alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Mulai 16 Juli, Karantina Mandiri di Klungkung Hanya Lima Hari

SEMARAPURA – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung telah menggelontorkan bantuan pangan bagi warga yang menjalani karantina mandiri mencapai lebih dari Rp 100 juta sejak Januari 2021 hingga Senin (19/7).

 

Bantuan pangan itu diberikan kepada warga yang harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari lantaran melakukan kontak erat dengan terkonfirmasi Covid-19.

 

Namun berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Senin (19/7) mengungkapkan warga yang melakukan kontak erat dengan terkonfimasi Covid-19 tidak lagi harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

 

Mulai 16 Juli 2021, mereka yang melakukan kontak erat hanya perlu melakukan karantina mandiri selama lima hari.

Baca Juga:  Karena Ini Harga Gula Dawan Merangkak Naik, Oplosan Jadi Ancaman

- Advertisement -

 

“Begitu juga dengan bantuan pangan yang diberikan kepada warga yang menjalani karantina mandiri hanya diberikan untuk lima hari. Di mana per jiwanya diberikan bantuan pangan 0,3 kg, telur, minyak dan sayur per hari. Dan akan ditambah susu bayi bila ada bayi yang ikut menjalani karantina mandiri,” terangnya.

 

Setelah lima hari menjalani karantina, menurutnya warga yang menjalani karantina akan menjalani tes PCR. Bila hasil tes PCR negatif, maka masa karantina mandiri mereka berakhir dan bisa beraktivitas seperti biasa. Namun bila positif, maka mereka akan menjalani isolasi di hotel bila tidak bergejala dan gejala ringan.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Menurun, RSUD Klungkung Tetap Siagakan Ruang Isolasi

 

“Atau isolasi di rumah sakit bila gejala sedang hingga berat,” jelasnya.

 

Namun bila mereka yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 memilih melakukan isolasi mandiri, menurutnya tidak ada bantuan pangan dari Dinsos untuk mereka. Sebab sesuai prosedur yang ada, bantuan pangan dari Dinsos diberikan kepada mereka yang menjalani karantina mandiri.

 

“Selain itu, bantuan pangan dari Dinsos Klungkung diberikan bila anggaran desa untuk bantuan pangan bagi warga yang menjalani karantina telah habis. Kalau desa masih memiliki anggaran untuk bantuan pangan, maka itu yang disalurkan terlebih dahulu. Itu untuk menghindari penyaluran bantuan ganda,” tandasnya.

- Advertisement -

SEMARAPURA – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung telah menggelontorkan bantuan pangan bagi warga yang menjalani karantina mandiri mencapai lebih dari Rp 100 juta sejak Januari 2021 hingga Senin (19/7).

 

Bantuan pangan itu diberikan kepada warga yang harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari lantaran melakukan kontak erat dengan terkonfirmasi Covid-19.

 

Namun berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Senin (19/7) mengungkapkan warga yang melakukan kontak erat dengan terkonfimasi Covid-19 tidak lagi harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

 

Mulai 16 Juli 2021, mereka yang melakukan kontak erat hanya perlu melakukan karantina mandiri selama lima hari.

Baca Juga:  82 Hari Dirawat Karena Covid-19, IRT di Jembrana Ungkap Fakta Ini

 

“Begitu juga dengan bantuan pangan yang diberikan kepada warga yang menjalani karantina mandiri hanya diberikan untuk lima hari. Di mana per jiwanya diberikan bantuan pangan 0,3 kg, telur, minyak dan sayur per hari. Dan akan ditambah susu bayi bila ada bayi yang ikut menjalani karantina mandiri,” terangnya.

 

Setelah lima hari menjalani karantina, menurutnya warga yang menjalani karantina akan menjalani tes PCR. Bila hasil tes PCR negatif, maka masa karantina mandiri mereka berakhir dan bisa beraktivitas seperti biasa. Namun bila positif, maka mereka akan menjalani isolasi di hotel bila tidak bergejala dan gejala ringan.

Baca Juga:  Siswa Belum Terima Bantuan Paket Internet, Ortu Terpaksa Beli Sendiri

 

“Atau isolasi di rumah sakit bila gejala sedang hingga berat,” jelasnya.

 

Namun bila mereka yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 memilih melakukan isolasi mandiri, menurutnya tidak ada bantuan pangan dari Dinsos untuk mereka. Sebab sesuai prosedur yang ada, bantuan pangan dari Dinsos diberikan kepada mereka yang menjalani karantina mandiri.

 

“Selain itu, bantuan pangan dari Dinsos Klungkung diberikan bila anggaran desa untuk bantuan pangan bagi warga yang menjalani karantina telah habis. Kalau desa masih memiliki anggaran untuk bantuan pangan, maka itu yang disalurkan terlebih dahulu. Itu untuk menghindari penyaluran bantuan ganda,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/