alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Museum Pustaka Lontar di Karangasem Mulai Didatangi Pengunjung

AMLAPURA – Sempat mengalami penurunan kunjungan akibat pandemi covid-19, kini Museum Pustaka Lontar yang terletak di Desa Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali, mulai dikunjungi wisatawan. 

 

Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya membenarkan sejak bulan Oktober lalu, Museum Pustaka Lontar mulai didatangi pengunjung yang ingin melihat koleksi lontar untuk belajar memahami isi lontar.

“Rata-rata mereka pegiat pustaka yang memang ingin mengetahui lontar-lontar kuno,” tuturnya Minggu (19/12).

 

Diakuinya, sejak pandemi covid-19, kunjungan ke museum lontar menurun drastis. Bahkan akibat pandemi itu, banyak kegiatan yang batal digelar dengan alasan protokol kesehatan.

“Astungkara kunjungan sekarang sudah mulai ramai. Kami juga lakukan kerja sama dengan beberapa pihak agar ada kegiatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Masuk ke Permukiman Warga, Kera Liar Resahkan Warga di Karangasem
- Advertisement -

 

Selama pandemi itu, sebanyak 200 lontar milik masyarakat yang tersimpan di museum sempat dikembalikan ke pemilik. Alasan dikembalikan, kata dia, agar lontar tersebut tidak rusak.

“Ya agar dirawat pemiliknya. Supaya aman dan tidak rusak,” imbuh Suarya.

 

Meski sempat sepi pengunjung, pengelola juga tak menutup museum agar kegiatan seperti pelatihan lontar dan konservasi tetap berjalan.


“Pengunjung yang masuk kami terapkan prokes ketat. Pengunjung mendapatkan edukasi mengenai lontar. Selain itu karena suasana yang asri juga menarik minat pengujung antusias untuk belajar. Ada 135 cakep lontar dan sudah dikonversi digital sebanyak 108 cakep,” tandasnya.

- Advertisement -

AMLAPURA – Sempat mengalami penurunan kunjungan akibat pandemi covid-19, kini Museum Pustaka Lontar yang terletak di Desa Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali, mulai dikunjungi wisatawan. 

 

Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya membenarkan sejak bulan Oktober lalu, Museum Pustaka Lontar mulai didatangi pengunjung yang ingin melihat koleksi lontar untuk belajar memahami isi lontar.

“Rata-rata mereka pegiat pustaka yang memang ingin mengetahui lontar-lontar kuno,” tuturnya Minggu (19/12).

 

Diakuinya, sejak pandemi covid-19, kunjungan ke museum lontar menurun drastis. Bahkan akibat pandemi itu, banyak kegiatan yang batal digelar dengan alasan protokol kesehatan.

“Astungkara kunjungan sekarang sudah mulai ramai. Kami juga lakukan kerja sama dengan beberapa pihak agar ada kegiatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dari 51 Desa di Jembrana, 22 Desa Sudah Masuk Zona Hijau

 

Selama pandemi itu, sebanyak 200 lontar milik masyarakat yang tersimpan di museum sempat dikembalikan ke pemilik. Alasan dikembalikan, kata dia, agar lontar tersebut tidak rusak.

“Ya agar dirawat pemiliknya. Supaya aman dan tidak rusak,” imbuh Suarya.

 

Meski sempat sepi pengunjung, pengelola juga tak menutup museum agar kegiatan seperti pelatihan lontar dan konservasi tetap berjalan.


“Pengunjung yang masuk kami terapkan prokes ketat. Pengunjung mendapatkan edukasi mengenai lontar. Selain itu karena suasana yang asri juga menarik minat pengujung antusias untuk belajar. Ada 135 cakep lontar dan sudah dikonversi digital sebanyak 108 cakep,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/