alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pertanian Hortikultura Menggeliat, Distan Tabanan Minta 5 Ton Bibit

TABANAN – Pertanian di Kabupaten Tabanan menggeliat di tengah pandemi Covid-19. Dinas Pertanian (Distan) Tabanan pun meminta bantuan bibit sebanyak 5 ton atau 5.000 kilogram berbagai jenis tanaman.

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana pun berharap pemerintah pusat menyetujui usulan berbagai jenis bibit baik itu padi, jagung dan benih bibit tanaman hortikultura agar sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan untuk tahun 2022 mendatang.

Pasalnya setiap kali mengusulkan alokasi segala macam untuk bibit pertanian. Turunnya selalu berkurang. Sehingga ini yang menjadi kendala pihaknya di lapangan ketika menyalurkan kepada petani.

Tahun 2022 mendatang pihaknya mengusulkan ke Kementerian Pertanian untuk pengadaan bibit padi hampir sama dengan tahun 2021 sebelum. Distan mengusulkan 5.000 kilogram bibit dengan pemakaian 25 kilogram benih setiap satu hektare luasan tanaman padi pada luasan areal tanaman padi sekitar 25 ribu hektare.  

Sementara bibit jagung 1.500 hektare diusulkan dengan rata-rata per hektare membutuhkan 15 kilogram bibit. Sisanya hortikultura seperti bawang putih 50 hektare dan bawang merah 30 hektare dengan per hektarenya membutuhkan 700 kilogram bibit bawang.

Baca Juga:  Sejumlah Sekolah Lakukan MPLS “Offline”, Disdik Berdalih Sulit Sinyal

Menurut I Nyoman Budana, pengadaan bibit padi yang disalurkan kepada petani setiap tahun selalu mengalami kendala di lapangan. Karena alokasi bibit yang turun dari pusat tak sesuai harapan dan kebutuhan yang pihaknya inginkan. Misalnya diusulkan bibit padi 5.000 kilogram, namun yang disetujui hanya 2.000 kilogram bibit.

“Kondisi ini membuat petani sebelum turun bibit padi menyiasati dengan melakukan secara mandiri pengembangan bibit padi. Baik itu jenis inpari dan jenis lainnya,” jelas Budana, Minggu, (19/12).

Begitu pula dengan bibit tanaman hortikultura lainnya. Kadang kala yang turun tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan.

“Mudah-mudah usulan kami terpenuhi sesuai pengadaan yang kami minta agar dapat memenuhi kebutuhan bibit untuk pertanian,” ungkapnya.

Budana menambahkan selama ini di Tabanan tidak selalu memfokuskan pada pertanian padi. Melainkan pengembangan yang cukup signifikan berada pada tanaman hortikultura dan menjadi fokus pengembangan.

Baca Juga:  Cerita Work From Home (WFH) Kader JKN di Masa Pandemi Covid-19

Yang menarik adalah soal pengembangan bawang merah dan bawang putih. Sektor hortikultura ini bisa menjadi andalan di sektor pertanian saat ini. Selain harga yang cukup stabil dan juga jadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. 

Untuk tanaman hortikultura lokasi penanaman masih berada di daerah atas. Yakni Penebel dan Baturiti dengan luas areal tanaman puluhan hektare.

Bahkan sebelumnya pihaknya juga telah melakukan riset dibantu Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali. Dengan tujuan memperbesar umbi (bawang putih). Sehingga hasil produksinya diharapkan bisa mencapai tiga kali lipat.

“Nah tahun ini lumayan tinggi usulan kami untuk tanaman hortikultura. bawang putih dan bawang merah dengan kami usulkan bibit sebanyak 700 kilogram setiap hektarenya. Dengan luas areal tanaman bawang putih 50 hektare dan bawang merah 30 hektare,” tandasnya.


TABANAN – Pertanian di Kabupaten Tabanan menggeliat di tengah pandemi Covid-19. Dinas Pertanian (Distan) Tabanan pun meminta bantuan bibit sebanyak 5 ton atau 5.000 kilogram berbagai jenis tanaman.

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana pun berharap pemerintah pusat menyetujui usulan berbagai jenis bibit baik itu padi, jagung dan benih bibit tanaman hortikultura agar sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan untuk tahun 2022 mendatang.

Pasalnya setiap kali mengusulkan alokasi segala macam untuk bibit pertanian. Turunnya selalu berkurang. Sehingga ini yang menjadi kendala pihaknya di lapangan ketika menyalurkan kepada petani.

Tahun 2022 mendatang pihaknya mengusulkan ke Kementerian Pertanian untuk pengadaan bibit padi hampir sama dengan tahun 2021 sebelum. Distan mengusulkan 5.000 kilogram bibit dengan pemakaian 25 kilogram benih setiap satu hektare luasan tanaman padi pada luasan areal tanaman padi sekitar 25 ribu hektare.  

Sementara bibit jagung 1.500 hektare diusulkan dengan rata-rata per hektare membutuhkan 15 kilogram bibit. Sisanya hortikultura seperti bawang putih 50 hektare dan bawang merah 30 hektare dengan per hektarenya membutuhkan 700 kilogram bibit bawang.

Baca Juga:  Sejumlah Sekolah Lakukan MPLS “Offline”, Disdik Berdalih Sulit Sinyal

Menurut I Nyoman Budana, pengadaan bibit padi yang disalurkan kepada petani setiap tahun selalu mengalami kendala di lapangan. Karena alokasi bibit yang turun dari pusat tak sesuai harapan dan kebutuhan yang pihaknya inginkan. Misalnya diusulkan bibit padi 5.000 kilogram, namun yang disetujui hanya 2.000 kilogram bibit.

“Kondisi ini membuat petani sebelum turun bibit padi menyiasati dengan melakukan secara mandiri pengembangan bibit padi. Baik itu jenis inpari dan jenis lainnya,” jelas Budana, Minggu, (19/12).

Begitu pula dengan bibit tanaman hortikultura lainnya. Kadang kala yang turun tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan.

“Mudah-mudah usulan kami terpenuhi sesuai pengadaan yang kami minta agar dapat memenuhi kebutuhan bibit untuk pertanian,” ungkapnya.

Budana menambahkan selama ini di Tabanan tidak selalu memfokuskan pada pertanian padi. Melainkan pengembangan yang cukup signifikan berada pada tanaman hortikultura dan menjadi fokus pengembangan.

Baca Juga:  CATAT! Puluhan Keluarga Dicoret dari Penerima Bantuan Sosial Tunai

Yang menarik adalah soal pengembangan bawang merah dan bawang putih. Sektor hortikultura ini bisa menjadi andalan di sektor pertanian saat ini. Selain harga yang cukup stabil dan juga jadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. 

Untuk tanaman hortikultura lokasi penanaman masih berada di daerah atas. Yakni Penebel dan Baturiti dengan luas areal tanaman puluhan hektare.

Bahkan sebelumnya pihaknya juga telah melakukan riset dibantu Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali. Dengan tujuan memperbesar umbi (bawang putih). Sehingga hasil produksinya diharapkan bisa mencapai tiga kali lipat.

“Nah tahun ini lumayan tinggi usulan kami untuk tanaman hortikultura. bawang putih dan bawang merah dengan kami usulkan bibit sebanyak 700 kilogram setiap hektarenya. Dengan luas areal tanaman bawang putih 50 hektare dan bawang merah 30 hektare,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/