alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Menteri BUMN Pastikan Kesiapan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk

Menteri BUMN Erick Thohir meninjau langsung kesiapan PT. ASDP Indonesia Ferry dalam menerapkan aplikasi Peduli Lindungi di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang, Minggu (19/9). Menurutnya, aplikasi di dua pelabuhan milik BUMN tersebut sudah bisa digunakan.

 

Meski PPKM sudah turun level di semua daerah termasuk Bali, masyarakat yang melakukan perjalanan ke Bali atau keluar Bali tetap harus membawa surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan surat keterangan rapid test antigen dan bukti vaksin. “Pada intinya, pelaku perjalanan harus sehat. Dibuktikan dengan negatif berdasarkan antigen dan sudah vaksin,” kata Erick Thohir.

 

Sampai kapan syarat wajib rapid test antigen bagi pelaku perjalanan melalui pelabuhan? General manager PT. Indonesia Ferry Cabang Pelabuhan Ketapang Suharto menambahkan, masih menunggu kebijakan pemerintah. “Mungkin kalau pemerintah sudah menganggap Indonesia sudah bebas dari pandemi, saya yakin sudah tidak berlaku lagi. Tetapi sampai saat ini berlaku,” kata Suharto.

Baca Juga:  Waspada! Cuaca Buruk Masih Mengancam Penyeberangan Jawa-Bali

 

Menurut Suharto, surat keterangan rapid test antigen dan bukti vaksin tersebut sebagai salah satu bentuk kewaspadaan dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Jangan sampai kita kecolongan, meski level kita turun tetapi tetap waspada. Makanya kewaspadaannya dengan cara semua pelaku perjalanan sehat, dibuktikan dengan vaksin dan rapid test antigen atau PCR,” tegasnya.

 

Menteri BUMN Erick Thohir dalam pemantauannya memastikan penanganan Covid-19 berjalan baik. Salah satunya dengan aplikasi Peduli Lindungi. Dimulai dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kemudian saat tiba di Pelabuhan Gilimanuk, check in lagi. “Kalau sistem ini ditaati, selain vaksinasi, kita harapkan masing-masing bisa menjaga,” tandasnya.


Menteri BUMN Erick Thohir meninjau langsung kesiapan PT. ASDP Indonesia Ferry dalam menerapkan aplikasi Peduli Lindungi di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang, Minggu (19/9). Menurutnya, aplikasi di dua pelabuhan milik BUMN tersebut sudah bisa digunakan.

 

Meski PPKM sudah turun level di semua daerah termasuk Bali, masyarakat yang melakukan perjalanan ke Bali atau keluar Bali tetap harus membawa surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan surat keterangan rapid test antigen dan bukti vaksin. “Pada intinya, pelaku perjalanan harus sehat. Dibuktikan dengan negatif berdasarkan antigen dan sudah vaksin,” kata Erick Thohir.

 

Sampai kapan syarat wajib rapid test antigen bagi pelaku perjalanan melalui pelabuhan? General manager PT. Indonesia Ferry Cabang Pelabuhan Ketapang Suharto menambahkan, masih menunggu kebijakan pemerintah. “Mungkin kalau pemerintah sudah menganggap Indonesia sudah bebas dari pandemi, saya yakin sudah tidak berlaku lagi. Tetapi sampai saat ini berlaku,” kata Suharto.

Baca Juga:  Tukad Aya Kaya Tinggalan Sejarah Bali, Duga Pusat Peradaban Masa Lalu

 

Menurut Suharto, surat keterangan rapid test antigen dan bukti vaksin tersebut sebagai salah satu bentuk kewaspadaan dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Jangan sampai kita kecolongan, meski level kita turun tetapi tetap waspada. Makanya kewaspadaannya dengan cara semua pelaku perjalanan sehat, dibuktikan dengan vaksin dan rapid test antigen atau PCR,” tegasnya.

 

Menteri BUMN Erick Thohir dalam pemantauannya memastikan penanganan Covid-19 berjalan baik. Salah satunya dengan aplikasi Peduli Lindungi. Dimulai dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kemudian saat tiba di Pelabuhan Gilimanuk, check in lagi. “Kalau sistem ini ditaati, selain vaksinasi, kita harapkan masing-masing bisa menjaga,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/