alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Duh, Distan Sebut Anjing yang Menggigit Warga Tihingan Positif Rabies

SEMARAPURA – Anjing yang menggigit warga Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Sabtu (17/4) lalu, dinyatakan positif rabies.

Puluhan anjing yang sempat kontak dengan anjing itu pun akhirnya diberikan vaksin rabies dan ada pula yang dieliminasi, Senin kemarin (19/4).

Pasalnya setelah dilakukan penelusuran, ternyata jumlah warga Desa Tihingan yang digigit anjing tersebut sebanyak 7 orang.

Kadis Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida, mengungkapkan, hasil pengecekan sampel otak anjing yang menggigit warga Desa Tihingan telah keluar kemarin.

Hasilnya, anjing tersebut dinyatakan positif rabies. “Atas hasil pemeriksaan itu, kami melakukan penelusuran untuk melakukan vaksinasi dan eliminasi pada anjing di Desa Tihingan hari ini (kemarin) mulai pukul 08.00,” ungkapnya.

Baca Juga:  Parah, Anjing Rabies Ngamuk, Korban di Klungkung Bali Berjatuhan

Berdasar penelusuran yang dilakukan, dicurigai ada puluhan anjing yang sempat kontak dengan anjing yang diliarkan pemiliknya itu.

Di mana 91 anjing mendapat vaksinasi dan 3 anjing dieliminasi. “Jadi dari segi kesehatan hewan, kami melakukan penyisiran untuk melakukan vaksinasi dan eliminasi pada anjing.

- Advertisement -

Sementara dari segi kesehatan manusia, Diskes juga melakukan upaya-upaya untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi masyarakat yang tergigit untuk diberikan vaksin,” ujarnya.

Dengan dinyatakannya anjing itu positif rabies, maka kasus tersebut merupakan kasus gigitan anjing rabies kelima yang terjadi di tahun 2021 ini.

Di mana kasus pertama di tahun 2021 terjadi di Desa Takmung pada 12 Januari. “Kemudian terjadi di Desa Sampalan Klod dan Desa Selat,” bebernya.

Baca Juga:  TERUNGKAP! Mahasiswa Undhiksa Perusak Pelinggih Ternyata…

Dengan adanya kasus gigitan anjing rabies itu, pihaknya berharap masyarakat kian sadar dalam memelihara binatang peliharaannya.

Jangan sampai status saja sebagai binatang peliharaan namun dilepas liarkan di jalanan begitu saja. Sebab tidak hanya membahayakan bagi binatang peliharaan itu sendiri namun juga orang lain.

Sementara itu, Perbekel Tihingan, I Wayan Sugiarta mengungkapkan, setelah dilakukan penelusuran ternyata jumlah warga yang digigit anjing tersebut bertambah menjadi 7 orang.

Ketujuh orang korban telah mendapatkan VAR. “Satu di antaranya digigit anjing berbeda namun dikhawatirkan sempat melakukan kontak dengan anjing yang positif tersebut,” tandasnya. 

- Advertisement -

SEMARAPURA – Anjing yang menggigit warga Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Sabtu (17/4) lalu, dinyatakan positif rabies.

Puluhan anjing yang sempat kontak dengan anjing itu pun akhirnya diberikan vaksin rabies dan ada pula yang dieliminasi, Senin kemarin (19/4).

Pasalnya setelah dilakukan penelusuran, ternyata jumlah warga Desa Tihingan yang digigit anjing tersebut sebanyak 7 orang.

Kadis Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida, mengungkapkan, hasil pengecekan sampel otak anjing yang menggigit warga Desa Tihingan telah keluar kemarin.

Hasilnya, anjing tersebut dinyatakan positif rabies. “Atas hasil pemeriksaan itu, kami melakukan penelusuran untuk melakukan vaksinasi dan eliminasi pada anjing di Desa Tihingan hari ini (kemarin) mulai pukul 08.00,” ungkapnya.

Baca Juga:  Waspada, Sebulan, 13 Kasus Gigitan Positif Rabies Merebak di Buleleng

Berdasar penelusuran yang dilakukan, dicurigai ada puluhan anjing yang sempat kontak dengan anjing yang diliarkan pemiliknya itu.

Di mana 91 anjing mendapat vaksinasi dan 3 anjing dieliminasi. “Jadi dari segi kesehatan hewan, kami melakukan penyisiran untuk melakukan vaksinasi dan eliminasi pada anjing.

Sementara dari segi kesehatan manusia, Diskes juga melakukan upaya-upaya untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi masyarakat yang tergigit untuk diberikan vaksin,” ujarnya.

Dengan dinyatakannya anjing itu positif rabies, maka kasus tersebut merupakan kasus gigitan anjing rabies kelima yang terjadi di tahun 2021 ini.

Di mana kasus pertama di tahun 2021 terjadi di Desa Takmung pada 12 Januari. “Kemudian terjadi di Desa Sampalan Klod dan Desa Selat,” bebernya.

Baca Juga:  Mih, Kasus Rabies di Bali Bejibun, Dirjen Peternakan Ngaku Malu Berat

Dengan adanya kasus gigitan anjing rabies itu, pihaknya berharap masyarakat kian sadar dalam memelihara binatang peliharaannya.

Jangan sampai status saja sebagai binatang peliharaan namun dilepas liarkan di jalanan begitu saja. Sebab tidak hanya membahayakan bagi binatang peliharaan itu sendiri namun juga orang lain.

Sementara itu, Perbekel Tihingan, I Wayan Sugiarta mengungkapkan, setelah dilakukan penelusuran ternyata jumlah warga yang digigit anjing tersebut bertambah menjadi 7 orang.

Ketujuh orang korban telah mendapatkan VAR. “Satu di antaranya digigit anjing berbeda namun dikhawatirkan sempat melakukan kontak dengan anjing yang positif tersebut,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/