alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Badung Pastikan Pembangunan Megaproyek Jalan Lingkar Selatan Berlanjut

MANGUPURA– Rencana pembangunan megaproyek jalan lingkar selatan (JLS) di Kabupaten Badung, Provinsi Bali dipastikan akan tetap berlanjut.

 

Kepastian soal kelanjutan proyek pembangunan JLS, itu sebagaimana disampaikan Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa belum lama ini.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur JLS di Kabupaten Badung selain bertujuan untuk mengurangi dampak kemacetan di beberapa ruas jalan dan alternatif akses penghubung menuju kawasan-kawasan pariwisata.

 

JLS juga diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dan investasi, pendapatan daerah, menumbuhkan orientasi desa wisata baru, serta mampu memberdayakan potensi produk dan kesenian masyarakat setempat.

 

 “Kabupaten Badung memiliki berbagai potensi yang dapat menggerakkan perekonomian seperti sumber daya alam dengan keindahan alam yang eksotis seperti hasil-hasil pertanian yang mendukung sektor pariwisata, seni budaya dan kerajinan.

 

Potensi ini yang menjadikan Badung sebagai destinasi pariwisata internasional yang terkenal hingga mancanegara,” ujar Sekda Adi Arnawa. 

 

Lebih lanjut, Kabupaten Badung juga diakui merupakan pintu gerbang pariwisata Pulau Dewata serta menjadi tujuan meeting, incentive, conference dan exhibition (MICE) internasional.

Baca Juga:  Keterlaluan, Cucu Tega Aniaya Sang Kakek

 

Dalam konteks ini, maka Kabupaten Badung seringkali menjadi tempat perhelatan pertemuan tingkat internasional yang dihadiri oleh tokoh-tokoh dunia dan kepala negara dari berbagai belahan dunia.

 

Untuk itu, imbunya, diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai dan berstandar internasional.

 

“Sekali lagi pembangunan infrastruktur JLS di Kabupaten Badung ini memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam rangka mendukung kelancaran dan kenyamanan berbagai kegiatan dan event internasional yang diselenggarakan di Bali dan Kabupaten Badung khususnya,”tandasnya.

 

Kata Adi Arnawa, pembangunan JLS diproyeksikan untuk memudahkan koneksi antar destinasi pariwisata. Adanya jalan yang memadai dan bebas hambatan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar daerah dalam upaya pemerataan pembangunan di Kabupaten Badung.

 

“Kami sebagai penanggung jawab proyek kerjasama (PJPK) berkomitmen kuat melaksanakan arahan serta catatan-catatan yang diberikan Kementerian Keuangan dan mensukseskan proyek KPBU Jalan Lingkar Selatan Badung ini di mata investor nasional maupun internasional,” ucap Adi Arnawa.

Baca Juga:  66 KPPS dan Linmas Reaktif Hasil Rapid Test, KPU Siapkan Pengganti

 

Terakhir, ia juga berharap proyek KPBU jalan lingkar selatan di Badung dapat segera terwujud sehingga nantinya akan muncul daerah tujuan wisata (DTW) baru dalam upaya meningkatkan pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Badung.

 

“Sampai saat ini sektor pariwisata masih menjadi sektor unggulan dan berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Badung dengan jumlah wisatawan kurang lebih 6,5 juta tiap tahunnya, ” tukasnya.

 

Seperti diketahui, pembangunan infrastruktur jalan lingkar selatan Kabupaten Badung telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Badung 2016-2021. 

 

Pemkab Badung juga telah mengikuti capacity building yang diselenggarakan oleh PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dalam rangka fasilitas PDF (Project Development Facility), terkait proyek KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha) jalan lingkar selatan belum lama ini.


MANGUPURA– Rencana pembangunan megaproyek jalan lingkar selatan (JLS) di Kabupaten Badung, Provinsi Bali dipastikan akan tetap berlanjut.

 

Kepastian soal kelanjutan proyek pembangunan JLS, itu sebagaimana disampaikan Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa belum lama ini.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur JLS di Kabupaten Badung selain bertujuan untuk mengurangi dampak kemacetan di beberapa ruas jalan dan alternatif akses penghubung menuju kawasan-kawasan pariwisata.

 

JLS juga diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dan investasi, pendapatan daerah, menumbuhkan orientasi desa wisata baru, serta mampu memberdayakan potensi produk dan kesenian masyarakat setempat.

 

 “Kabupaten Badung memiliki berbagai potensi yang dapat menggerakkan perekonomian seperti sumber daya alam dengan keindahan alam yang eksotis seperti hasil-hasil pertanian yang mendukung sektor pariwisata, seni budaya dan kerajinan.

 

Potensi ini yang menjadikan Badung sebagai destinasi pariwisata internasional yang terkenal hingga mancanegara,” ujar Sekda Adi Arnawa. 

 

Lebih lanjut, Kabupaten Badung juga diakui merupakan pintu gerbang pariwisata Pulau Dewata serta menjadi tujuan meeting, incentive, conference dan exhibition (MICE) internasional.

Baca Juga:  Aparatur di Badung Wajib Dengar Lagu Indonesia Raya Setiap Hari

 

Dalam konteks ini, maka Kabupaten Badung seringkali menjadi tempat perhelatan pertemuan tingkat internasional yang dihadiri oleh tokoh-tokoh dunia dan kepala negara dari berbagai belahan dunia.

 

Untuk itu, imbunya, diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai dan berstandar internasional.

 

“Sekali lagi pembangunan infrastruktur JLS di Kabupaten Badung ini memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam rangka mendukung kelancaran dan kenyamanan berbagai kegiatan dan event internasional yang diselenggarakan di Bali dan Kabupaten Badung khususnya,”tandasnya.

 

Kata Adi Arnawa, pembangunan JLS diproyeksikan untuk memudahkan koneksi antar destinasi pariwisata. Adanya jalan yang memadai dan bebas hambatan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar daerah dalam upaya pemerataan pembangunan di Kabupaten Badung.

 

“Kami sebagai penanggung jawab proyek kerjasama (PJPK) berkomitmen kuat melaksanakan arahan serta catatan-catatan yang diberikan Kementerian Keuangan dan mensukseskan proyek KPBU Jalan Lingkar Selatan Badung ini di mata investor nasional maupun internasional,” ucap Adi Arnawa.

Baca Juga:  Terima Dandim, Bupati Giri Prasta Harapkan Kerjasama Tetap Terjaga

 

Terakhir, ia juga berharap proyek KPBU jalan lingkar selatan di Badung dapat segera terwujud sehingga nantinya akan muncul daerah tujuan wisata (DTW) baru dalam upaya meningkatkan pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Badung.

 

“Sampai saat ini sektor pariwisata masih menjadi sektor unggulan dan berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Badung dengan jumlah wisatawan kurang lebih 6,5 juta tiap tahunnya, ” tukasnya.

 

Seperti diketahui, pembangunan infrastruktur jalan lingkar selatan Kabupaten Badung telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Badung 2016-2021. 

 

Pemkab Badung juga telah mengikuti capacity building yang diselenggarakan oleh PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dalam rangka fasilitas PDF (Project Development Facility), terkait proyek KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha) jalan lingkar selatan belum lama ini.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/