alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Tak Mau Kecolongan, Polisi Awasi Jalur Tikus dan Pelabuhan Tradisional

NEGARA– Sejumlah pengetatan terus dilakukan petugas kepolisian di sejumlah pintu masuk Bali. Bahkan pengetatan bukan hanya dilakukan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Melainkan, pengetatan juga dilakukan di sejumlah titik rawan dan jalur tikus.

Salah satu lokasi atau titik yang mendapat perhatian serius dari petugas keamanan, yakni seperti di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Desa Pengambengan.

Kepolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, pengamanan arus balik setelah hari raya tidak hanya fokus pada Pelabuhan Gilimanuk.

Pelabuha tradisional di pesisir pantai yang diduga kerap dijadikan sebagai jalur tikus masuk Bali juga menjadi perhatian pengawasan.

“Pusat pengawasan memang Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu utama masuk Bali, tapi jalur tikus juga kami antisipasi,” tegasnya, didampingi Waka Polsek AKP Eddy Waluyo dan Bhabinkamtibmas Desa Pengambengan Bripka Eko Prasetyo, Kamis (20/5).

Baca Juga:  Hi..Hi..Dikira Tidur, WN Singapura Ditemukan Meninggal di Negara Bali

Menurutnya, PPN Pengambengan yang berada di wilayah Polsek Negara menjadi  perhatian pengamanan karena menjadi dermaga bagi para nelayan.

Tidak hanya nelayan dari Desa Pengambengan, tetapi nelayan dari Banyuwangi juga kerap bersandar di PPN Pengambengan.

Sehingga, dengan padatnya aktivitas, PPN Pengambengan dinilai bisa berpotensi menjadi jalur tikus bagi para pelaku perjalanan dari luar Bali menuju Bali.

Bahkan, imbuh Sudarma, pengawasan di wilayah pesisir pantai tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku perjalanan dari Jawa ke Bali setelah hari raya.

Namun, pengawasan juga dilakukan untuk mengantispasi masuknya barang-barang berbahaya dan terlarang seperti narkoba dan lain-lain.

Untuk itu, selaku aparat kepolisian, pihaknya meminta bantuan dari nelayan untuk bersama-sama membantu pengawasan di wilayah pesisir.

Baca Juga:  Mabuk-mabukan di Area Pelabuhan, Belasan Pemuda Jembrana Bali Diciduk

Nelayan diminta untuk melaporkan kepada aparat jika ada hal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. 


NEGARA– Sejumlah pengetatan terus dilakukan petugas kepolisian di sejumlah pintu masuk Bali. Bahkan pengetatan bukan hanya dilakukan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Melainkan, pengetatan juga dilakukan di sejumlah titik rawan dan jalur tikus.

Salah satu lokasi atau titik yang mendapat perhatian serius dari petugas keamanan, yakni seperti di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Desa Pengambengan.

Kepolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, pengamanan arus balik setelah hari raya tidak hanya fokus pada Pelabuhan Gilimanuk.

Pelabuha tradisional di pesisir pantai yang diduga kerap dijadikan sebagai jalur tikus masuk Bali juga menjadi perhatian pengawasan.

“Pusat pengawasan memang Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu utama masuk Bali, tapi jalur tikus juga kami antisipasi,” tegasnya, didampingi Waka Polsek AKP Eddy Waluyo dan Bhabinkamtibmas Desa Pengambengan Bripka Eko Prasetyo, Kamis (20/5).

Baca Juga:  Tiga Kali Masuk Bui, Hasil Curian untuk Judi, Minum dan Foya-Foya

Menurutnya, PPN Pengambengan yang berada di wilayah Polsek Negara menjadi  perhatian pengamanan karena menjadi dermaga bagi para nelayan.

Tidak hanya nelayan dari Desa Pengambengan, tetapi nelayan dari Banyuwangi juga kerap bersandar di PPN Pengambengan.

Sehingga, dengan padatnya aktivitas, PPN Pengambengan dinilai bisa berpotensi menjadi jalur tikus bagi para pelaku perjalanan dari luar Bali menuju Bali.

Bahkan, imbuh Sudarma, pengawasan di wilayah pesisir pantai tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku perjalanan dari Jawa ke Bali setelah hari raya.

Namun, pengawasan juga dilakukan untuk mengantispasi masuknya barang-barang berbahaya dan terlarang seperti narkoba dan lain-lain.

Untuk itu, selaku aparat kepolisian, pihaknya meminta bantuan dari nelayan untuk bersama-sama membantu pengawasan di wilayah pesisir.

Baca Juga:  Di Karangasem, Sampah Plastik Ditukar Beras

Nelayan diminta untuk melaporkan kepada aparat jika ada hal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/