 Megawatt (MW) itu akan mengaliri daerah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan).

Sementara Bendungan Tamblang di Buleleng ini nantinya sebagai penyuplai kebutuhan air di Wilayah Bali Utara yang saat ini masih menunggu proses amdal.

Baca Juga:  Hari Ini, Peletakan Batu Pertama Proyek Bendungan Tamblang

“Kebutuhan air ini menjadi mutlak. Sementara di Bali potensi sumber daya air sangat kecil. Jadi, sangat dibutuhkan. Selain kebutuhan rumah tangga, ada juga industri pariwisata yang cukup besar kebutuhannya,” jelas Jayada.

Bendungan Telaga Waja jika terwujud diprediksi bisa menghasilkan listrik hingga 1,5 MW. BWS Bali Penida sebenarnya telah memiliki tiga lokasi yang rencananya akan menjadi lokasi pembangunan bendungan.

Di antaranya Selat Kiri di Gianyar dengan memanfaatkan aliran sungai Ayung dan Selat Kanan di Badung serta Bendungan Sorga di Buleleng.

“Semakin banyak akan semakin baik, karena kebutuhan air bisa teratasi,” paparnya.



DENPASAR – Pengerjaan proyek Bendungan Telaga Waja di Wilayah Karangasem resmi ditunda. Penundaan proyek ini terpaksa dilakukan karena menghadapi berbagai kendala.

Penundaan ini belum bisa dipastikan batas waktunya. Namun, di tengah penundaan proyek yang rencananya tahun ini masuk tahap lelang, dua proyek bendungan yakni Sidan dan Tamblang dipercepat proses lelangnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida I Ketut Jayada mengungkapkan, penundaan waktu pengerjaan dilatarbelakangi kondisi Gunung Agung yang hingga saat ini belum normal.

Selain itu, adanya keberatan dari para petani karena mengancam lahan pertanian seluas 30 hektare milik mereka. Selain itu karena adanya penolakan dari sebelas perusahaan rafting.

Mereka keberatan dengan proyek tersebut karena akan memotong arus sungai Telaga Waja. Atas dasar penolakan tersebut, amdal pun tak kunjung keluar.

Baca Juga:  Jadi Sumber Air Baku, Ini Spesifikasi Bendungan Tamblang Buleleng

“Tapi kami bersyukur, walaupun itu ditunda, proyek Sidan dan Tamblang dipercepat proses lelangnya,” ujar Ketut Jayada kemarin.

Dua proyek bendungan Sidan (Gianyar) dan Tamblang (Buleleng) ini akan dilakukan pelelangan dalam waktu dekat ini.

Tambalng yang seharusnya dijadwalkan lelang pada 2020 dan Sidan di tahun 2019 bisa dipercepat tahun 2018.

“Proses lelang akan dilakukan dalam waktu tiga bulan, dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2021” katanya.

Nilai proyek bendungan Sidan sendiri mencapai Rp 850 miliar. Bendungan yang diklaim bisa menghasilkan debit air 1.700 liter per detik

dan juga listrik 1,1 Megawatt (MW) itu akan mengaliri daerah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan).

Sementara Bendungan Tamblang di Buleleng ini nantinya sebagai penyuplai kebutuhan air di Wilayah Bali Utara yang saat ini masih menunggu proses amdal.

Baca Juga:  Kapal BPBD Rusak Dikoyak Ombak Besar, Biaya Perbaikan Ratusan Juta

“Kebutuhan air ini menjadi mutlak. Sementara di Bali potensi sumber daya air sangat kecil. Jadi, sangat dibutuhkan. Selain kebutuhan rumah tangga, ada juga industri pariwisata yang cukup besar kebutuhannya,” jelas Jayada.

Bendungan Telaga Waja jika terwujud diprediksi bisa menghasilkan listrik hingga 1,5 MW. BWS Bali Penida sebenarnya telah memiliki tiga lokasi yang rencananya akan menjadi lokasi pembangunan bendungan.

Di antaranya Selat Kiri di Gianyar dengan memanfaatkan aliran sungai Ayung dan Selat Kanan di Badung serta Bendungan Sorga di Buleleng.

“Semakin banyak akan semakin baik, karena kebutuhan air bisa teratasi,” paparnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/