alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Jadi Kasus Meninggal Pertama di Buleleng, GTPP Telusuri Jejak Almarhum

SINGARAJA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng mengumumkan seorang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Ini sekaligus menjadi kasus meninggal dunia pertama yang terjadi di Kabupaten Buleleng. Pasien yang dinyatakan meninggal itu diidentifikasi sebagai PDP-140.

Pasien ini merupakan seorang laki-laki berusia 30 tahun yang berasal dari Kecamatan Sukasada. Pasien dinyatakan meninggal pada pukul 08.45 Minggu (19/7) pagi lalu dimakamkan di setra desa adat setempat pada pukul 13.00 Minggu siang.

Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengungkapkan, pasien awalnya masuk ke salah satu RS Swasta di Kota Singaraja pada Senin (6/7) lalu.

Saat itu pasien mengeluhkan kondisi demam dan batuk berdahak. Hanya saja dahak pada saluran pernafasan pasien tak bisa keluar. Pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit swasta lain.

Saat diperiksa tim medis, gejalanya ternyata menyerupai covid. Sehingga tim medis memutuskan merujuk pasien ke RSUD Buleleng pada Selasa (14/7).

Begitu sampai di RSUD Buleleng pasien dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Selanjutnya pasien langsung dirujuk ke RS Pratama Giri Emas guna menjalani swab.

Baca Juga:  Gaji 1.600 Guru Kontrak Bakal Dinaikkan, Segini Nilainya…

“Sejak dirawat sampai meninggal pagi tadi, kami sudah dua kali melakukan pengambilan sampel swab. Kedua-duanya terkonfirmasi positif.

Tadi siang lewat tim kami pengurus jenazah covid sudah berjalan dengan APD lengkap kurang lebih pukul 11.00 Wita.

Jadi BPBD, Pol PP, dibantu pihak lain sudah lakukan pemakaman jenazah. Kami harap ini kasus meninggal pertama dan terakhir di Buleleng,” ujar Suyasa.

Suyasa mengatakan, selama menjalani perawatan mendiang mengalami sesak napas. Ketika dilakukan pemeriksaan secara mendalam, tim medis menemukan massa pada paru-paru mendiang.

“Kalau di istilah kedokteran ada namanya massa paru. Ini yang menjadi salah satu penyakit penyerta yang bersangkutan,” imbuhnya.

Suyasa menegaskan saat ini tim surveillance masih terus berusaha menemukan sumber virus yang menyebabkan PDP-140 meninggal dunia.

Sebab dari hasil penelusuran sementara, pasien tidak pernah keluar kota,tidak pernah kontak dengan kasus beresiko, dan tidak pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi positif.

Baca Juga:  Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat

Suyasa hanya menyebut pasien sempat bekerja di salah satu diler. Untuk itu tim surveillance diinstruksikan terus melakukan penelusuran terhadap kasus 140.

Untuk tahap awal, tim akan melakukan penelusuran pada keluarga pasien, lingkungan pasien, serta rekan kerja pasien.

“Tracing terus berjalan. Tim kami terus bergerak. Kalau istilah penelitian, ketika sampai di titik jenuh data, artinya sudah tidak ada tambahan

informasi lagi, baru tracing dihentikan. Sepanjang ada tambahan informasi baru, tracing terus dilakukan,” tegasnya.

Terkait dengan kasus meninggal itu, Suyasa pun menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Warga juga diminta mengikuti himbauan yang disampaikan oleh pemerintah. Sehingga kasus terkonfirmasi positif covid dapat ditekan.

hingga kemarin, secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Buleleng mencapai 120 kasus.

Dari seratusan kasus itu, sebanyak 14 orang diantaranya masih menjalani isolasi di bawah pengawasan tim medis. Sedangkan 105 orang lainnya telah dinyatakan sembuh, dan seorang dinyatakan meninggal dunia.



SINGARAJA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng mengumumkan seorang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Ini sekaligus menjadi kasus meninggal dunia pertama yang terjadi di Kabupaten Buleleng. Pasien yang dinyatakan meninggal itu diidentifikasi sebagai PDP-140.

Pasien ini merupakan seorang laki-laki berusia 30 tahun yang berasal dari Kecamatan Sukasada. Pasien dinyatakan meninggal pada pukul 08.45 Minggu (19/7) pagi lalu dimakamkan di setra desa adat setempat pada pukul 13.00 Minggu siang.

Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengungkapkan, pasien awalnya masuk ke salah satu RS Swasta di Kota Singaraja pada Senin (6/7) lalu.

Saat itu pasien mengeluhkan kondisi demam dan batuk berdahak. Hanya saja dahak pada saluran pernafasan pasien tak bisa keluar. Pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit swasta lain.

Saat diperiksa tim medis, gejalanya ternyata menyerupai covid. Sehingga tim medis memutuskan merujuk pasien ke RSUD Buleleng pada Selasa (14/7).

Begitu sampai di RSUD Buleleng pasien dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Selanjutnya pasien langsung dirujuk ke RS Pratama Giri Emas guna menjalani swab.

Baca Juga:  BPNT Cair, 15.661 KK di Jembrana Terima Paket Sembako Kemensos

“Sejak dirawat sampai meninggal pagi tadi, kami sudah dua kali melakukan pengambilan sampel swab. Kedua-duanya terkonfirmasi positif.

Tadi siang lewat tim kami pengurus jenazah covid sudah berjalan dengan APD lengkap kurang lebih pukul 11.00 Wita.

Jadi BPBD, Pol PP, dibantu pihak lain sudah lakukan pemakaman jenazah. Kami harap ini kasus meninggal pertama dan terakhir di Buleleng,” ujar Suyasa.

Suyasa mengatakan, selama menjalani perawatan mendiang mengalami sesak napas. Ketika dilakukan pemeriksaan secara mendalam, tim medis menemukan massa pada paru-paru mendiang.

“Kalau di istilah kedokteran ada namanya massa paru. Ini yang menjadi salah satu penyakit penyerta yang bersangkutan,” imbuhnya.

Suyasa menegaskan saat ini tim surveillance masih terus berusaha menemukan sumber virus yang menyebabkan PDP-140 meninggal dunia.

Sebab dari hasil penelusuran sementara, pasien tidak pernah keluar kota,tidak pernah kontak dengan kasus beresiko, dan tidak pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi positif.

Baca Juga:  Terjaring Sidak Masker, 5 Warga Klungkung Didenda, 5 Lainnya Dibina

Suyasa hanya menyebut pasien sempat bekerja di salah satu diler. Untuk itu tim surveillance diinstruksikan terus melakukan penelusuran terhadap kasus 140.

Untuk tahap awal, tim akan melakukan penelusuran pada keluarga pasien, lingkungan pasien, serta rekan kerja pasien.

“Tracing terus berjalan. Tim kami terus bergerak. Kalau istilah penelitian, ketika sampai di titik jenuh data, artinya sudah tidak ada tambahan

informasi lagi, baru tracing dihentikan. Sepanjang ada tambahan informasi baru, tracing terus dilakukan,” tegasnya.

Terkait dengan kasus meninggal itu, Suyasa pun menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Warga juga diminta mengikuti himbauan yang disampaikan oleh pemerintah. Sehingga kasus terkonfirmasi positif covid dapat ditekan.

hingga kemarin, secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Buleleng mencapai 120 kasus.

Dari seratusan kasus itu, sebanyak 14 orang diantaranya masih menjalani isolasi di bawah pengawasan tim medis. Sedangkan 105 orang lainnya telah dinyatakan sembuh, dan seorang dinyatakan meninggal dunia.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/