alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Tandingi Website Fodor’s Travel, Wagub Bali Langsung Galang Dukungan

DENPASAR –Heboh website wisata asal Amerika Serikat, Fodor’s Travel yang menyebut Bali sebagai destinasi wisata yang tak layak dikunjungi tahun 2020 terus menuai respon pemerintah.

Bahkan pascaviral dan kuwatir dengan konten website asal Negeri Paman Sam yang dinilai sangat merugikan citra pariwisata Bali itu, Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati  langsung mengirim surat dukungan kepada para pelaku industri Pariwisata di Bali.

Baginya, pemberitaan tersebut membawa dampak kurang baik bagi citra maupun kelangsungan pariwisata Bali.

 “Kami mohon dukungan dari seluruh pelaku industri pariwisata untuk mengimbau seluruh tamu atau wisatwan selama mereka berlibur, agar mengunggah foto ataupun video di media sosial mengenai citra Bali yang positif,” tulisnya dalam surat tersebut.

Baca Juga:  Korpri Denpasar Beri Warna dan Rasa Bagi ASN

Konten citra positif yang dimaksud Cok Ace itu diantaranya seperti kondisi pantai di Bali yang bersih, lingkungan yang masih asri, taman hotel yang ditata dengan baik, aktivitas masyarakat Bali yang ramah, serta kearifan lokal yang dimiliki Pulau Dewata lainnya.

“Diharapkan dengan unggahan diberbagai media sosial milik para tamu atau wisatawan selama berlibur di Bali dapat mempertahankan dan meningkatkan citra positif pariwisata Bali,” sambungnya.

“Mari kita bekerja sama menjaga pariwisata Bali. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama Bapak/Ibu,” tutupnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Fodor’s Travel menyebut Bali masuk dalam salah satu daftar tujuan wisata yang tak layak dikunjungi versi 2020 mendatang

Baca Juga:  Turis Asing Mulai Banjiri Pantai, Ini Warning Polair Polres Badung

Berbagai alasan pun dirilis dalam website dengan menyebutkan bahwa alasan Bali tak layak dikunjungi, karena Pulau Bali telah menderita dampak overtourism dalam beberapa tahun terakhir.

Sampai-sampai pemerintah menimbang pajak turis untuk membantu memerangi beberapa efek yang lebih menyeramkan terhadap lingkungan. Kelangkaan air dan sampah di pantai dan di air adalah beberapa di antara masalah itu.



DENPASAR –Heboh website wisata asal Amerika Serikat, Fodor’s Travel yang menyebut Bali sebagai destinasi wisata yang tak layak dikunjungi tahun 2020 terus menuai respon pemerintah.

Bahkan pascaviral dan kuwatir dengan konten website asal Negeri Paman Sam yang dinilai sangat merugikan citra pariwisata Bali itu, Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati  langsung mengirim surat dukungan kepada para pelaku industri Pariwisata di Bali.

Baginya, pemberitaan tersebut membawa dampak kurang baik bagi citra maupun kelangsungan pariwisata Bali.

 “Kami mohon dukungan dari seluruh pelaku industri pariwisata untuk mengimbau seluruh tamu atau wisatwan selama mereka berlibur, agar mengunggah foto ataupun video di media sosial mengenai citra Bali yang positif,” tulisnya dalam surat tersebut.

Baca Juga:  Gencar Promosi Wisata Bali via Digital, Kunjungan Turis Masih Landai

Konten citra positif yang dimaksud Cok Ace itu diantaranya seperti kondisi pantai di Bali yang bersih, lingkungan yang masih asri, taman hotel yang ditata dengan baik, aktivitas masyarakat Bali yang ramah, serta kearifan lokal yang dimiliki Pulau Dewata lainnya.

“Diharapkan dengan unggahan diberbagai media sosial milik para tamu atau wisatawan selama berlibur di Bali dapat mempertahankan dan meningkatkan citra positif pariwisata Bali,” sambungnya.

“Mari kita bekerja sama menjaga pariwisata Bali. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama Bapak/Ibu,” tutupnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Fodor’s Travel menyebut Bali masuk dalam salah satu daftar tujuan wisata yang tak layak dikunjungi versi 2020 mendatang

Baca Juga:  Tiga Desa di Jembrana Rawan Kekeringan, BPBD Siap Salurkan Air Bersih

Berbagai alasan pun dirilis dalam website dengan menyebutkan bahwa alasan Bali tak layak dikunjungi, karena Pulau Bali telah menderita dampak overtourism dalam beberapa tahun terakhir.

Sampai-sampai pemerintah menimbang pajak turis untuk membantu memerangi beberapa efek yang lebih menyeramkan terhadap lingkungan. Kelangkaan air dan sampah di pantai dan di air adalah beberapa di antara masalah itu.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/