alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

AA Gde Agung: Anak Korban Covid Tak Boleh Putus Sekolah

DENPASAR, radarbali.id – Selain meninjau korban longsor akibat gempa bumi berkekuatan 4.8 magnitudo di RSUD Bangli, Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini juga berkunjung ke Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (19/10).

 

Sama seperti aksi nyata penyaluran bantuan di Desa Trunyan, Kintamani, Bangli dan di Desa Ban, Kubu, Karangasem, Risma juga menyalurkan bantuan di Tabanan. Namun, bentuknya berupa beasiswa karena yang menerima adalah anak korban Covid-19.

 

“Ibu Risma memberikan beasiswa kepada anak-anak korban Covid-19. Jumlahnya sekitar 30 orang anak. Besarannya bervariasi bergantung usia dan jenjang pendidikan si anak.

Beasiswa ini dirancang berkesinambungan agar jangan sampai anak-anak yatim piatu korban Covid-19 ini putus sekolah,” ucap Anggota DPD RI Komite III DPD RI, Anak Agung Gde Agung, Selasa (19/10) malam.

 

- Advertisement -

Bupati Badung periode 2005-2015 itu menegaskan Komite III DPD RI dan Kemensos RI siap bersinergi dalam banyak hal di masa pandemi Covid-19.

 

Baca Juga:  Direktur RSUD dan Kadis PU Tabanan Lowong, Sanjaya Singgung Lelang

Salah satunya memaksimalkan penyaluran anggaran secara proporsional bagi program atensi anak yatim piatu ke seluruh daerah di Indonesia berdasarkan pada pendataan yang terverifikasi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

 

Penglingsir Puri Ageng Mengwi itu menambahkan Komite III DPD RI juga mengharapkan Mensos RI agar menyosialisasikan secara luas kepada pemangku kepentingan di daerah yang terkait dengan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

 

Termasuk masyarakat terkait Permensos No. 3 Tahun 2021 tentang pengelolaan DTKS terutama menyangkut adanya aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dalam pengelolaan DTKS.

 

“Komite III DPD RI secara proporsional akan senantiasa bersinergi dengan Kementerian Sosial RI untuk memastikan seluruh program dan kebijakan dilaksanakan oleh pemerintah daerah termasuk sinergi dalam pengawasan atas pelaksanaan program dan kebijakan tersebut.

Kami juga siap mendorong pemerintah daerah untuk mengusulkan program atensi anak yatim berdasarkan pada pendataan yang telah terverifikasi dalam DTKS,” tegas Anak Agung Gde Agung. 

Baca Juga:  Nangun Sat Kerthi Loka Bali,Turah: Saatnya Koster Selamatkan Desa Adat

 

Khusus beasiswa bagi anak yatim piatu korban Covid-19, mewakili Komite III DPD RI, Anak Agung Gde Agung mengapresiasi langkah sigap Kemensos RI di bawah komando Tri Rismaharini.

 

Terangnya bencana alam sifatnya sangat isidentil. Lebih jauh, pihaknya berharap adanya bantuan berkesinambungan bagi anak-anak yatim piatu korban Covid-19 dan hal tersebut direspons cepat sang menteri.

 

“Ibu Risma menanamkan semangat dan kepercayaan diri kepada anak-anak. Sampai disebutkan kalimat aku pasti bisa. Intinya, jangan sampai anak-anak korban Covid-19 ini putus sekolah.

Oleh Mensos hal ini didukung lewat beasiswa yang dikemas berupa tabungan dari Bank Mandiri. Tabungan ini setiap saat bisa ditarik oleh yang bersangkutan.

Sudah dilakukan pengetesan apakah tabungan itu benar-benar isi atau tidak di ATM mobile Bank Mandiri,” jelas sosok kharismatik dengan ciri khas kumis tebal ini.

 

“Ini menyangkut masa depan bangsa kita,” tutupnya mengapresiasi program Kemensos RI.

- Advertisement -

DENPASAR, radarbali.id – Selain meninjau korban longsor akibat gempa bumi berkekuatan 4.8 magnitudo di RSUD Bangli, Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini juga berkunjung ke Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (19/10).

 

Sama seperti aksi nyata penyaluran bantuan di Desa Trunyan, Kintamani, Bangli dan di Desa Ban, Kubu, Karangasem, Risma juga menyalurkan bantuan di Tabanan. Namun, bentuknya berupa beasiswa karena yang menerima adalah anak korban Covid-19.

 

“Ibu Risma memberikan beasiswa kepada anak-anak korban Covid-19. Jumlahnya sekitar 30 orang anak. Besarannya bervariasi bergantung usia dan jenjang pendidikan si anak.

Beasiswa ini dirancang berkesinambungan agar jangan sampai anak-anak yatim piatu korban Covid-19 ini putus sekolah,” ucap Anggota DPD RI Komite III DPD RI, Anak Agung Gde Agung, Selasa (19/10) malam.

 

Bupati Badung periode 2005-2015 itu menegaskan Komite III DPD RI dan Kemensos RI siap bersinergi dalam banyak hal di masa pandemi Covid-19.

 

Baca Juga:  Hasil Uji Lab Positif, Dua Desa di Tabanan Masuk Zona Merah Rabies

Salah satunya memaksimalkan penyaluran anggaran secara proporsional bagi program atensi anak yatim piatu ke seluruh daerah di Indonesia berdasarkan pada pendataan yang terverifikasi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

 

Penglingsir Puri Ageng Mengwi itu menambahkan Komite III DPD RI juga mengharapkan Mensos RI agar menyosialisasikan secara luas kepada pemangku kepentingan di daerah yang terkait dengan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

 

Termasuk masyarakat terkait Permensos No. 3 Tahun 2021 tentang pengelolaan DTKS terutama menyangkut adanya aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dalam pengelolaan DTKS.

 

“Komite III DPD RI secara proporsional akan senantiasa bersinergi dengan Kementerian Sosial RI untuk memastikan seluruh program dan kebijakan dilaksanakan oleh pemerintah daerah termasuk sinergi dalam pengawasan atas pelaksanaan program dan kebijakan tersebut.

Kami juga siap mendorong pemerintah daerah untuk mengusulkan program atensi anak yatim berdasarkan pada pendataan yang telah terverifikasi dalam DTKS,” tegas Anak Agung Gde Agung. 

Baca Juga:  Pasien Postif Corona di Buleleng Bertambah 2 Orang

 

Khusus beasiswa bagi anak yatim piatu korban Covid-19, mewakili Komite III DPD RI, Anak Agung Gde Agung mengapresiasi langkah sigap Kemensos RI di bawah komando Tri Rismaharini.

 

Terangnya bencana alam sifatnya sangat isidentil. Lebih jauh, pihaknya berharap adanya bantuan berkesinambungan bagi anak-anak yatim piatu korban Covid-19 dan hal tersebut direspons cepat sang menteri.

 

“Ibu Risma menanamkan semangat dan kepercayaan diri kepada anak-anak. Sampai disebutkan kalimat aku pasti bisa. Intinya, jangan sampai anak-anak korban Covid-19 ini putus sekolah.

Oleh Mensos hal ini didukung lewat beasiswa yang dikemas berupa tabungan dari Bank Mandiri. Tabungan ini setiap saat bisa ditarik oleh yang bersangkutan.

Sudah dilakukan pengetesan apakah tabungan itu benar-benar isi atau tidak di ATM mobile Bank Mandiri,” jelas sosok kharismatik dengan ciri khas kumis tebal ini.

 

“Ini menyangkut masa depan bangsa kita,” tutupnya mengapresiasi program Kemensos RI.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/