alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Keluh Kesah Pedagang Pasar Seni, Dari Sepi hingga Minta PPKM Disudahi

GIANYAR – Pedagang Pasar Seni Sukawati berkeluh kesah dengan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meskipun sudah diberi kelonggaran jam buka pasar sampai pukul 17.00, pedagang merasa sulit mendapat keuntungan akibat perpanjangan itu.

 

Pedagang souvenir, Adi Ayana, menyatakan semenjak diberlakukannya PPKM, kedatangan wisatawan masih minim. Pedagang asal Blahbatuh ini berharap PPKM dicukupkan.

 

“Ya mudah-mudahan cukup sampai 25 Agustus. Tidak diperpanjang lagi,” pintanya, Kamis (19/8).

 

Adi juga berharap besar agar pemerintah segera membuka penerbangan internasional dengan tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan.

- Advertisement -

 

“Ingin sekali seperti dulu, banyak turis berkunjung ke Pasar Seni, covid segera hilang,” ujarnya penuh harap.

 

 

Salah satu pedagang kain, Ni Ketut Sulasih, menyatakan suasana pasar seni masih sepi pengunjung.

 

 

Baca Juga:  Peternak, Pedagang, Pegawai Toko Hingga Sopir Ambulans Positif Corona

“Suasana masih sepi, belum ada yang berani keluar. Dibukanya (jam buka) perlahan juga belum

berdampak,” ujarnya.

 

 

Dia mengaku hanya pada hari-hari tertentu saja, beberapa pelancong lokal maupun domestik datang berkunjung dan belanja. Namun dari ratusan pedagang, hanya satu-dua pedagang saja yang dapat jualan.

 

“Ada yang dapat, ada yang enggak sama sekali. Karena pedagang banyak, pembeli bisa dihitung dengan jari. Jauh beda sama dulu, hampir semua dapat jualan,” ungkapnya. 

 

 

Kalaupun dapat jualan, diakui keuntungannya masih sedikit.

 

“Kebanyakan yang datang warga lokal Bali, biasanya minta harga korona. Jadi dapat untung paling seribu dua ribu,” ujarnya. 

 

Meski sepi, Ketut Sulasih dan pedagang lain memilih tetap membuka lapak.

 

“Kalau sepi duduk-duduk saja sambil ngobrol sama temen. Kadang bawa busung biar gak bosan, jualan sepi sambil mejejahitan,” terangnya diiyakan pedagang lain. 

Baca Juga:  Prosesi Pelebon Istri Raja Ubud Libatkan 14 Banjar, Ini Porsinya…

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary, mengakui suasana sepi pengunjung.

 

“Memang sepi, tapi kami yakin ada saja yang belanja,” jelasnya. 

Jumlah pedagang Pasar Seni Sukawati juga dipastikan akan bertambah. Karena Pasar Blok C yang dulunya Pasar Umum Sukawati, akan menjadi Pasar Seni. Pedagangnya tetap dihuni oleh pedagang lama.

 

“Jadi pedagang yang dulunya jual sembako, diharapkan mau naik kelas jual oleh-oleh khas Bali. Pedagang lama tetap diprioritaskan,” ungkapnya.

 

Untuk jumlah pedagang Pasar Seni Sukawati sebanyak 779 orang.

 

“Itu di blok A dan Blok B. Ada pedagang lukisan, baju Bali dan kerajinan,” pungkasnya.

- Advertisement -

GIANYAR – Pedagang Pasar Seni Sukawati berkeluh kesah dengan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meskipun sudah diberi kelonggaran jam buka pasar sampai pukul 17.00, pedagang merasa sulit mendapat keuntungan akibat perpanjangan itu.

 

Pedagang souvenir, Adi Ayana, menyatakan semenjak diberlakukannya PPKM, kedatangan wisatawan masih minim. Pedagang asal Blahbatuh ini berharap PPKM dicukupkan.


 

“Ya mudah-mudahan cukup sampai 25 Agustus. Tidak diperpanjang lagi,” pintanya, Kamis (19/8).

 

Adi juga berharap besar agar pemerintah segera membuka penerbangan internasional dengan tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan.

 

“Ingin sekali seperti dulu, banyak turis berkunjung ke Pasar Seni, covid segera hilang,” ujarnya penuh harap.

 

 

Salah satu pedagang kain, Ni Ketut Sulasih, menyatakan suasana pasar seni masih sepi pengunjung.

 

 

Baca Juga:  Pedagang Pasar Sebut Tak Ada Tera Ulang Timbangan dari Disperindag

“Suasana masih sepi, belum ada yang berani keluar. Dibukanya (jam buka) perlahan juga belum

berdampak,” ujarnya.

 

 

Dia mengaku hanya pada hari-hari tertentu saja, beberapa pelancong lokal maupun domestik datang berkunjung dan belanja. Namun dari ratusan pedagang, hanya satu-dua pedagang saja yang dapat jualan.

 

“Ada yang dapat, ada yang enggak sama sekali. Karena pedagang banyak, pembeli bisa dihitung dengan jari. Jauh beda sama dulu, hampir semua dapat jualan,” ungkapnya. 

 

 

Kalaupun dapat jualan, diakui keuntungannya masih sedikit.

 

“Kebanyakan yang datang warga lokal Bali, biasanya minta harga korona. Jadi dapat untung paling seribu dua ribu,” ujarnya. 

 

Meski sepi, Ketut Sulasih dan pedagang lain memilih tetap membuka lapak.

 

“Kalau sepi duduk-duduk saja sambil ngobrol sama temen. Kadang bawa busung biar gak bosan, jualan sepi sambil mejejahitan,” terangnya diiyakan pedagang lain. 

Baca Juga:  Sempat Menolak, Akhirnya Pasar Seni Sukawati Ditutup karena PPKM

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary, mengakui suasana sepi pengunjung.

 

“Memang sepi, tapi kami yakin ada saja yang belanja,” jelasnya. 

Jumlah pedagang Pasar Seni Sukawati juga dipastikan akan bertambah. Karena Pasar Blok C yang dulunya Pasar Umum Sukawati, akan menjadi Pasar Seni. Pedagangnya tetap dihuni oleh pedagang lama.

 

“Jadi pedagang yang dulunya jual sembako, diharapkan mau naik kelas jual oleh-oleh khas Bali. Pedagang lama tetap diprioritaskan,” ungkapnya.

 

Untuk jumlah pedagang Pasar Seni Sukawati sebanyak 779 orang.

 

“Itu di blok A dan Blok B. Ada pedagang lukisan, baju Bali dan kerajinan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/