alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Meski Sekolah Online, Disdik Tabanan Rehab 9 SMP Rp5,5 Miliar

TABANAN – Sekolah online atau pembelajaran tatap muka yang digelar di tengah pandemi Covid-19 tak menyurutkan Pemerintah Tabanan menggarap proyek fisik. Di antaranya adalah melakukan perbaikan sekolah.

 

Melalui Dinas Pendidikan memastikan pada tahun 2021 sejumlah sekolah SMP di Tabanan akan mendapat perbaikan bangunan gedung sekolah yang dalam kondisi rusak.

 

Perbaikan pada bangunan gedung sekolah tersebut setelah Pemkab Tabanan mendapat dana alokasi khusus (DAK) yang bersumber dari pusat untuk rehab fisik sekolah.

 

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Made Darmawisata ketika dikonfirmasi mengatakan tahun ini ada sepuluh lokus atau bangunan gedung di sembilan SMP yang mendapatkan Dana alokasi khusus (DAK) dari pusat.

 

“Dengan nilai pagu anggaran DAK pagu Rp 5,547 miliar lebih dengan nilai kontrak Rp 3,989 miliar lebih,” ungkapnya.

 

Dijelaskan Darmawisata, sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut telah diajukan sebelumnya karena mengalami rusak sedang maupun berat yang harus segera mendapat proses perbaikan.

 

Pemerintah pusat hanya memberikan bantuan dana untuk rehab sedang maupun berat. Akhirnya ada 10 banguan gedung di 9 SMP yang mendapatkan bantuan DAK tahun 2021 yang dibagi dalam dua paket.

Baca Juga:  Istri Pahlawan Nasional Kapten Mudita Berpulang

 

“Paket I untuk enam bangunan di 5 sekolah. Sementara paket II 5 bangunan gedung di 4 SMP,” jelasnya.

 

Rehab gedung banguan sekolah tersebut berupa ruangan kelas, ruangan guru termasuk untuk ruang perpustakaan dan laboratorium. Semua pengerjaan proyek tersebut telah  dikerjakan mulai 26 Juli sesuai dengan perjanjian kontrak kerja dengan rekanan pemenang tender.

 

Untuk daftar nama sekolah SMP yang mendapat bantuan perbaikan gedung sekolah melalui dana DAK pusat. Di antaranya satu ruang kelas di SMPN 2 Selemadeg dengan pagu Rp 335 juta kontrak Rp 243, 623 juta lebih.

 

Rehab 6 ruang kelas di SMPN I Selemadeg Timur dengan pagu Rp 1,2 M kontrak sebesar Rp 794,442 juta lebih. Rehab 4 ruang kelas SMPN 1 Selemadeg dengan pagu Rp 740, juta dengan nilai kontrak Rp 500, 891 juta lebih.

 

Begitu juga dengan di SMPN 2 Selemadeg rehab gedung perpustakan dengan pagu Rp 277,4 juta dengan kontrak Rp 195,835 juta.

Baca Juga:  Soal Tersangka Dugaan Korupsi di Tabanan, Ini Kata Jubir KPK

 

Sementara di SMPN 4 Pupuan di Desa Padangan yang sempat ditinjau Bupati ada dua rehab. Yakni gedung perpustakaan dengan pagu Rp 295 juta dengan kontrak Rp 211,522 juta lebih serta rehab 4 ruang kelas dengan pagu Rp 589,8 juta kontrak Rp 411,937 juta lebih.

 

Sementara untuk paket II 5 bangunan gedung di empat sekolah diantaranya rehab ruang kelas SMPN 1 Kerambitan dengan pagu Rp 1,129 miliar lebih dengan kontrak Rp 819, 171 juta.

Rehab Perpustakaan SMPN 2 Kediri dengan pagu Rp 215,5 juta kontrak Rp 179,272 Juta lebih. Kemudian rehab ruang lab IPA SMPN 3 Kediri dengan pagu Rp 270 juta dengan kontrak Rp 204, 609 juta lebih.

 

Sementara SMPN 3 Penebel mendapatkan rehab guru dengan pagu Rp 475 juta dengan kontrak Rp 336,187 juta lebih.

 

“Harapan kami semua pengerjaan perbaikan gedung sekolah tuntas tepat waktu. Dan kami pun akan melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah bangunan sekolah yang diperbaiki,” pungkasnya.


TABANAN – Sekolah online atau pembelajaran tatap muka yang digelar di tengah pandemi Covid-19 tak menyurutkan Pemerintah Tabanan menggarap proyek fisik. Di antaranya adalah melakukan perbaikan sekolah.

 

Melalui Dinas Pendidikan memastikan pada tahun 2021 sejumlah sekolah SMP di Tabanan akan mendapat perbaikan bangunan gedung sekolah yang dalam kondisi rusak.

 

Perbaikan pada bangunan gedung sekolah tersebut setelah Pemkab Tabanan mendapat dana alokasi khusus (DAK) yang bersumber dari pusat untuk rehab fisik sekolah.

 

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Made Darmawisata ketika dikonfirmasi mengatakan tahun ini ada sepuluh lokus atau bangunan gedung di sembilan SMP yang mendapatkan Dana alokasi khusus (DAK) dari pusat.

 

“Dengan nilai pagu anggaran DAK pagu Rp 5,547 miliar lebih dengan nilai kontrak Rp 3,989 miliar lebih,” ungkapnya.

 

Dijelaskan Darmawisata, sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut telah diajukan sebelumnya karena mengalami rusak sedang maupun berat yang harus segera mendapat proses perbaikan.

 

Pemerintah pusat hanya memberikan bantuan dana untuk rehab sedang maupun berat. Akhirnya ada 10 banguan gedung di 9 SMP yang mendapatkan bantuan DAK tahun 2021 yang dibagi dalam dua paket.

Baca Juga:  Bidan Positif Corona Layani Imunisasi, 30 Bayi di Tabanan Jalani Swab

 

“Paket I untuk enam bangunan di 5 sekolah. Sementara paket II 5 bangunan gedung di 4 SMP,” jelasnya.

 

Rehab gedung banguan sekolah tersebut berupa ruangan kelas, ruangan guru termasuk untuk ruang perpustakaan dan laboratorium. Semua pengerjaan proyek tersebut telah  dikerjakan mulai 26 Juli sesuai dengan perjanjian kontrak kerja dengan rekanan pemenang tender.

 

Untuk daftar nama sekolah SMP yang mendapat bantuan perbaikan gedung sekolah melalui dana DAK pusat. Di antaranya satu ruang kelas di SMPN 2 Selemadeg dengan pagu Rp 335 juta kontrak Rp 243, 623 juta lebih.

 

Rehab 6 ruang kelas di SMPN I Selemadeg Timur dengan pagu Rp 1,2 M kontrak sebesar Rp 794,442 juta lebih. Rehab 4 ruang kelas SMPN 1 Selemadeg dengan pagu Rp 740, juta dengan nilai kontrak Rp 500, 891 juta lebih.

 

Begitu juga dengan di SMPN 2 Selemadeg rehab gedung perpustakan dengan pagu Rp 277,4 juta dengan kontrak Rp 195,835 juta.

Baca Juga:  Ini Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di Tabanan saat Pandemi Covid-19

 

Sementara di SMPN 4 Pupuan di Desa Padangan yang sempat ditinjau Bupati ada dua rehab. Yakni gedung perpustakaan dengan pagu Rp 295 juta dengan kontrak Rp 211,522 juta lebih serta rehab 4 ruang kelas dengan pagu Rp 589,8 juta kontrak Rp 411,937 juta lebih.

 

Sementara untuk paket II 5 bangunan gedung di empat sekolah diantaranya rehab ruang kelas SMPN 1 Kerambitan dengan pagu Rp 1,129 miliar lebih dengan kontrak Rp 819, 171 juta.

Rehab Perpustakaan SMPN 2 Kediri dengan pagu Rp 215,5 juta kontrak Rp 179,272 Juta lebih. Kemudian rehab ruang lab IPA SMPN 3 Kediri dengan pagu Rp 270 juta dengan kontrak Rp 204, 609 juta lebih.

 

Sementara SMPN 3 Penebel mendapatkan rehab guru dengan pagu Rp 475 juta dengan kontrak Rp 336,187 juta lebih.

 

“Harapan kami semua pengerjaan perbaikan gedung sekolah tuntas tepat waktu. Dan kami pun akan melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah bangunan sekolah yang diperbaiki,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/